Botol Kayu

Baca Juga :
    Judul Cerpen Botol Kayu

    Di suatu kota hiduplah 4 gadis yang bersahabat sejak kecil. Keempat gadis tersebut bernama Siti, Ina, Imeh, Miya. Mereka mereka selalu dihindari oleh temen-temannya karena kecantikan mereka yang diibaratkan bagaikan bunga bangkai. Misalnya Siti dengan kulit hitamnya yang menawan. Ina dengan hidungnya yang menggemaskan seperti 2 tumpukan kue apem. Imeh dengan tubuhnya seperti beruang. Dan Miya yang wajahnya dipenuhi oleh bunga-bunga yang cantik di wajahnya.

    Ketika dulu mereka berempat adalah gadis biasa saja tetapi semenjak Pubertas mereka berubah bentuk menjadi yang seperti sekarang ini. Mereka pun berkeinginan untuk merubah kecantikan mereka yang bagaikan bunga bangkai menjadi bunga melati.

    Suatu hari ketika istirahat, Imeh mendapatkan informasi dari Internet mengenai botol kayu yang bisa mengabulkan keinginan mereka. Artefak tersebut berada di museum dekat dengan sekolah mereka. Tentu saja imeh memberitahu kepada sahabat-sahabatnya ini.

    “kawan-kawan ada kabar gembira!!!” ucap Imeh dengan antusiasnya.
    “kabar gembira apa?” tanya sahabatnya yang lain.
    “Kalian tahu kan di museum di depan, disana ada Botol kayu yang katanya jika meminum dari gelas itu kecantikannya akan bagaikan bunga melati” ucap Imeh.
    “Apa? kita harus meminum dari botol itu!!” Tegas Siti.
    “Caranya?” tanya ina.
    “Hah, kamu sudah kelas 12 SMA masih tidak tahu cara meminum?” tanya Siti sambil menahan rasa jengkelnya.
    “Bukan Itu maksudku tapi kita tidak boleh meminum dari Botol itu.” ucap Ina.
    “kenapa?” tanya Siti.
    “Mana kutahu kau pikir aku apa, dukun?” jawab ina
    “Baiklah kalau begitu kita harus memikirkan cara untuk bisa meminum dari botol itu.” kata Siti.
    “Aku tahu, bagaimana jika kita menerobos masuk saat malam dan meminum air dari botol itu.” kata Miya.
    “Ide yang bagus miya, dengan begitu tidak ada yang tahu kalau kita meminum dari Botol itu” kata Imeh dengan senangnya.

    Setelah itu mereka merencanakan cara untuk masuk ke museum dan menjalankan rencana mereka. Ketika sampai dan menerobos masuk ke dalam, museum itu sangat gelap. Mereka sengaja tidak memakai alat penerangan agar tidak mudah ketahuan. ketika di dalam mereka mendengar sesuatu.

    “kau dengar itu?” tanya Miya.
    “Apa?” ucap Ina.

    Terdengar suara langkah kaki berasal dari belakang. Ketika mereka melihat ke belakang mereka melihat sosok manusia membawa lentera dengan kaki-kakinya yang tak sama panjang dan wajahnya yang menyeramkan. Dengan spontan mereka berteriak dan lari menjauh. Setelah menjauh mereka pun sampai di suatu ruangan.

    “Hampir saja, aku tak tahu kalau di sini ada hantunya” kata Miya.
    “Iya, ini lagi imeh larinya lambat banget makanya lemak jangan dipelihara” kata Siti.
    “Iya-iya nanti aku pelihara kambing deh” jawab Imeh.
    “Miya kamu kenapa?” tanya Ina kepada Miya.
    “Itu” kata Miya sambil tangannya menunjuk sesuatu.

    Ternyata disana seperti ada sosok tentara yang bajunya dipenuhi darah. Mereka pun ketakutan tapi ina langsung menyorot sosok tersebut dengan senternya. Ternyata itu hanyalah patung tentara jepang. Setelah merasa tenang, mereka pun melanjutkan pencarian Botol kayu yang mereka cari. Mereka pun menemukan ruangan dan salah satu dari isinya adalah botol yang mereka cari.

    “Akhirnya, penderitaan ini akan berakhir” kata Siti sambil mengangkat botol tersebut
    “Iya akhirnya aku bisa punya pacar” kata Imeh.
    “Sini mangkuknya akan kuisi dengan air” kata Ina sambil menyodorkan tangannya.
    Lalu mereka pun meminum air yang sudah dimasukan ke dalam botol tersebut.

    “Kok rasa airnya agak asem-asem gitu ya” ucap Miya dengan herannya.
    “Iya aku kira bakal ada manis-manisnya gitu” Ucap Ina.
    “Silau!!” ucap mereka serentak sembari menghalangi mata mereka.

    Tiba-tiba ruangan yang gelap tersebut menjadi terang. Ternyata ada orang yang menyalakan lampu tersebut. Orang itu adalah pak Joko penjaga museum. Setelah dilihat Dialah sosok menyeramkan yang membawa lentera tadi. Pak Joko pun menghampiri mereka.

    “Kalian kenapa disini?” tanya pak joko dengan anda tinggi.
    “Ini, anu pak” Jawab Siti panik.
    “Anu apaan?” tanya pak Joko.

    Setelah itu mereka menjelaskan kepada pak joko bahwa botol kayu itu bisa membuat mereka menjedi seperti bunga melati dari internet dan mereka ingin meminum dari botol kayu itu.

    “Aduh kalian ini, kalian tahu tidak fungsi sebenarnya botol ini?” tanya pak Joko sambil menahan tawa.
    “tidak, memangnya mengapa?” jawab mereka dengan kebingungan.
    “Botol ini dulu dipakai untuk menampung urin ketika raja berburu di hutan” jawab pak Joko sembari melepas tawanya.
    “apa, jadi kami minum dari botol bekas penampungan urin” kata mereka sembari syok.
    “makanya jangan percaya semua informasi di internet dan kalian juga harusnya bersyukur karena sudah bisa hidup di dunia ini” kata pak Joko dengan bijaknya.

    Mereka pun pulang dengan rasa penyesalan dan rasa asem di lidah yang tak akan pernah mereka lupakan seumur hidup.

    Selesai

    Cerpen Karangan: Panzerkampfwagen V Panther

    Artikel Terkait

    Botol Kayu
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email