Judul Cerpen Boyfriend and Best Friend
Namaku Marsya, aku terlahir dari keluarga yang kaya. Aku anak bungsu dari dua bersaudara. Kakakku bernama Carisya, ia sudah kuliah dan jarang pulang ke rumah. Orangtuaku sangat sibuk dengan pekerjaannya dan melupakanku yang masih kelas 2 SMP yang selalu ditinggal kerja. Orangtuaku tak pernah ambil cuti hanya untuk menemaniku. Aku selalu di rumah bersama Bi Kinan dan Nenek. Sahabatku, Driana. Selalu datang berkunjung untuk mengajakku jalan-jalan atau pun bermain juga belajar bersama. Aku sudah menganggap Driana adalah kakakku sendiri. Kak Carisya orangnya cuek denganku.
Suatu hari
“Halo ada yang bisa saya bantu?”
“Halo, saya Driana. Saya ingin berbicara dengan Marsya” jawab Driana di dalam telepon
“Marsya! Temanmu menelepon!” panggil Nenek, aku segera turun dan mengambil telepon dari tangan Nenek
“Halo Driana”
“Halo Marsya, aku lagi di jalan nih. Macet lampu merah, kamu siap-siap gih. Aku pengen ajak kamu ke suatu tempat yang pasti kamu gak tahu” kata Driana lalu menutup telepon.
Aku segera bersiap-siap dan make up terlebih dahulu. Lalu, aku menunggu Driana sambil chattingan dengan Kekasihku, Bayu. Kami baru menjalin hubungan 2 bulan mudah-mudahan baik-baik saja.
Tin… tin… aku segera membopong tas selempangku yang berisi Dompet, handphone dan Headset juga dompet berisi benda-benda make up kalau make upnya luntur.
Di suatu tempat
“buka matamu” kata Driana
Aku membuka mataku dan terkejut “Funfair!” seruku
“yup, Funfair biar kamu gak sedih lagi tentunya. Aku juga masih ada satu suprise” kata Driana, tiba-tiba datanglah Bayu sambil membawa sebuket mawar “Happy anniversary Sayang” kata bayu sambil memberiku sebuket mawar dan memelukku. Oh aku lupa, hari ini adalah Happy Anniversaryku dengan Bayu yang ke-3.
Di wahana Funfair, aku dan bayu memegang tangan mesra. Bayu juga merangkulku. Driana hanya tersenyum bisa melihatku bahagia. Kami mencoba semua wahana sampai Driana muntah-muntah. Kami memberinya Minyak kayu putih dan ia sudah mendingan
“Maafin ya Driana” kataku sambil memeluknya penuh penyesalan
“gak apa Marsya, yang penting aku gak mau kamu sedih lagi Mar. Aku memang gak bisa bahagia, tapi aku bisa ngerasain bahagia kalo kamu gak terus-terusan sedih Mar” kata Driana.
‘kita bisa ngerasain kalo kita bisa ngelawan rasa sakit yang kita alami’
Cerpen Karangan: Hanania
Namaku Marsya, aku terlahir dari keluarga yang kaya. Aku anak bungsu dari dua bersaudara. Kakakku bernama Carisya, ia sudah kuliah dan jarang pulang ke rumah. Orangtuaku sangat sibuk dengan pekerjaannya dan melupakanku yang masih kelas 2 SMP yang selalu ditinggal kerja. Orangtuaku tak pernah ambil cuti hanya untuk menemaniku. Aku selalu di rumah bersama Bi Kinan dan Nenek. Sahabatku, Driana. Selalu datang berkunjung untuk mengajakku jalan-jalan atau pun bermain juga belajar bersama. Aku sudah menganggap Driana adalah kakakku sendiri. Kak Carisya orangnya cuek denganku.
Suatu hari
“Halo ada yang bisa saya bantu?”
“Halo, saya Driana. Saya ingin berbicara dengan Marsya” jawab Driana di dalam telepon
“Marsya! Temanmu menelepon!” panggil Nenek, aku segera turun dan mengambil telepon dari tangan Nenek
“Halo Driana”
“Halo Marsya, aku lagi di jalan nih. Macet lampu merah, kamu siap-siap gih. Aku pengen ajak kamu ke suatu tempat yang pasti kamu gak tahu” kata Driana lalu menutup telepon.
Aku segera bersiap-siap dan make up terlebih dahulu. Lalu, aku menunggu Driana sambil chattingan dengan Kekasihku, Bayu. Kami baru menjalin hubungan 2 bulan mudah-mudahan baik-baik saja.
Tin… tin… aku segera membopong tas selempangku yang berisi Dompet, handphone dan Headset juga dompet berisi benda-benda make up kalau make upnya luntur.
Di suatu tempat
“buka matamu” kata Driana
Aku membuka mataku dan terkejut “Funfair!” seruku
“yup, Funfair biar kamu gak sedih lagi tentunya. Aku juga masih ada satu suprise” kata Driana, tiba-tiba datanglah Bayu sambil membawa sebuket mawar “Happy anniversary Sayang” kata bayu sambil memberiku sebuket mawar dan memelukku. Oh aku lupa, hari ini adalah Happy Anniversaryku dengan Bayu yang ke-3.
Di wahana Funfair, aku dan bayu memegang tangan mesra. Bayu juga merangkulku. Driana hanya tersenyum bisa melihatku bahagia. Kami mencoba semua wahana sampai Driana muntah-muntah. Kami memberinya Minyak kayu putih dan ia sudah mendingan
“Maafin ya Driana” kataku sambil memeluknya penuh penyesalan
“gak apa Marsya, yang penting aku gak mau kamu sedih lagi Mar. Aku memang gak bisa bahagia, tapi aku bisa ngerasain bahagia kalo kamu gak terus-terusan sedih Mar” kata Driana.
‘kita bisa ngerasain kalo kita bisa ngelawan rasa sakit yang kita alami’
Cerpen Karangan: Hanania
Boyfriend and Best Friend
4/
5
Oleh
Unknown
