Judul Cerpen Malaikat Di Hatiku (Part 1)
Tidak dapat dipungkiri, Kisah ini sudah berjalan 4 bulan semejak kejadian itu, kejadian dimana secara tidak sengaja aku menyatakan perasaan ini kepada seorang wanita yang baru saja putus dari pacarnya, mungkin dikarenakan keegoisan dan kebodohanku, aku tetap berusaha mencintainya, meski tanpa tahu perasaannya yang sebenarnya.
The Beginning Episode 1 (Pertemuan).
Perkenalkan namaku sayugi, memang nama yang aneh jika dipandang sebelah mata, namun banyak yang suka dan terbiasa dengan nama ini, nama yang cukup unik dan hanya ada satu-satunya di dunia, menurut google sih, kali ini aku akan menceritakan tentang bagaimana pertemuanku dengan seseorang yang tidak disengaja menjadi pacarku, dan menemaniku.
Flashback – 4 Bulan yang lalu – 20 Februari
Saat itu sedang diadakannya sebuah acara dari organisasi yang aku ikuti di kampus tempatku mencari ilmu disana, acara akan diadakan selama 3 hari, dan tentunya dengan para senior dan teman seangkatan, yang mungkin ini adalah ospek keempat setelah Ospek Kampus, Fakultas, dan Jurusan, membuat hati dan fikiran ini trauma akan mengerikannya ospek yang dilalui, namun semua terasa lebih terang dan berwarna karena ternyata ada teman seangkatan yang sama sama ikut dalam kegiatan ini, dialah Irma, seorang mahasiswi cantik dan lucu, dengan sikapnya yang anggun dan manis, membuat setiap pria yang memandangnya langsung luluh bagaikan es yang mencair.
Selama kegiatan berlangsung, ya seperti biasa, aku hanya memberikan sedikit senyuman kepada semuanya, karena jujur, saat itu juga aku masih trauma dengan kisah yang aku lalui sebelumnya, yap, aku putus dengan pacar yang satu jurusan denganku, dan putus dengan cara tidak bagus, dan akhirnya memberikan sedikit trauma, dan galau tingkat tinggi, namun aku hanya mampu menyembunyikan perasaan ini, menyembunyikan perasaan yang mengganggu ini, dan bersikap seolah semuanya tidak apa apa, dan normal seperti biasanya.
Hari hari menjalani kegiatan itu terasa normal tanpa adanya gangguan, dan ospek seperti yang aku fikirkan, semuanya bersikap ramah dan baik, dan pada hari kedua membuat suasana hati yang penuh dengan awan, dan gelap bagaikan tidak pernah tersinari ini berubah, untuk pertama kalinya aku berbicara dengan Irma secara pribadi, banyak sekali teman temanku yang ingin berbicara dengan Irma, hanya sekedar mengobrol atau bahkan menyatakan perasaannya.
Saat itu aku tengah duduk di jendela yang terbuka, menatap segarnya dedaunan yang masih penuh dengan embun pagi bersahaja, disinari sinar mentari pagi yang membuatnya menampakan sebuah pelangi sederhana, aku terduduk sendiri, membayangkan kisah masa lalu yang ingin sekali hilang ditelan bumi.
“huh, sialnya aku, baru masuk kuliah, punya pacar, eh pacarnya ternyata kayak gitu” ucapku mengeluh dalam hati.
“eh kenapa gi?.. kok ngelamun aja pagi pagi, masih pagi loh, jangan melamun aja, yang lain lagi main bola di halaman belakang, kok kamu malah melamun.” Tanya dan ucap Irma kepadaku, tanpa aku sadari dia sudah berada di sampingku.
“enggak, hanya saja meratapi nasib, betapa pedihnya dengan cinta, dan bodohnya perasaan itu.” ucapku, tanpa fikir panjang mengatakan hal tersebut, sehingga membuatnya semakin ingin menggali lebih dalam tentang perasaanku yang saat itu sedang kacau balau.
“loh emang kenapa?.. cerita dong” ucapnya dengan wajah masihnya yang tersenyum kepadaku.
Dalam hati aku berkata “manisnya, andai dulu pacarku kayak dia, pasti aku bahagia.” ucapku dalam hati. “hm enggak, hanya saja kenapa wanita itu selalu ingin menang sendiri, tidak mau mengalah, padahal jelas jelas dia salah, minta maaf juga susah” ucapku pada Irma, membuatnya semakin penasaran akan kisahku ini.
“emang kenapa sih?.. pacar ya?.. siapa sih dia?.. udah lama pacarannya” terlintas pertanyaan itu kepadaku dari Irma, membuatku kaget, bagaimana bisa gadis seperti Irma ingin mengetahui kisahku, yang sejak sekolah terkenal dengan seorang yang tersisihkan, dan tidak dikenal banyak orang.
Kemudian karena aku merasa percaya kepada Irma, untuk pertama kalinya aku, seorang sayugi, yang terkenal pendiam dan menjauhi status sosial karena menghindari masalah, mengatakan seluruh isi hati yang penuh dengan bermacam macam perasaan, kesal dan sedih aku luapkan, dan Irma, dia mendengarkan dengan baik seluruh ceritaku, memberiku saran, dan bahkan menyemangatiku, menyemangati untuk terus bertahan dan tidak pernah menyerah, wanita pertama yang mau menyemangati seorang sayugi manusia yang tersisihkan, dirinya tersenyum mendengar ceritaku, tentang kronologi bagaimana putusnya sebuah hubunganku dengan mantan yang bahkan tidak ingin aku ingat namanya, mantan yang selalu ingin menang sendiri, dan tidak mau kalah, melihat sikapnya yang baik dan seperti itu terlintas sekejap dalam fikiranku, “kenapa ada bidadari yang bisa turun kebumi, dan mengatakan kata kata bijaknya kepadaku, aku merasa beryukur, telah dipertemukan dengan dia, seorang yang peduli dengan perasaan orang lain.” ucapku dalam hati.
Namun tanpa aku fikir, hampir 1.5 jam aku bersamanya berbincang, membuat isi hati ini berubah, menjadi sedikit lebih cerah, tidak membuatku murung kembali, terasa nyaman dan tenang ketika aku berbicara dengannya, waktu terasa begitu cepat dan tidak terasa, akhirnya kami mengakhiri obrolan kami, karena dipanggil oleh senior yang akan mengadakan sebuah game, namun ternyata ada beberapa temanku yang menyangka aku dan Irma sedang PDKT, haha, aku tersenyum dalam hati, seandainya itu terjadi, aku sangat ingin.
Kemudian hari itu kami menjalani hari hari penuh dengan permainan, dimana pendekatan antar anggota semakin dipererat dan otomatis hubunganku dengan Irma juga semakin dekat, bahkan dia terus memberikan semangat untukku agar menjalani hari hariku penuh dengan keceriaan, dan tentunya itu ternyata sukses, membuat aku berubah, meski hanya sedikit, namun itu terjadi, dimana seseorang memberikan penerangan kepadaku yang sedang tersesat dalam gelapnya perasaaan.
Itulah aku dan pertemuanku dengan Irma, 3 hari yang mengubah hari hari berikutnya, hari dimana penuh dengan keceriaan dan perubahan, hari dimana aku sangat senang menjalani aktivitas, dan penuh akan semangat, yap itulah pertemuaku dengannya.
To Be Continued
Cerpen Karangan: Gylang Satria Yudha
Facebook: facebook.com/gylangsatria.yudha
Tidak dapat dipungkiri, Kisah ini sudah berjalan 4 bulan semejak kejadian itu, kejadian dimana secara tidak sengaja aku menyatakan perasaan ini kepada seorang wanita yang baru saja putus dari pacarnya, mungkin dikarenakan keegoisan dan kebodohanku, aku tetap berusaha mencintainya, meski tanpa tahu perasaannya yang sebenarnya.
The Beginning Episode 1 (Pertemuan).
Perkenalkan namaku sayugi, memang nama yang aneh jika dipandang sebelah mata, namun banyak yang suka dan terbiasa dengan nama ini, nama yang cukup unik dan hanya ada satu-satunya di dunia, menurut google sih, kali ini aku akan menceritakan tentang bagaimana pertemuanku dengan seseorang yang tidak disengaja menjadi pacarku, dan menemaniku.
Flashback – 4 Bulan yang lalu – 20 Februari
Saat itu sedang diadakannya sebuah acara dari organisasi yang aku ikuti di kampus tempatku mencari ilmu disana, acara akan diadakan selama 3 hari, dan tentunya dengan para senior dan teman seangkatan, yang mungkin ini adalah ospek keempat setelah Ospek Kampus, Fakultas, dan Jurusan, membuat hati dan fikiran ini trauma akan mengerikannya ospek yang dilalui, namun semua terasa lebih terang dan berwarna karena ternyata ada teman seangkatan yang sama sama ikut dalam kegiatan ini, dialah Irma, seorang mahasiswi cantik dan lucu, dengan sikapnya yang anggun dan manis, membuat setiap pria yang memandangnya langsung luluh bagaikan es yang mencair.
Selama kegiatan berlangsung, ya seperti biasa, aku hanya memberikan sedikit senyuman kepada semuanya, karena jujur, saat itu juga aku masih trauma dengan kisah yang aku lalui sebelumnya, yap, aku putus dengan pacar yang satu jurusan denganku, dan putus dengan cara tidak bagus, dan akhirnya memberikan sedikit trauma, dan galau tingkat tinggi, namun aku hanya mampu menyembunyikan perasaan ini, menyembunyikan perasaan yang mengganggu ini, dan bersikap seolah semuanya tidak apa apa, dan normal seperti biasanya.
Hari hari menjalani kegiatan itu terasa normal tanpa adanya gangguan, dan ospek seperti yang aku fikirkan, semuanya bersikap ramah dan baik, dan pada hari kedua membuat suasana hati yang penuh dengan awan, dan gelap bagaikan tidak pernah tersinari ini berubah, untuk pertama kalinya aku berbicara dengan Irma secara pribadi, banyak sekali teman temanku yang ingin berbicara dengan Irma, hanya sekedar mengobrol atau bahkan menyatakan perasaannya.
Saat itu aku tengah duduk di jendela yang terbuka, menatap segarnya dedaunan yang masih penuh dengan embun pagi bersahaja, disinari sinar mentari pagi yang membuatnya menampakan sebuah pelangi sederhana, aku terduduk sendiri, membayangkan kisah masa lalu yang ingin sekali hilang ditelan bumi.
“huh, sialnya aku, baru masuk kuliah, punya pacar, eh pacarnya ternyata kayak gitu” ucapku mengeluh dalam hati.
“eh kenapa gi?.. kok ngelamun aja pagi pagi, masih pagi loh, jangan melamun aja, yang lain lagi main bola di halaman belakang, kok kamu malah melamun.” Tanya dan ucap Irma kepadaku, tanpa aku sadari dia sudah berada di sampingku.
“enggak, hanya saja meratapi nasib, betapa pedihnya dengan cinta, dan bodohnya perasaan itu.” ucapku, tanpa fikir panjang mengatakan hal tersebut, sehingga membuatnya semakin ingin menggali lebih dalam tentang perasaanku yang saat itu sedang kacau balau.
“loh emang kenapa?.. cerita dong” ucapnya dengan wajah masihnya yang tersenyum kepadaku.
Dalam hati aku berkata “manisnya, andai dulu pacarku kayak dia, pasti aku bahagia.” ucapku dalam hati. “hm enggak, hanya saja kenapa wanita itu selalu ingin menang sendiri, tidak mau mengalah, padahal jelas jelas dia salah, minta maaf juga susah” ucapku pada Irma, membuatnya semakin penasaran akan kisahku ini.
“emang kenapa sih?.. pacar ya?.. siapa sih dia?.. udah lama pacarannya” terlintas pertanyaan itu kepadaku dari Irma, membuatku kaget, bagaimana bisa gadis seperti Irma ingin mengetahui kisahku, yang sejak sekolah terkenal dengan seorang yang tersisihkan, dan tidak dikenal banyak orang.
Kemudian karena aku merasa percaya kepada Irma, untuk pertama kalinya aku, seorang sayugi, yang terkenal pendiam dan menjauhi status sosial karena menghindari masalah, mengatakan seluruh isi hati yang penuh dengan bermacam macam perasaan, kesal dan sedih aku luapkan, dan Irma, dia mendengarkan dengan baik seluruh ceritaku, memberiku saran, dan bahkan menyemangatiku, menyemangati untuk terus bertahan dan tidak pernah menyerah, wanita pertama yang mau menyemangati seorang sayugi manusia yang tersisihkan, dirinya tersenyum mendengar ceritaku, tentang kronologi bagaimana putusnya sebuah hubunganku dengan mantan yang bahkan tidak ingin aku ingat namanya, mantan yang selalu ingin menang sendiri, dan tidak mau kalah, melihat sikapnya yang baik dan seperti itu terlintas sekejap dalam fikiranku, “kenapa ada bidadari yang bisa turun kebumi, dan mengatakan kata kata bijaknya kepadaku, aku merasa beryukur, telah dipertemukan dengan dia, seorang yang peduli dengan perasaan orang lain.” ucapku dalam hati.
Namun tanpa aku fikir, hampir 1.5 jam aku bersamanya berbincang, membuat isi hati ini berubah, menjadi sedikit lebih cerah, tidak membuatku murung kembali, terasa nyaman dan tenang ketika aku berbicara dengannya, waktu terasa begitu cepat dan tidak terasa, akhirnya kami mengakhiri obrolan kami, karena dipanggil oleh senior yang akan mengadakan sebuah game, namun ternyata ada beberapa temanku yang menyangka aku dan Irma sedang PDKT, haha, aku tersenyum dalam hati, seandainya itu terjadi, aku sangat ingin.
Kemudian hari itu kami menjalani hari hari penuh dengan permainan, dimana pendekatan antar anggota semakin dipererat dan otomatis hubunganku dengan Irma juga semakin dekat, bahkan dia terus memberikan semangat untukku agar menjalani hari hariku penuh dengan keceriaan, dan tentunya itu ternyata sukses, membuat aku berubah, meski hanya sedikit, namun itu terjadi, dimana seseorang memberikan penerangan kepadaku yang sedang tersesat dalam gelapnya perasaaan.
Itulah aku dan pertemuanku dengan Irma, 3 hari yang mengubah hari hari berikutnya, hari dimana penuh dengan keceriaan dan perubahan, hari dimana aku sangat senang menjalani aktivitas, dan penuh akan semangat, yap itulah pertemuaku dengannya.
To Be Continued
Cerpen Karangan: Gylang Satria Yudha
Facebook: facebook.com/gylangsatria.yudha
Malaikat Di Hatiku (Part 1)
4/
5
Oleh
Unknown
