Judul Cerpen Air Mata Yang Tiada Duanya
“Sayang kita putus ya” ucap Romi dengan perasaan sedih.
“Apa! kamu nggak bisa mutusin aku gitu aja dong! apa gara-gara cewek si Sinta itu terus dia ngajak kamu jadi pacar! iya bener kan jawab Rom! cepet jawab dong!” bentakku.
“I… i.. i iya” jawab Romi dengan gugup.
Aku terkejut bukan main. Ternyata itu benar, Romi sudah pacaran dengan Sinta. Lalu aku pun segera mengambil tas dan pulang ke rumahku.
Sesampainya di sana aku langsung kesal sama yang dikatakan si Romi itu. “Huft, kenapa sih Romi pacaran sama Sinta dia kan anaknya sombong, heeehhh, benci aku sama Romi! benci!” kesalku sambil mengobrak abrik kamarku.
Setelah itu aku langsung ke kamar mandi dan mengaca ternyata aku menangis banyak sekali sampai aku tak sadar. Aku pun mengusap air mataku dan kembali ke kamarku setelah itu aku tidur.
Dan paginya aku melihat jam sudah pukul 07.45. “Astaga!!! ternyata sudah jam segini!” aku pun gelagapan mondar-mandir tanpa mandi dan langsung berangkat ke kampus.
Setelah itu aku langsung melihat Sinta dan Romi “KISS”. Aku terkejut dan langsung ke kelas.
“Eh ra kamu nggak mandi ya, hihihihi” ucap Ririn. Aku diam saja dan tidak menyahut pertanyaan si Ririn dan langsung bicara ke Romi. “Heh Rom, kamu ciuman sama Sinta ya” ucapku dengan sedikit geli.
“Ng ng ng nggak kok” ucap Romi dengan terbata bata.
“Hayoooo jujur, jangan bohong dong nanti dosa lo” tawaku.
Romi langsung meninggalkan aku dan pergi menemui Sinta. “Ah pasti dia ngomongin ke Sinta hihihihi” pikirku.
Setelah pelajaran di kelas kami pulang aku melihat Sinta dan Romi berjalan berduaan. Aku pun tiba di rumah dan menangis “hiks… hiks… hiks… hiks… kenapa sih Romi mau sama Sinta hiks… hiks…”
Tamat
Cerpen Karangan: Sabila Salwa Putri Wahyuhadi
“Sayang kita putus ya” ucap Romi dengan perasaan sedih.
“Apa! kamu nggak bisa mutusin aku gitu aja dong! apa gara-gara cewek si Sinta itu terus dia ngajak kamu jadi pacar! iya bener kan jawab Rom! cepet jawab dong!” bentakku.
“I… i.. i iya” jawab Romi dengan gugup.
Aku terkejut bukan main. Ternyata itu benar, Romi sudah pacaran dengan Sinta. Lalu aku pun segera mengambil tas dan pulang ke rumahku.
Sesampainya di sana aku langsung kesal sama yang dikatakan si Romi itu. “Huft, kenapa sih Romi pacaran sama Sinta dia kan anaknya sombong, heeehhh, benci aku sama Romi! benci!” kesalku sambil mengobrak abrik kamarku.
Setelah itu aku langsung ke kamar mandi dan mengaca ternyata aku menangis banyak sekali sampai aku tak sadar. Aku pun mengusap air mataku dan kembali ke kamarku setelah itu aku tidur.
Dan paginya aku melihat jam sudah pukul 07.45. “Astaga!!! ternyata sudah jam segini!” aku pun gelagapan mondar-mandir tanpa mandi dan langsung berangkat ke kampus.
Setelah itu aku langsung melihat Sinta dan Romi “KISS”. Aku terkejut dan langsung ke kelas.
“Eh ra kamu nggak mandi ya, hihihihi” ucap Ririn. Aku diam saja dan tidak menyahut pertanyaan si Ririn dan langsung bicara ke Romi. “Heh Rom, kamu ciuman sama Sinta ya” ucapku dengan sedikit geli.
“Ng ng ng nggak kok” ucap Romi dengan terbata bata.
“Hayoooo jujur, jangan bohong dong nanti dosa lo” tawaku.
Romi langsung meninggalkan aku dan pergi menemui Sinta. “Ah pasti dia ngomongin ke Sinta hihihihi” pikirku.
Setelah pelajaran di kelas kami pulang aku melihat Sinta dan Romi berjalan berduaan. Aku pun tiba di rumah dan menangis “hiks… hiks… hiks… hiks… kenapa sih Romi mau sama Sinta hiks… hiks…”
Tamat
Cerpen Karangan: Sabila Salwa Putri Wahyuhadi
Air Mata Yang Tiada Duanya
4/
5
Oleh
Unknown
