Judul Cerpen Hadiah Ulang Tahunku
Waktu menunjukan pukul 00:01 WIB, hari ini merupakan ulang tahunku, tapi tak ada yang mengucapkan “selamat ulang tahun!”, “HBD!!” Atau apalah. Kulihat handphone, ada satu pesan, kubuka, yah ternyata dari operator, hah dasar operator! Bilang selamat ulang tahun kek!. Umurku sekarang menginjak 17 tahun, abg-abg jaman sekarang mungkin mengatakan sweet seventen, apanya yang manis?, pahit lebih pahit dari buah madja. Ah biarlah, mungkin teman-temanku lupa atau tidak tahu.
Suasana malam ini berbeda dari sebelumnya, hening, jangkrik pun tak berderik. Biasanya jam segini masih ada orang yang melewati kontrakanku, habis pulang kerja, atau pun apalah kau tahu sendiri mungkin kalau hidup di kota.
Tiba-tiba handphoneku bergetar, aku cek ternyata ada pesan yang masuk “Selamat ulang tahun!!…” Akhirnya ada yang mengucapkan juga, tapi pesan itu belum selesai “…aku punya hadiah untukmu, sekarang keluarlah!” Itulah pesan yang kuterima, awalnya aku senang, tapi rasa takutku muncul karena si pengirim pesan tidak kuketahui dari siapa hanya nomor saja, dan aku lihat ujung nomornya “666”, Itu kan nomor… aku mulai khawatir, ah tapi aku tepis jauh-jauh perasaan khawatir dan takutku, itu cuman kebetulan atau mungkin teman-temanku yang akan memberikan surprise.
Setelah membaca pesan itu aku langsung bergegas untuk ke luar rumah. Ku membuka pintu, dan… tidak ada apa pun yang ada hanya keset yang bertuliskan “welcome”. Aku celingak celinguk, mondar mandir. Nihil, gak ada apapun. Apa si pengirimnya mengerjaiku. Aku sedikit kesal, yah sudahlah, mungkin hanya orang iseng, aku putuskan untuk kembali masuk ke rumah.
Pada saat ku memegang knop pintu, tiba-tiba “brak…!!” Kemudian aku langsung berbalik, ternyata ada yang melempariku sebuah kotak, aku heran kenapa malam-malam ada yang mengirim paket padaku. Lalu aku hampiri kotak tersebut, tapi mana kurirnya, kutengok kiri, kanan, atas, bawah, tidak ada satu pun manusia. Aku pun penasaran apa isi kotak tersebut. Rasa penasaran itulah yang membuatku ingin membuka kotak tersebut, dan pada saat kubuka… semua lampu mati. Kini perasaan takutku muncul kembali, tapi pada saat aku melihat isi kotak itu, bukan main aku kaget setengah mati rasa takutku semakin memuncak, meskipun keadaan sekitar remang-remang aku tahu itu kepala manusia bukan kelapa ataupun kepala boneka, aku mencium bau anyir aroma darah, kemudian aku mundur beberapa langkah. Si pengirim kotak ini mungkin sudah gila apa!, mengirim kepala orang.
Tiba tiba ada suara “HAHAHA! Itu adalah hadiah untukmu, kau senang?!” ucap suara yang entah dari mana asalnya, kulihat sekeliling dan saat ku melihat ke sebelah kanan ada seseorang yang sedang memegang kapak, dan matanya merah, mungkin dia sakit mata, tapi sepertinya ia tidak sedang sakit mata, “wuushhh…” tiba-tiba kapak melayang ke arahku dan tepat mengenai leherku “aakkhh..” teriakku. Kepalaku tergeletak dan menggelinding ke arah seseorang misterius, kemudian ia memasukannya ke dalam kotak yang ia bawa “Aku akan memberikan hadiah juga untuk yang berulang tahun besok!! Tunggu saja!”
THE END
Cerpen Karangan: Arie Wijaya
Facebook: Naoki wijaya (Array)
Waktu menunjukan pukul 00:01 WIB, hari ini merupakan ulang tahunku, tapi tak ada yang mengucapkan “selamat ulang tahun!”, “HBD!!” Atau apalah. Kulihat handphone, ada satu pesan, kubuka, yah ternyata dari operator, hah dasar operator! Bilang selamat ulang tahun kek!. Umurku sekarang menginjak 17 tahun, abg-abg jaman sekarang mungkin mengatakan sweet seventen, apanya yang manis?, pahit lebih pahit dari buah madja. Ah biarlah, mungkin teman-temanku lupa atau tidak tahu.
Suasana malam ini berbeda dari sebelumnya, hening, jangkrik pun tak berderik. Biasanya jam segini masih ada orang yang melewati kontrakanku, habis pulang kerja, atau pun apalah kau tahu sendiri mungkin kalau hidup di kota.
Tiba-tiba handphoneku bergetar, aku cek ternyata ada pesan yang masuk “Selamat ulang tahun!!…” Akhirnya ada yang mengucapkan juga, tapi pesan itu belum selesai “…aku punya hadiah untukmu, sekarang keluarlah!” Itulah pesan yang kuterima, awalnya aku senang, tapi rasa takutku muncul karena si pengirim pesan tidak kuketahui dari siapa hanya nomor saja, dan aku lihat ujung nomornya “666”, Itu kan nomor… aku mulai khawatir, ah tapi aku tepis jauh-jauh perasaan khawatir dan takutku, itu cuman kebetulan atau mungkin teman-temanku yang akan memberikan surprise.
Setelah membaca pesan itu aku langsung bergegas untuk ke luar rumah. Ku membuka pintu, dan… tidak ada apa pun yang ada hanya keset yang bertuliskan “welcome”. Aku celingak celinguk, mondar mandir. Nihil, gak ada apapun. Apa si pengirimnya mengerjaiku. Aku sedikit kesal, yah sudahlah, mungkin hanya orang iseng, aku putuskan untuk kembali masuk ke rumah.
Pada saat ku memegang knop pintu, tiba-tiba “brak…!!” Kemudian aku langsung berbalik, ternyata ada yang melempariku sebuah kotak, aku heran kenapa malam-malam ada yang mengirim paket padaku. Lalu aku hampiri kotak tersebut, tapi mana kurirnya, kutengok kiri, kanan, atas, bawah, tidak ada satu pun manusia. Aku pun penasaran apa isi kotak tersebut. Rasa penasaran itulah yang membuatku ingin membuka kotak tersebut, dan pada saat kubuka… semua lampu mati. Kini perasaan takutku muncul kembali, tapi pada saat aku melihat isi kotak itu, bukan main aku kaget setengah mati rasa takutku semakin memuncak, meskipun keadaan sekitar remang-remang aku tahu itu kepala manusia bukan kelapa ataupun kepala boneka, aku mencium bau anyir aroma darah, kemudian aku mundur beberapa langkah. Si pengirim kotak ini mungkin sudah gila apa!, mengirim kepala orang.
Tiba tiba ada suara “HAHAHA! Itu adalah hadiah untukmu, kau senang?!” ucap suara yang entah dari mana asalnya, kulihat sekeliling dan saat ku melihat ke sebelah kanan ada seseorang yang sedang memegang kapak, dan matanya merah, mungkin dia sakit mata, tapi sepertinya ia tidak sedang sakit mata, “wuushhh…” tiba-tiba kapak melayang ke arahku dan tepat mengenai leherku “aakkhh..” teriakku. Kepalaku tergeletak dan menggelinding ke arah seseorang misterius, kemudian ia memasukannya ke dalam kotak yang ia bawa “Aku akan memberikan hadiah juga untuk yang berulang tahun besok!! Tunggu saja!”
THE END
Cerpen Karangan: Arie Wijaya
Facebook: Naoki wijaya (Array)
Hadiah Ulang Tahunku
4/
5
Oleh
Unknown
