Judul Cerpen Misteri Sahabatku
Pagi itu aku dan teman-temanku berada di halaman sekolah. Namaku Adel aku memiliki 4 orang sahabat yaitu Salsa, Yohana, Nanda dan Mutiara. Mereka sahabat baikku sejak kelas satu sd, sekarang kami sudah kelas 2 smp. Kami bersekolah di SMPN Gedongtengen.
“Kringgg…”, bel masuk pun berbunyi kami segera masuk kelas. Tidak lama kemudian bu guru pun datang dengan seorang anak perempuan seusia kami. “anak-anak perkenalkan namanya Ratna, dia murid baru dari Jakarta, mulai sekarang dia akan menjadi teman kalian. Ayo Ratna duduk di samping Adelia”. “OMG!!! kenapa harus duduk di samping aku?” batinku.
“Kringgg…”
huft akhirnya bel istirahat pun berbunyi, aku dan teman teman segera menuju ke kantin karena perutku sudah keroncongan.
“teman teman apa aku boleh ikut kalian ke kantin? em.. kebetulan aku juga tidak tahu kantinnya ada dimana?” tanya Ratna.
“boleh ayo” kataku.
Di kantin kita makan sambil bercerita, kami juga banyak bertanya tentang dirinya.
Sebulan sudah kami lalui Ratna pun menjadi sahabat kami, dia sangat baik. Tapi entah mengapa aku mulai curiga padanya karena beberapa hari yang lalu aku berkenalan dengan seseorang yang katanya teman baik Ratna namanya Dhiva, dia bilang kalau Ratna pernah bercerita padanya kalau dia akan membalaskan dendamnya pada seseorang.
Tiba tiba terlintas di pikiranku kalau jangan jangan Ratna itu adalah teman sdku yang namanya Ayunda Karatna Vi yang dulu sering kita bully karena anaknya jorok. Aku harus segera memberi tahu teman teman.
Pulang sekolah aku dan teman teman segera mengikuti Ratna dari belakang, tiba tiba ada beberapa orang yang menculik kami. Saat sadar aku melihat Ratna? iya itu Ratna dia membawa pisau. Teman temanku yang lain juga sadar tapi aku tidak melihat Mutiara, aku segera berbisik kepada Yohana dan bertanya dimana Mutiara, lalu Yohana bilang Mutiara berhasil lolos.
Tak lama kemudian Ratna tetawa “hahahahaha kasian banget, kalian bahkan gak tau kalo aku Ratna temen yang selalu kalian anggap cupu waktu kelas 5 sd dulu,” “kalian pikir aku akan lupain ejekan yang sudah kalian lontarkan” sambungnya.
“Ratna kok kamu jadi kaya gini? kamu jadi berubah?” kataku.
“kalian pikir aku bodoh? aku udah merubah penampilanku dan itu butuh waktu selama 2 tahun hanya untuk balas dendam sama kalian”.
“Ratna kami minta maaf kami menyesal udah ngelakuin semua itu sama kamu. Kami gak akan ngulangin itu lagi, tapi tolong lepasin kami” kata Salsa.
“aku gak akan maafin kalian” Ratna teriak sambil melempar pisau ke arahku, aku memejamkan mataku dan tidak tahu apa yang akan terjadi. Tapi ternyata Mutiara berhasil menangkis pisau itu hingga terjatuh, aku segera membuka mataku dan ternyata Mutiara membawa polisi. Mereka menangkap Ratna dan Mutiara membuka ikatan di kaki dan tangan kami, aku juga mengucapkan terimakasih pada polisi dan juga Mutiara.
“makasih ya mut. oh iya kok kamu bisa tau kita ada disini?” tanyaku.
“iya, tadi aku lihat gelang gelang Salsa yang jatuh” kata Mutiara
“iya aku sengaja jatuhin gelang gelang itu” kata Salsa.
“sahabat sejati tak akan pernah terpisahkan” sambung Yohana dan Nanda. Lalu kami berlima berpelukan…
Cerpen Karangan: Adelia Nessya
Facebook: AdelLia NesSya
Pagi itu aku dan teman-temanku berada di halaman sekolah. Namaku Adel aku memiliki 4 orang sahabat yaitu Salsa, Yohana, Nanda dan Mutiara. Mereka sahabat baikku sejak kelas satu sd, sekarang kami sudah kelas 2 smp. Kami bersekolah di SMPN Gedongtengen.
“Kringgg…”, bel masuk pun berbunyi kami segera masuk kelas. Tidak lama kemudian bu guru pun datang dengan seorang anak perempuan seusia kami. “anak-anak perkenalkan namanya Ratna, dia murid baru dari Jakarta, mulai sekarang dia akan menjadi teman kalian. Ayo Ratna duduk di samping Adelia”. “OMG!!! kenapa harus duduk di samping aku?” batinku.
“Kringgg…”
huft akhirnya bel istirahat pun berbunyi, aku dan teman teman segera menuju ke kantin karena perutku sudah keroncongan.
“teman teman apa aku boleh ikut kalian ke kantin? em.. kebetulan aku juga tidak tahu kantinnya ada dimana?” tanya Ratna.
“boleh ayo” kataku.
Di kantin kita makan sambil bercerita, kami juga banyak bertanya tentang dirinya.
Sebulan sudah kami lalui Ratna pun menjadi sahabat kami, dia sangat baik. Tapi entah mengapa aku mulai curiga padanya karena beberapa hari yang lalu aku berkenalan dengan seseorang yang katanya teman baik Ratna namanya Dhiva, dia bilang kalau Ratna pernah bercerita padanya kalau dia akan membalaskan dendamnya pada seseorang.
Tiba tiba terlintas di pikiranku kalau jangan jangan Ratna itu adalah teman sdku yang namanya Ayunda Karatna Vi yang dulu sering kita bully karena anaknya jorok. Aku harus segera memberi tahu teman teman.
Pulang sekolah aku dan teman teman segera mengikuti Ratna dari belakang, tiba tiba ada beberapa orang yang menculik kami. Saat sadar aku melihat Ratna? iya itu Ratna dia membawa pisau. Teman temanku yang lain juga sadar tapi aku tidak melihat Mutiara, aku segera berbisik kepada Yohana dan bertanya dimana Mutiara, lalu Yohana bilang Mutiara berhasil lolos.
Tak lama kemudian Ratna tetawa “hahahahaha kasian banget, kalian bahkan gak tau kalo aku Ratna temen yang selalu kalian anggap cupu waktu kelas 5 sd dulu,” “kalian pikir aku akan lupain ejekan yang sudah kalian lontarkan” sambungnya.
“Ratna kok kamu jadi kaya gini? kamu jadi berubah?” kataku.
“kalian pikir aku bodoh? aku udah merubah penampilanku dan itu butuh waktu selama 2 tahun hanya untuk balas dendam sama kalian”.
“Ratna kami minta maaf kami menyesal udah ngelakuin semua itu sama kamu. Kami gak akan ngulangin itu lagi, tapi tolong lepasin kami” kata Salsa.
“aku gak akan maafin kalian” Ratna teriak sambil melempar pisau ke arahku, aku memejamkan mataku dan tidak tahu apa yang akan terjadi. Tapi ternyata Mutiara berhasil menangkis pisau itu hingga terjatuh, aku segera membuka mataku dan ternyata Mutiara membawa polisi. Mereka menangkap Ratna dan Mutiara membuka ikatan di kaki dan tangan kami, aku juga mengucapkan terimakasih pada polisi dan juga Mutiara.
“makasih ya mut. oh iya kok kamu bisa tau kita ada disini?” tanyaku.
“iya, tadi aku lihat gelang gelang Salsa yang jatuh” kata Mutiara
“iya aku sengaja jatuhin gelang gelang itu” kata Salsa.
“sahabat sejati tak akan pernah terpisahkan” sambung Yohana dan Nanda. Lalu kami berlima berpelukan…
Cerpen Karangan: Adelia Nessya
Facebook: AdelLia NesSya
Misteri Sahabatku
4/
5
Oleh
Unknown
