Sahabat Yang Tak Aku Sangka

Baca Juga :
    Judul Cerpen Sahabat Yang Tak Aku Sangka

    Kembang api bertaburan di sela-sela pergantian tahun, aku menatap bintang seorang diri di tengah-tengah gelapnya malam.

    Awal tahun baru yang lalu, hmmm mungkin itu awal dari cerita ini. Awalnya aku SMS seseorang yang tak aku kenal sebelumnya, aku minta nomor hapenya lewat obrolan yang ada di facebook aku minta nomor hapenya karena penasaran dengan orang tersebut dari status-status di facebooknya yang aku suka.

    To: 085842172200
    Asalamualaikum, boleh ganggu gak?

    From: 085842172200
    Waalaikumsalam, iya nggak pa2, siapa ya?

    To: 085842172200
    hmzt aku Dinda yang ngirim pesan di fb tadi.

    From: 085842172200
    oh iya, ada yang bisa saya bantu?

    Saya mengenalkan diri melalui SMS dan dia namanya adalah Romeo, kami membicarakan tentang makanan favorit, minuman favorit dan warna kesukaan masing-masing. Romeo makanan favoritnya Capcay sedangkan aku makanan favoritnya itu nasi goreng. Minuman favorit Romeo itu teh manis yang agak panas katanya dan romeo paling suka kalau teh manis buatan ibunya kata Romeo. Kalau aku sih nggak suka sama teh manis aku sukanya sama es teh manis aku suka banget. Dari makanan favorit dan minuman favorit itu nggak ada yang sama tapi setelah itu aku tanya tentang warna kesuakaan dan ternyata Romeo dan aku punya selera warna kesukaan yang sama yaitu warna merah. Waktu pertama SMSan sampai hampir jam 12 malam. Menurut aku romeo itu orangnya asik jadi kalau SMSan itu nggak bosenin, ada bercandanya ada seriusnya jadi nggak terlalu teganglah. Hampir setiap hari aku selalu SMS sama romeo itu walaupun dengan SMS “malem” kaya begitu tapi nanti jadi panjang kaya cerita-cerita sama curhat-curhat gitu.

    Setiap malam aku sering curhat sama Romeo yang aku kenal lewat facebook itu ternyata orangnya asik banget. Aku sering curhat tentang masalah sekolah, masalah keluarga dan masalah hari-hariku lewat SMS dan Romeo ngasih saran-saran kepada aku dari masalah-masalah yang aku alami itu. Yang aku rasain sih nyaman deket sama dia walaupun lewat SMS, aku juga sering dikasih motivasi-motivasi sama Romeo. Kami udah deketlah tapi nggak pernah ketemu. Karena orang yang aku SMS itu rumahnya jauh di Bandung dan dia masih kuliah juga sedangkan aku masih di bangku SMA Kota Semarang.

    Hari pun berganti…
    Sudah tiga bulan kami bercanda dan ngobrol hanya lewat SMS, kadang di facebook, rasanya pengen ketemu banget tapi rasanya nggak mungkin karena rumah Romeo itu jauh. Tapi Romeo pernah bilang sih kalau dia katanya mau ke rumah saudaranya yang ada di kota Semarang, tapi romeo sengaja nggak tanya rumah aku tepatnya dimana karena menurut romeo itu kalau sudah ditakdirkan bertemu ya bertemu biar menjadi kejutan katanya. Bener juga sih tapi kenapa sih pake acara kaya gituan segala.

    Bulan ke Empat yaitu bulan April, Malam ini kota Semarang terasa kelam, yang biasanya indah kini gelap tak berbintang. Aku terpaku dalam kesendirian menatapi layar hapeku. Tiba-tiba hapeku bergetar bertanda ada SMS masuk. Kulihat layar hapeku, ROMEO!

    drt… drt… drt

    From: Romeo
    Din bsk aq mau ke kota Semarang

    To: Romeo
    Semarangnya dimana? aku kan tidak tahu?
    SEND

    From: Romeo
    Klau Allah Menghendaki ktemu psti bsk kita akan ktmu kok. Selamat malam semoga kita besok bertemu ya

    To: Romeo
    Tapi?, kenapa sih nggak nyebutin tempatnya langsung?

    Itu SMS terakhir aku, romeo tidak bales lagi SMS aku. Aku tidak tahu besok aku harus kemana agar aku bisa bertemu dengan Romeo. Malam itu aku nggak bisa tidur sampai tengah malam tiba.

    Hari pun berganti.
    Sang mentari pun mulai muncul di ufuk timur, Cahayanya bersinar terang menyinari kota Semarang pada saat itu. Waktu pagi hari aku terus memandang layar hape aku berharap Romeo SMS ke aku tapi tak ada satu pun SMS yang masuk dari Romeo. Aku memutuskan untuk pergi ke Alun-alun kota Semarang berharap agar disana bertemu dengan Romeo. Aku menunggu di Alun-alun kota Semarang sampai 3 jam lamanya. huft.. rasanya capek karena yang aku tunggu nggak ada disana.
    Badanku terasa lemas, karena dari rumah tak satu pun makanan yang masuk ke dalam perutku. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke tempat makan di kota Semarang, aku mencari warung nasi goreng tapi sayang nasi gorengnya sudah habis yang tersisa hanya capcay, karena aku sudah lapar sekali akhirnya aku terpaksa memesan capcay yang sebenarnya aku kurang suka. Sambil menunggu hidangan capcay aku terus memandangi layar hape yang berharap ada SMS masuk dari Romeo huft… tapi nggak ada satupun SMS yang masuk ke hape aku.

    Tiba-tiba ada cowok datang dan langsung memesan capcay di warung itu. Cowok itu duduk pas di depan tempat duduku karena tinggal tempat duduk itu yang tersisa. Cowok itu tersenyum kepadaku sambil bilang ‘permisi’ senyum ramah. Aku pun membalas senyum ramahnya, ternyata itu Romeo.

    Cerpen Karangan: Rohawi
    Facebook: Rohawi Aquarius / facebook.com/rohawi.berkelana

    Artikel Terkait

    Sahabat Yang Tak Aku Sangka
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email