Hantu di Jembatan Suramadu

Baca Juga :
    Judul Cerpen Hantu di Jembatan Suramadu

    Dikisahkan, ada seorang petapa yang mengalami kecelakaan di Jembatan Suramadu. Petapa itu sedang berjalan kaki melewati jembatan itu untuk menuju hutan pinus. Namun sayang, di tengah jembatan, Sang petapa tertabarak sebuah bus berwarna merah.

    Seminggu setelah dikuburkannya Petapa, arwah Petapa itu selalu mengamuk jika ada bus berwarna merah yang melewati Jembatan Suramadu. Maka tak jarang bila sering terjadi kecelakaan di Jembatan Suramadu. Apalagi bus berwarna merah.

    Maka, warga Jawa Timur takut melewati Jembatan Suramadu. Hingga akhirnya, dipanggilah seorang kyai yang bernama Syabani. Kyai Syabani mengusir arwah Sang Petapa dengan membaca doa-doa. Tetapi tidak berhasil. Dicoba lagi dengan mantra ajaib, tetap tidak bisa.

    Lalu, Kyai Syabani membacakan ayat kursi serta membakar arwah petapa. Arwah Petapa itu pun menghilang. Tetapi, tetap sesekali muncul. Orang Jawa Timur menyebut hantu itu dengan ‘Duparah’ yang diambil dari Suramadu, Petapa dan merah.

    Hingga sekarang, selalu ada tulisan ‘berhati-hatilah dengan Duparah, karena bisa marah!’ Tulisan itu dibuat dengan tujuan kita harus selalu waspada dan berhati-hati.

    Cerpen Karangan: Hasna Naqiyya Mujahida (Hasna)

    Artikel Terkait

    Hantu di Jembatan Suramadu
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email