Judul Cerpen Sepi Tanpa Sahabat Yang Telah Meninggalkanku
Sinar mentari pagi ini mencoba untuk membuatku tersenyum. Tetapi, sekarang hidup ini hampa tanpa seorang sahabat. Kejadian 2 tahun yang lalu membuatku merasa hidupku hampa.
2 tahun yang lalu…
“Hai Nadia, kamu udah bikin pr ipa nya?” Kataku seraya menanyakan hal tentang pr ipa kepada sahabatku Nadia.
“Oh, sudah, aku sudah menyeselesaikan itu..” katanya dengan wajah lesu dan lemas.
“Nadia, tumben nih, kamu lemes banget, kamu sakit ya?” Kataku kaget dengan wajah lemah dan lemas melihat wajah sahabatku ini.
“Ah, enggak kok, aku gak sakit sama sekali, tadi aku memakai kebanyakan bedak..” katanya.
“Bedak? Ya sudah, yang penting kamu gak sakit” kataku lega.
“Salsa, aku mau ke taman terindah bagiku?” Katanya menawarkannya.
“Tentu saja”.
Sepulang sekolah aku dan Nadia langsung pergi ke tempat Nadia maksud.
“Nadia, kita sekarang berada di hutan, kenapa sih kamu kesini?” Kataku sedikit heran.
“Tunggu dulu, kita akan pergi juga ke taman itu tapi lewat hutan ini.” “Itu, dari sini sudah nampak tamannya.” Kata Nadia menunjukkan tangannya ke depan.
Tak kukira, taman itu seindah surga. Kami berdua segera berlari pergi ke sana. Tetapi sayangnya, Nadia jatuh pingsan dan aku segera merangkulnya sekuat tenaga sampai rumahku yang dekat dari hutan ini. Tapi, saat di rumahku dia telah meninggalkan untuk selamanya.
Aku berlari terus menerus ke taman itu, aku menangis tersedu sedu, rupanya taman ini adalah taman surga baginya. Dan aku tak mau lagi pulang ke rumah. Aku memutuskan untuk tinggal di taman surga itu. Masa yang ke depan aku lalui tanpa seorang sahabat yang menemaniku. Sampai sekarang aku berusaha melupakan sahabatku dan pulang ke rumah, karena aku tak mau sahabatku sedih disana.
Cerpen Karangan: Nawawi Najla
Line: Nawacantika
Sinar mentari pagi ini mencoba untuk membuatku tersenyum. Tetapi, sekarang hidup ini hampa tanpa seorang sahabat. Kejadian 2 tahun yang lalu membuatku merasa hidupku hampa.
2 tahun yang lalu…
“Hai Nadia, kamu udah bikin pr ipa nya?” Kataku seraya menanyakan hal tentang pr ipa kepada sahabatku Nadia.
“Oh, sudah, aku sudah menyeselesaikan itu..” katanya dengan wajah lesu dan lemas.
“Nadia, tumben nih, kamu lemes banget, kamu sakit ya?” Kataku kaget dengan wajah lemah dan lemas melihat wajah sahabatku ini.
“Ah, enggak kok, aku gak sakit sama sekali, tadi aku memakai kebanyakan bedak..” katanya.
“Bedak? Ya sudah, yang penting kamu gak sakit” kataku lega.
“Salsa, aku mau ke taman terindah bagiku?” Katanya menawarkannya.
“Tentu saja”.
Sepulang sekolah aku dan Nadia langsung pergi ke tempat Nadia maksud.
“Nadia, kita sekarang berada di hutan, kenapa sih kamu kesini?” Kataku sedikit heran.
“Tunggu dulu, kita akan pergi juga ke taman itu tapi lewat hutan ini.” “Itu, dari sini sudah nampak tamannya.” Kata Nadia menunjukkan tangannya ke depan.
Tak kukira, taman itu seindah surga. Kami berdua segera berlari pergi ke sana. Tetapi sayangnya, Nadia jatuh pingsan dan aku segera merangkulnya sekuat tenaga sampai rumahku yang dekat dari hutan ini. Tapi, saat di rumahku dia telah meninggalkan untuk selamanya.
Aku berlari terus menerus ke taman itu, aku menangis tersedu sedu, rupanya taman ini adalah taman surga baginya. Dan aku tak mau lagi pulang ke rumah. Aku memutuskan untuk tinggal di taman surga itu. Masa yang ke depan aku lalui tanpa seorang sahabat yang menemaniku. Sampai sekarang aku berusaha melupakan sahabatku dan pulang ke rumah, karena aku tak mau sahabatku sedih disana.
Cerpen Karangan: Nawawi Najla
Line: Nawacantika
Sepi Tanpa Sahabat Yang Telah Meninggalkanku
4/
5
Oleh
Unknown
