Ketulusan Cinta Putra

Baca Juga :
    Judul Cerpen Ketulusan Cinta Putra

    Irenia dan saPutra adalah sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta, mereka bersahabat sejak kecil sampai usia dewasa.

    Kini saPutra yang sudah berusia 20 tahun sedangkan Irenia berusia 18 tahun. Meskipun masih muda namun cinta mereka tak terpisahkan, tapi sayang hubungan mereka tak begitu disukai kedua orangtua Irenia.

    Pada suatu hari sebelum berangkat sekolah tiba-tiba Iren dipanggil kedua orangtuanya, setelah terlibat perbincangan yang cukup lama dan serius Iren akhirnya berangkat ke sekolah dengan wajah cemberut.

    Sesampainya di depan sekolah ia dicegat oleh Putra “Hai manisku! Kenapa cemberut, nanti cepat keriput lho” goda pemuda tampan itu. Masih dengan wajah tanpa ekspresi Iren meninggalkan Putra yang bengong dan tidak tau apa-apa.

    Siang itu pulang kuliah Putra menunggu Iren di luar pagar sekolah pujaan hatinya itu, maklum kampusnya Putra dan gedung sekolahnya Iren hanya dipisahkan oleh jalan raya saja.

    Setelah cukup lama menunggu akhirnya lonceng tanda pulang pun terdengar, dicari carinya kekasihnya itu tiba tiba senyumnya pun merekah saat dilihatnya wajah yang sudah dikenal itu menghampirinya.
    “Seharusnya kak Putra duluan aja, gak usah nunggu Iren” katanya ketus. “Maaf ren, sebenarnya ada apa sih kok kamu kayak gak suka kalau ketemu saya?” tanya Putra kemudian. Tiba tiba Iren menangis dan berlari ke arah jalan dan dengan sekejap sebuah truk kontainer menyambar tubuhnya hingga terpental jauh, Putra yang berada tidak jauh dari tempat kejadian segera berlari memeluk tubuh yang lunglai tak berdaya itu.

    Sebulan kemudian Iren terbangun dari komanya, ia terbangun dengan keadaan yang lebih baik, menurut perawat yang menjaganya saat dibawa ke rumah sakit keadaannya begitu mengenaskan, matanya tertusuk potongan kayu dan membutuhkan donor mata, untung ada seseorang yang mau mendonorkan matanya.

    7 tahun kemudian
    Irenia maharani seorang penulis yang baru saja pulang dari negara paman sam setelah menerima penghargaan karena terpilih menjadi mahasiswa berprestasi dan penulis buku-buku yang begitu menarik dan disukai seluruh dunia akhirnya pulang ke indonesia dan kembali menghirup udara setelah 7 tahun merantau dan meninggalkan kenangan di negaranya.

    Saat berjalan-jalan di sekitar taman kota ia terkenang masa-masa yang pernah ia lalui bersama seseorang yang sangat tidak ingin diingat lagi.
    Saat tengah berjalan tiba-tiba matanya terpaku pada serentetan lukisan yang tengah diobral ditengah-tengah taman itu, ia pun beranjak ke tempat itu.

    Ia terkesan dengan lukisan-lukisan itu, di setiap lukisan mengandung makna ketika ia menanyakan apa makna lukisan itu remaja 17 tahun yang menjaga stand itu menjelaskan artinya
    “Ada sepasang muda-mudi saling jatuh cinta, tak direstui orangtua mengalami musibah tak diizinkan menemui sang kekasih, mengorbankan indranya demi cinta sejatinya, itulah artinya. Ketika melukis ini semuanya tentang kehidupannya, apa yang ia alami dan rasakan”.
    Entah kenapa Iren merasakan perasaan yang aneh tentang lukisan itu, ia pun minta diantar ke pelukisnya.

    Begitu sampai ke tenpat pelukis itu, ternyata dia adalah saPutra dan yang lebih mengejutkan lagi dia buta karena matanya ia donorkan untuk Iren. Iren begitu kecewa pada kedua orangtuanya, akhirnya ia memutuskan tinggal bersama Putra, mereka menikah dan dikaruniai 2 orang anak dan otangtua akhirnya merestui hubungan mereka.

    Tamat

    Cerpen Karangan: Jumi Novica
    Facebook: Jumi Ayuna

    Artikel Terkait

    Ketulusan Cinta Putra
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email