Judul Cerpen Menjemput Pagi
Selamat pagi, perkenalkan namaku Muhammad Rizki Aminullah, kalian bisa memanggilku Riski. Umurku 8 tahun, sekarang aku duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar. Di sekolah aku memiliki banyak teman, namun teman yang rumahnya dekat dengan rumahku hanya ada tiga orang yaitu: Nova, Dodi dan Aku sendiri. Rumah kami berdekatan meskipun kami tinggal bukan di perumahan yang mewah.
Setiap pagi aku bangun pukul 04.00 Wib, kebiasaan ini selalu kami lakukan setiap pagi, konon nenek-kakek kami juga melakukan hal yang sama kepada bapak-ibu kami. Karena sangat pentingnya aku dan adikku harus bangun pagi meskipun kami sedang sakit.
“nak, segera ke masjid sebentar lagi azan subuh” ajak ayah.
Setelah aku dan adikku bangun, kami sekeluarga berangkat ke masjid yang letaknya tidak jauh dari rumah kami. Kadang kalau aku dan adikku ketiduran saat sholat subuh karena tidur kami kemalaman alhasil ayahlah yang membangunkan kami berdua.
Berbeda dengan Nova, teman perempuanku ini menjemput paginya dengan membantu ibunya memasak. Mereka adalah keluarga pedagang, tak heran mereka harus masak dalam jumlah yang banyak pada pagi hari. Setelah semua matang ibunya menjual makanannya di warung depan kampung kami. Iseng-iseng aku pernah bertanya pada Nova.
“emang kamu gak cape membantu ibumu setiap pagi?” tanyaku.
“nggak kok, kan cuma bantu-bantu yang ringan aja”
Di kelas Nova adalah anak yang pandai, nilainya hampir sempurnya terutama dalam mata pelajaran matematika.
Berbeda pula dengan Dodi, ia menjemput paginya dengan berolahraga. pada hari minggu atau hari libur sekolah ia selalu olahraga renang, tapi di hari-hari masuk sekolah ia hanya lari pagi. Kebiasaan ini dilakukannya sejak kecil, suatu hari nanti ia memiliki impian untuk menjadi seorang atlet. Kadang saat kami sekeluarga pulang dari masjid kami sering bertemu dengannya di jalan, biasanya aku diajak lari tetapi aku sering menolak karena harus membantu ibu menyiapkan sarapan pagi.
Teman-teman itu semua cara kami dalam menjemput pagi, bagaimana dengan kalian? Apa yang kalian lakukan untuk menjemput pagi kalian? Ayo kita jemput pagi kita dengan penuh semangat.
Cerpen Karangan: Budi Santoso
Blog: pendidikanwatak.blogspot.co.id
Selamat pagi, perkenalkan namaku Muhammad Rizki Aminullah, kalian bisa memanggilku Riski. Umurku 8 tahun, sekarang aku duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar. Di sekolah aku memiliki banyak teman, namun teman yang rumahnya dekat dengan rumahku hanya ada tiga orang yaitu: Nova, Dodi dan Aku sendiri. Rumah kami berdekatan meskipun kami tinggal bukan di perumahan yang mewah.
Setiap pagi aku bangun pukul 04.00 Wib, kebiasaan ini selalu kami lakukan setiap pagi, konon nenek-kakek kami juga melakukan hal yang sama kepada bapak-ibu kami. Karena sangat pentingnya aku dan adikku harus bangun pagi meskipun kami sedang sakit.
“nak, segera ke masjid sebentar lagi azan subuh” ajak ayah.
Setelah aku dan adikku bangun, kami sekeluarga berangkat ke masjid yang letaknya tidak jauh dari rumah kami. Kadang kalau aku dan adikku ketiduran saat sholat subuh karena tidur kami kemalaman alhasil ayahlah yang membangunkan kami berdua.
Berbeda dengan Nova, teman perempuanku ini menjemput paginya dengan membantu ibunya memasak. Mereka adalah keluarga pedagang, tak heran mereka harus masak dalam jumlah yang banyak pada pagi hari. Setelah semua matang ibunya menjual makanannya di warung depan kampung kami. Iseng-iseng aku pernah bertanya pada Nova.
“emang kamu gak cape membantu ibumu setiap pagi?” tanyaku.
“nggak kok, kan cuma bantu-bantu yang ringan aja”
Di kelas Nova adalah anak yang pandai, nilainya hampir sempurnya terutama dalam mata pelajaran matematika.
Berbeda pula dengan Dodi, ia menjemput paginya dengan berolahraga. pada hari minggu atau hari libur sekolah ia selalu olahraga renang, tapi di hari-hari masuk sekolah ia hanya lari pagi. Kebiasaan ini dilakukannya sejak kecil, suatu hari nanti ia memiliki impian untuk menjadi seorang atlet. Kadang saat kami sekeluarga pulang dari masjid kami sering bertemu dengannya di jalan, biasanya aku diajak lari tetapi aku sering menolak karena harus membantu ibu menyiapkan sarapan pagi.
Teman-teman itu semua cara kami dalam menjemput pagi, bagaimana dengan kalian? Apa yang kalian lakukan untuk menjemput pagi kalian? Ayo kita jemput pagi kita dengan penuh semangat.
Cerpen Karangan: Budi Santoso
Blog: pendidikanwatak.blogspot.co.id
Menjemput Pagi
4/
5
Oleh
Unknown
