Air Menjadi Saksi

Baca Juga :
    Judul Cerpen Air Menjadi Saksi

    Sungguh mengecewakan, biasanya aku di atas pipa di lapangan untuk menikmati sinar matahari sambil tidur-tiduran. Tapi, ada seseorang yang datang dan tidur di situ lebih dulu dan akhirnya aku kembali untuk tidur siang di rumah.

    “Kemon!”, Miko mencari kemon di kamar.
    “Bruukk”, Tiba-tiba terdengar suara orang membuka pintu dan ternyata itu adalah Kemon.
    “Aku baru saja mengambil air di gedung bioskop!”, Sapa Kemon.
    “Air?, Air apa?”, tanya Miko Penasran.
    “Air biasa, Hanya saja sudah kugantungkan di atap gedung bioskop itu sejak pagi tadi”, Perjelas Kemon. Lalu menuangkan air itu ke dalam video air, dan lalu muncul suatu gambar.
    “Wah, ini kan film yang sedang diputar saat ini”, Tegur Miko. Lalu Kemon menjawab, “Bukan hanya film, tapi kita bisa melihat apa saja yang disaksikan oleh air, dan kalau air ini disimpan maka kita bisa menontonnya lagi kapan-kapan”.

    Sudah banyak juga film yang terkumpul oleh Kemon, Lalu Miko mengambil air pada keran, setelah dituangkan ke dalam video air Miko Terkejut “Loh kok hitam?”.
    “Pasti air ini berada dalam saluran air, kita cocokkan waktunya kebeberapa saat sebelumnya ya!”, Tegur Kemon.
    “Seperti ada yang bergerak-gerak”, Miko terkejut.
    “Wah, pasti ini saat air masih berbentuk awan”, Saut Kemon.
    Lalu, tak lama kemudian air itu menjadi hitam lagi, lalu muncul lah sebuah mata air kecil, dan muncul anak sungai yang indah sekali.
    Muncullah gambar seorang anak laki-laki yang sedang menghanyutkan kapal-kapalan dari daun, wajahnya kelihatan sangat sedih, dan tampak sungai itu semakin melebar. Terlukis perjalanan panjang dan masih sangat panjang sekali, Dan akhirnya mengalir masuk ke tempat penjernihan air.

    “Aku akan mengumpulkan air dari berbagai tempat!”, Tegur Miko.

    Taklama kemudian Miko kembali ke rumah dengan membawa air.
    “Air dari mana!”, Tanya Kemon.
    “Dari Kolam Taman”, Jawab Miko.

    Setelah dituangkan ke video air, muncullah gambar seorang lelaki yang sedang duduk di bangku taman pada malam hari.
    “Eh orang itu kan yang tidur di atas pipa lapangan!”, gumam Miko.
    “Mungkin dia tidak punya Rumah”, Jawab Kemon.

    Lalu Miko mengeluarkan satu air lagi.
    Masih ada satu lagi ya?”, Tanya Kemon.
    “Iya, Inilah air yang hebat”, kata Miko.
    “Air dari mana?”, tanya Kemon dengan penasaran.
    “Ini air dari BATH TUB di rumah Kay”, jawab Miko Sambil Berbisik.
    “Apa?, memalukan, Tegur Kemon sambil memarahi Miko. Miko pun berniat akan membuangnya. Tetapi, karena sudah diambil akhirnya jadi ditonton. tetapi, Tiba-tiba Kay Datang.
    “Selamat siang”, sapa Kay.
    Miko dan Kemon Terkejut, dan mengangkat video itu, hingga air itu muncrat ke muka Kemon Dan Membuat Kay penasaran.
    “Kami tidak Lihat apa-apa kok!”, Jawab Miko dan Kemon penuh deg-degan.
    Lalu, Kay langsung memberitahu Miko Dan Kemon, karena menemukan sesuatu dari sungai.
    “Wah, Perahu-perahuan dari daun, ada surat di dalamnya”, Kata Miko. Sambil menyerahkan surat itu.

    “Kak gawat. Ayah jatuh sakit saat sedang bekerja diladang, sepertinya penyakitnya berat, jadi untuk beberapa saat ayah tidak dapat bekerja. Cepat pulang kak!. Karena tidak tau alamatnya, maka aku hanyutkan surat ini dengan sebuah kapal-kapalan, setahuku sungai ini mengalir ke bogor, mudah-mudahan”.

    “eh, anak yang kita lihat tadi itu, iya pasti dia”, Kata Miko sambil menatap Kemon.
    “Saat ini kakaknya berada dimana?”, Tanya Kay.
    “Tunggu dulu, wajah itu, sepertinya aku pernah melihatnya, pasti mereka bersaudara, cetus Miko sambil membayangkan wajah anak yang menghanyutkan kapal-kapalan itu dengan seorang lelaki yang tiduran di atas pipa lapangan

    Lalu Miko, Kemon Dan Kay mencari pemuda itu. Miko Pun menanyakan alamat rumahnya kepadanya, dan pemuda itu pun menjawabnya.
    “Rumahku ada di sebuat pegunungan yang sangat jauh, aku pergi dari rumah 3 tahun yang lalu”, Jawab Lelaki itu.
    Dia tidak berhasil di Bogor, dia ingin pulang, tetapi dia bertengkar dengan ayahnya saat ia pergi. Lalu kami menjelaskan kepada pemuda itu dan menunjukkan surat itu kepadanya.

    “Ayahku sakit?”, jawab pemuda itu dangan terkejut.
    “Cepatlah pulang!”, Paksa Miko, Kemon Dan Kay. Dan akhirnya mereka mempertemukan pemuda itu dengan adiknya melalui pintu masa depan untuk kembali menemui ayahnya.

    Cerpen Karangan: Rita Fitriani
    Facebook: Ta Fitriani

    Artikel Terkait

    Air Menjadi Saksi
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email