Diary Merah Darah

Baca Juga :
    Judul Cerpen Diary Merah Darah

    Seorang gadis berlari di lorong rumah sakit, seakan ada yang sedang mengikutinya. Dia melangkahkan kakinya dengan sangat cepat mukanya pucat tak karuan.
    “Tolong!”
    “Tolong, aku!”
    Suara rintihan minta tolong bergema di lorong rumah sakit itu.

    Sesosok makhluk tak berkaki nampak di ujung lorong rumah sakit, semakin lama semakin jelas wujudnya. Gadis itu berteriak ketakutan sebuah diary berwarna merah darah terbang melayang di samping makhluk tak berkaki itu. Diary yang berlumuran darah itu seakan memerintahkan makhluk tak berkaki untuk membunuh gadis itu. Diary itu terbuka dan menunjukan tulisan sebuah kata yang mengerikan.

    “MATI!”.

    Rindu terbangun dari tidurnya, napasnya terdengar sangat berat, jantungnya berdetak cepat, keringat dingin mengalir di keningnya.
    “Mimpi”
    “Ternyata hanya mimpi”

    Rindu gadis cantik berumur 23 tahun kehidupanya sangat sempurna. Dia memiliki keluarga yang utuh sahabat yang banyak dan kekasih yang tampan. Siapa yang tak iri padanya, dia pintar, cantik dan kaya banyak orang yang menyukainya dia juga baik hati. Karena kebaikan hatinya itu dia jadi idola di tempatnya bekerja. Dia bekerja di sebuah rumah sakit terkenal di daerahnya.
    Rindu adalah seorang Dokter bedah dia mendapatkan gelar sarjana kedokteran di usianya yang ke 20 tahun. Namun, sebuah kejadian yang mengerikan terjadi di awal karirnya sebagai dokter.

    Rindu berjalan memasuki rumah sakit yang sangat besar.
    “Pagi Dokter Rindu?” Seorang perawat tersenyum menyapa Rindu.
    “Pagi Tia, sudah kau cek catatan yang kuberikan kemarin?”
    “Sudah Dok, oh iya dok tadi ada seseorang yang datang memberikan sesuatu.”
    “benarkah? Siapa?”
    Perawat itu memberikan sebuah bungkusan berwarna merah darah.

    Rindu pun membawa bungkusan itu ke dalam ruanganya dan kemudian dia membukanya. Wajah Rindu berubah pucat, dia sangat terkejut bukan main saat melihat isi bungkusan itu ternyata sebuah diary berwarna merah darah di sampul depan diary itu bertuliskan kalimat yang menakutkan.

    “JIKA KAU MEMBUKA DIARY MILIKKU MAKA KAU SELANJUTNYA”

    Bagai mana tak terkejut 2 hari yang lalu dia baru saja membuang diary itu ke sungai tapi sekarang ia kembali tanpa cacat sedikitpun.

    Rindu melangkah mundur dari mejanya.
    “Sebenarnya apa yang kau inginkan, kenapa kau terus saja mengikutiku?”

    Diary itu tiba-tiba bergerak membuka halamanya namun gembok yang menguncinya menahannya. Dia seakan menyuruhnya untuk membuka gembok kecil itu.

    Rindu melangkah maju mendekati diary itu dan segera mengambilnya membawanya ke luar ruangan kerjanya lalu membuangnya di tempat sampah.

    Rindu terdiam duduk di sudut ruanganya dia terus bertanya-tanya pada dirinya apa sebenarnya yang terjadi padanya kenapa semua ini harus dia alami. Seandainya saat itu, dia tak mengambil diary itu semua ini takkan terjadi padanya.

    “Jika kau tak dapat memutar waktu setidaknya kau dapat memperbaiki waktu yang sedang kau jalanin,”

    Cerpen Karangan: Shantieka
    Facebook: shantieka23[-at-]yahoo.com

    Artikel Terkait

    Diary Merah Darah
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email