Judul Cerpen Terowongan Bright City
Bagian paling utara Bright City, salah satu sudut kota yang selalu sepi. Salah satu sudut kota yang selalu sepi. Di dekat Bright City, ada sebuah terowongan yang menghubungkan Bright CIty dengan kota sebelah. Namun, saat ini sudah ada jalan lain menuju kota sebelah. Warga Bright City tidak menyukai terowongan yang gelap, maka dibuatlah jalan lain.
Suatu hari, seorang gadis memasuki terowongan tersebut. Ia penasaran, mengapa terowongan tersebut tidak digunakan lagi. Kemudian, gadis itu memutuskan menyelidiki terowongan Bright City.
Di samping terowongan, duduklah seorang gelandangan yang tinggal di dekat terowongan. Gelandangan itu melihat seorang gadis hendak memasuki terowongan.
“Heeei…! Naaak! Jangan masuuk! Kembali! Kembali!” Gelandangan itu terbirit-birit menghampiri si gadis ‘kepo’. Tapi sudah terlambat. Gadis itu menghilang.
Si Gelandangan yang bernama Dun menghela nafas. Ia berjalan lunglai menuju samping terowongan. Tangannya meraih sepotong batu kapur. Dun membuat sebuah tanda X di dinding terowongan. Sekarang, tanda X tersebut berjumlah 10. Kemudian Si Gelandangan kembali duduk di batu, menatap kosong terowongan.
Cerpen Karangan: Rumaisha El Ghumayda
Bagian paling utara Bright City, salah satu sudut kota yang selalu sepi. Salah satu sudut kota yang selalu sepi. Di dekat Bright City, ada sebuah terowongan yang menghubungkan Bright CIty dengan kota sebelah. Namun, saat ini sudah ada jalan lain menuju kota sebelah. Warga Bright City tidak menyukai terowongan yang gelap, maka dibuatlah jalan lain.
Suatu hari, seorang gadis memasuki terowongan tersebut. Ia penasaran, mengapa terowongan tersebut tidak digunakan lagi. Kemudian, gadis itu memutuskan menyelidiki terowongan Bright City.
Di samping terowongan, duduklah seorang gelandangan yang tinggal di dekat terowongan. Gelandangan itu melihat seorang gadis hendak memasuki terowongan.
“Heeei…! Naaak! Jangan masuuk! Kembali! Kembali!” Gelandangan itu terbirit-birit menghampiri si gadis ‘kepo’. Tapi sudah terlambat. Gadis itu menghilang.
Si Gelandangan yang bernama Dun menghela nafas. Ia berjalan lunglai menuju samping terowongan. Tangannya meraih sepotong batu kapur. Dun membuat sebuah tanda X di dinding terowongan. Sekarang, tanda X tersebut berjumlah 10. Kemudian Si Gelandangan kembali duduk di batu, menatap kosong terowongan.
Cerpen Karangan: Rumaisha El Ghumayda
Terowongan Bright City
4/
5
Oleh
Unknown
