Judul Cerpen Penyesalanku
Namaku Febi. Aku dari keluarga yang kaya namun ayahku adalah orang yang tidak bertanggung jawab, ia selalu marah dan memukuli ibuku sampai ia terluka. keluargaku tidaklah harmonis, setiap hari aku selalu melihat kedua orangtuaku berkelahi. Hingga sampai saat itu aku sangat membenci seorang lelaki.
Pada suatu hari ada seorang laki-laki yang mencintaiku namanya Galang namun aku berpikir seorang lelaki hanya bisa mempermainkan hati seorang wanita saja, aku pun menjauh darinya, namun galang selalu berusaha untuk membuatku yakin jika tak semua lelaki hanya bisa membuat wanita bersedih, Ia berhasil, berhasil membuat hatiku takluk olehnya aku pun mencintainya.
Semakin hari rasa cintaku semakin besar ia selalu menjadikanku wanita istimewa hingga pada saat itu aku dan galang meresmikan status kita. 2 tahun aku lalui hariku dengannya, semakin lama aku merasa bosan hingga sampai hati ini mencintai pria lain, ia bernama Eza. Seperti hari biasanya aku sering pergi dengan Galang namun hari ini aku menolak ajakan galang, aku pun pergi dengan Eza, saat aku sedang bersama Eza tanpa kusadari galang berada di tempat yang sama namun galang pergi dan seperti tidak melihatku, disana hatiku pun terasa lega.
Paginya aku berangkat sekolah namun hari ini aku tidak melihat galang dan kata temannya galang pindah sekolah, ia hanya menitipkan selembar kertas yang tertuliskan:
Dear Febi
Aku selalu mencintaimu setulus hatiku apa salahku sampai kau acuh padaku? Kabar dariku tak kau hiraukan, aku tak mengerti apa yang terjadi denganmu? Apakah ada yang lain di hatimu? percayalah, walau apapun terjadi pada kita aku akan selalu mencintaimu. Semoga kau bahagia dengan lelaki pilihanmu, terimakasih atas warna yang kau lukis untukku.
Mungkin dengan kepergianku kau bisa bahagia dengan lelaki pilihanmu tapi ingatlah cintaku takkan pernah pudar sampai kapanpun, umurku selama yang kau mau dan kedatanganku serta kepergianku selama yang kau inginkan.
Betapa sabarnya galang, betapa setianya dia kepadaku, mengapa aku mengecewakannya, mengapa aku tak bisa bersyukur atas apa yang telah tuhan kasih dan berikan kepadaku. Hingga aku sadar bahwa aku telah melukai hatinya, aku berjanji akan menunggunya dan menanti sampai ia kembali.
3 tahun berlalu galang tak kunjung kembali hingga aku bertekad untuk pergi ke rumahnya, ternyata benar aku bertemu dengan orangtuanya namun betapa terkejutnya aku setelah aku dengar dari kedua orangtuanya kalau selama 3 tahun ini ia bukanlah bersekolah namun ia terbaring lemas di rumah sakit, namun aku terlambat, ia sudah tiada satu minggu yang lalu karena kanker otak yang dideritanya selama 3 tahun ini, ia selalu berharap kedatanganku namun bodohnya aku yang tidak mengetahui ini semua, aku menyesal aku tak bisa membuatnya bahagia di akhir hidupnya aku hanya membuatnya kecewa maaf pun sudah terlambat.
Cerpen Karangan: Isti
Facebook: Istikharoh
Namaku Febi. Aku dari keluarga yang kaya namun ayahku adalah orang yang tidak bertanggung jawab, ia selalu marah dan memukuli ibuku sampai ia terluka. keluargaku tidaklah harmonis, setiap hari aku selalu melihat kedua orangtuaku berkelahi. Hingga sampai saat itu aku sangat membenci seorang lelaki.
Pada suatu hari ada seorang laki-laki yang mencintaiku namanya Galang namun aku berpikir seorang lelaki hanya bisa mempermainkan hati seorang wanita saja, aku pun menjauh darinya, namun galang selalu berusaha untuk membuatku yakin jika tak semua lelaki hanya bisa membuat wanita bersedih, Ia berhasil, berhasil membuat hatiku takluk olehnya aku pun mencintainya.
Semakin hari rasa cintaku semakin besar ia selalu menjadikanku wanita istimewa hingga pada saat itu aku dan galang meresmikan status kita. 2 tahun aku lalui hariku dengannya, semakin lama aku merasa bosan hingga sampai hati ini mencintai pria lain, ia bernama Eza. Seperti hari biasanya aku sering pergi dengan Galang namun hari ini aku menolak ajakan galang, aku pun pergi dengan Eza, saat aku sedang bersama Eza tanpa kusadari galang berada di tempat yang sama namun galang pergi dan seperti tidak melihatku, disana hatiku pun terasa lega.
Paginya aku berangkat sekolah namun hari ini aku tidak melihat galang dan kata temannya galang pindah sekolah, ia hanya menitipkan selembar kertas yang tertuliskan:
Dear Febi
Aku selalu mencintaimu setulus hatiku apa salahku sampai kau acuh padaku? Kabar dariku tak kau hiraukan, aku tak mengerti apa yang terjadi denganmu? Apakah ada yang lain di hatimu? percayalah, walau apapun terjadi pada kita aku akan selalu mencintaimu. Semoga kau bahagia dengan lelaki pilihanmu, terimakasih atas warna yang kau lukis untukku.
Mungkin dengan kepergianku kau bisa bahagia dengan lelaki pilihanmu tapi ingatlah cintaku takkan pernah pudar sampai kapanpun, umurku selama yang kau mau dan kedatanganku serta kepergianku selama yang kau inginkan.
Betapa sabarnya galang, betapa setianya dia kepadaku, mengapa aku mengecewakannya, mengapa aku tak bisa bersyukur atas apa yang telah tuhan kasih dan berikan kepadaku. Hingga aku sadar bahwa aku telah melukai hatinya, aku berjanji akan menunggunya dan menanti sampai ia kembali.
3 tahun berlalu galang tak kunjung kembali hingga aku bertekad untuk pergi ke rumahnya, ternyata benar aku bertemu dengan orangtuanya namun betapa terkejutnya aku setelah aku dengar dari kedua orangtuanya kalau selama 3 tahun ini ia bukanlah bersekolah namun ia terbaring lemas di rumah sakit, namun aku terlambat, ia sudah tiada satu minggu yang lalu karena kanker otak yang dideritanya selama 3 tahun ini, ia selalu berharap kedatanganku namun bodohnya aku yang tidak mengetahui ini semua, aku menyesal aku tak bisa membuatnya bahagia di akhir hidupnya aku hanya membuatnya kecewa maaf pun sudah terlambat.
Cerpen Karangan: Isti
Facebook: Istikharoh
Penyesalanku
4/
5
Oleh
Unknown
