Me Is The Next Commando (Part 1)

Baca Juga :
    Judul Cerpen Me Is The Next Commando (Part 1)

    Sebuah pesawat hercules terbang melesat menembus awan. Membawaku dan teman temanku. Aku duduk di kursi panjang di dalam pesawat sambil memeluk m4a1 miliku
    Di depanku ini ialah peti kaptenku. Ia tergeletak tak berdaya. Dengan lubang bekas peluru di dadanya. Menjadi saksi bisu kematianya. Aku terus memperhatikannya. Kulihat beberapa kabel keluar dari tubuhnya. Itu wajar karena dia adalah..

    “jusak…!” aku menoleh ke belakang mencari tahu siapa gerangan yang menyebut namaku
    “kapten…” kataku dengan nada sedikit bahagia
    “kau sibuk…?”
    “tentu tidak kapten”
    “aku ingin bicara denganmu”
    “membicarakan apa kapten…? Tumben sekali..?”

    Di ruangan kapten
    “kau mengenalinya..?” kata kapten sambil memberikan beberapa foto kepadaku
    “ya… Dia bukanya orang terkaya di malaysia itu kan” kataku memastikan
    “itu diambil di salah satu Bandara di malaysia”
    “lalu”
    “menurutmu apa yang dilakukannya di rusia..?”
    “mungkin bulan madu pak..?”
    “ya kami berhasil menyadapnya dan menemukan pembelian senjata besar besaran di catatannya”
    “lalu…?”
    “kami menemukan sebuah markas di perbatasan senjata itu akan dikirim ke sana”
    “maksud bapak..?”
    “kita ganggu rencana bulan madu mereka…!”
    Kapten menatapku dengan senyum licik di pipinya

    Kami mendarat di markas militer milik indonesia di perbatasan malaysia dan indonesia. Memang akhir akhir ini hubungan indonesia dengan malaysia tidak terlalu baik. Beberapa konflik memecah persahabatan indonesia dengan malaysia

    Di tenda kapten
    “apakah anda takut” kataku memulai percakapan, kondisi tenda ini benar benar sepi mengingat semua teman temanku sedang mempersiapkan senjata mereka masing masing
    “kenapa kau tiba tiba bertanya seperti itu…?”
    “secara teknis bapak kan robot. Apakah robot seperti bapak. Bisa merasakan takut…?”
    “hahaha” kapten tertawa. Seakan tertarik pada arah pembicaraan ini
    “loh kenapa bapak tertawa. Ada yang lucu..?”
    “jusak… jusak… Aku merasa takut, merasa, bahagia, merasa bahagia sama sepertimu”
    “benarkah lalu bagaimana pak..?”
    “cinta adalah virus yang menyerang hati dan otak secara bersamaan yang menyebabkan bahagia berlebihan dan ketagihan”
    “bukan artinya pak..! Tapi bagai mana kelanjutanya”
    “ya… dia adalah ilmuan yang memciptakanku dialah yang menciptakan perasaanku. Emosionalku. Dan semua yang berkaitan dengan perasaan. Dia juga sepertinya membalas cintaku”
    “lalu bagaimana pak…?” pembicaran ini semakin menarik bagiku
    “lalu datanglah pekerjaan sialan ini..!”
    “lalu bapak lebih memilih pekerjaan daripada cinta..?”
    “ya tentu… untuk itulah kita dilatih kan..?”
    “lalu apakah bapak menyesal..?”
    “setiap hari jusak… setiap hari”

    Hari mulai larut malam jendral agita memasuki tenda kapten
    “seluruh pasukan telah siap pak”
    “baiklah.. kita serang sekarang”

    Suasana hening mencekam mewarnai misi kami kali ini, dingin malam, sepinya hutan dan nyamuk yang dari tadi tak bosan bosan menggigit kulit kami pun menambah komplitnya misi ini, awalnya ini hanya misi pengintaian biasa, kami merayap di perbatasan dengan sangat hati hati, kami menaruh beberapa sniper di belakang kami, untuk berjaga jaga, jantungku berdegup kencang mengingat ini ialah pertarungan hidup dan mati

    Keanehan mulai terjadi kami melihat beberapa helikopter muncul di markas rahasia malaysia tersebut, helikopter itu membawa persenjataan seperti yang dijelaskan kapten tempo hari

    Kami tidak membiarkan penyerahan senjata itu begitu saja, sniper diperintahkan untuk menembak pilot sang helikopter, melihat kondisi itu tentara malaysia tidak tinggal diam, baku tembak pun tak terelakkan aku yang berada di posisi paling depan merasakan sensasi yang tidak terjelaskan satu peluru saja menembus kulitku dan semuanya berakhir batinku

    “AWAS..!” sang kapten berteriak padaku
    Aku menoleh dan…
    BLAM.. BLAM.. BLAM… suara peluru itu berdenging di kepalaku, aku tergeletak, kapten melindungiku, beberapa peluru menembus kulit besinya, aku merasa sangat bersalah karena melamun dalam tugas…

    Sebuah geranat terlempar ke arahku, Dan..
    BUUMMM… semuanya menjadi gelap

    Sebuah pesawat hercules yang kami tumpangi melesat kencang, menembus awan, aku duduk di kursi panjang bersama teman temanku. dan di depanku ini ialah kaptenku

    di kantor presiden
    “apa yang kau pikirkan sak…!?” bentak pak presiden padaku
    “kau memata matai Robert Kuok orang terkaya malaysia?”

    Situasi tegang menguasai istana presiden saat ini, kondisiku disini sangat terpojok mengingat semua kesalahan tertuju padaku, aku tidak berani menatap wajah pak presiden ke tujuh republik indonesia itu.
    “jadi kalian memata matai robert kuok, lalu menyadap teleponnya…?, lalu kalian mengintai markas rahasia malaysia di perbatasan lalu menghancurkannya…? apa yang perlu aku ketahui lagi jusak…?”
    “maaf pak..”
    “bagaimana jika malaysia mengumbar ini di rapat PBB jusak, apa yang akan kukatakan..?”
    Kondisiku semakin terpojok dengan pernyataan pernyataan itu
    “tapi… baguslah terkadang mereka juga perlu berperang sungguhan” kata pak presiden dengan senyum di pipinya
    seketika aku menjadi lega, kondisi istana negara yang tegang pun menjadi lebih baik, beberapa penjaga presiden pun terlihat senyum senyum melihat pernyataan dari pak presiden
    “oh iya tapi kita kehilangan oxob ya…”
    Mendengar itu aku menjadi sangat sedih… mengingat bahwa kapten merupakan orang yang selalu membantuku dan merawatku, aku berusaha menyembunyikan kesedihanku di depan pak peresiden tapi air mataku mencair tanpa aku sadari, melihat kondisi itu pak peresiden mengalihkan pembicaraan
    “lalu bagaimana dengan rio haryanto”
    Mendengar itu aku langsung tersadar dari kesedihanku
    “kami berhasil membujuk direktur pertamina agar membantunya pak, mereka bilang kalau mereka akan mensponsori manor racing”
    “baguslah kalau begitu”
    “oh iya TELKOMSEL juga katanya akan mengumpulkan donasi pak”
    “ow kedengaranya bagus, kamu juga bersiap siap karena besok pelantikanmu”
    “maksudnya pak…?”
    “dengan matinya oxob, comando city force butuh kapten baru, dan karena kau yang paling layak kau yang terpilih”
    “lalu bagaimana dengan yang lainnya pak…?”
    “mereka yang mengusulkanmu”
    Aku senang karena mereka mempercayakan comando city force padaku, tapi…
    “aku belum bisa pak…”
    “kenapa”
    “aku belum bisa menggantikan kapten oxob”
    “jusak, oxob itu hanyalah robot… dia tidak menerima napas dari tuhan di hari ke 6, jadi karena dia tidak berasal dari tuhan, dia juga tidak akan kembali ke tuhan, bahkan ketika kamu mati kau takkan bertemu dengannya di surga…”
    terdengar sakit tapi aku tidak bisa berbuat apa apa, aku berusaha merelakan kepergian kapten oxob, aku akan menjadi seperti kapten oxob, aku pasti bisa, AKU PASTI BISA..!
    “BAIK PAK AKU SETUJU MENJADI THE NEXT COMMANDO”

    Di ruang pelantikan comando city force
    “lo tau dia adalah cewek paling cakep di comando city force, dan semua cowok naksir sama dia”
    Aku tidak sengaja mendengar percakapan juniorku

    Cerpen Karangan: Jusak Kencana
    Facebook: Jusak Kencana Sinuraya

    Artikel Terkait

    Me Is The Next Commando (Part 1)
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email