Judul Cerpen Gubuk Tua
Hayy.. namaku ara, aku sekolah di smpn terkenal. Saat itu langit sudah mulai terlihat mendung saat istirahat jam kedua, ternyata saat aku ingin pulang tiba-tiba turun hujan, yang semula rintik-rintik menjadi hujan lebat dengan angin kencang, kemudian aku dan sahabatku memutuskan untuk berteduh di gubuk tua yang lumayan dekat dari rumahku. Oh ya, nama sahabatku adalah karin.. dia adalah gadis yang pintar dan imut.
Aku memulai obrolan dengannya “rin, aku mau bikin cerpen judulnya menunggumu” ucapku “kok menunggumu? emang kenapa?” tanya karin “cerpen ini sama kaya kamu. yang lagi menunggu rafka dan cintanya.. hahaha..” ejekku “apaan si kamu..?” ujar karin yang pipinya berubah menjadi merah karena merasa malu.
Tak berselang lama tiba-tiba kilat menggelegar kencang, “jedarrr..!!” begitu kemungkinan suaranya.. tanpa disadari ternyata karin membawa payung.. karena dia letih, akhirnya karin pamit pulang duluan.. “ra, gue duluan ya” ucap karin “ya.. besok gue samper.. hati-hati” tanggapku, memang rumah karinlah yang dekat dengan gubuk tua itu, tinggal aku sendiri di sana.
Suasana semakin menegangkan.. ditambah suara petir yang menggelegar… saat aku bingung ingin ngapain saat hujan lebat begini.. “oh ya aku buat cerpen saja..” ucapku dalam batin.. saat aku sedang membuat cerpen dan melihat alam sekitar untuk mencari inspirasi tiba-tiba ada seorang kakek tua berdiri di depanku dengan basah kuyup, kakek itu menatapku dengan tatapan tajam. ia berkata kepadaku “jangan pernah sesekali engkau menyianyiakan waktumu” ucap kakek itu.. lalu aku pun menunduk dan merasa malu karena aku telah menyia-nyiakan waktu dan lalai menjalankan kewajibanku.
Waktu aku ingin memandang ke arah depan tiba-tiba kakek itu tidak ada, karena aku yakin hanya beberapa detik saja aku menunduk, kemudian aku menengok ke kanan dan ke kiri untuk memastikannya, tetapi tetap tidak ada.. “huft.. di mana kakek-kakek itu berada? ujar batinku.
Tak terasa ternyata hujan telah berhenti.. aku segera mengambil tasku dan meninggalkan gubuk tua itu, aku pun menoleh ke belakang, aku tersentak kaget dan aku langsung lari terbirit-birit sampai-sampai aku hampir terjatuh.. dalam batinku berkata “bagaimana kakek-kakek itu bisa ada di gubuk tua itu tepat di belakangku, lalu bagaimana ia bisa lewat? padahal di gubuk tua itu tak ada jalan lain?” aku berlari sambil berfikir, dan aku tau jawabannya “konon.. di gubuk tua itu ada penunggunya..” “aku baru ingat perkataan temanku yang rumahnya dekat dengan gubuk tua itu selain karin. Kejadian yang tak akan pernah kulupakkan, di mana aku mengalami itu sendiri, semoga tak terulangi lagi..
Cerpen Karangan: Putri Fadhila Azzahra
Facebook: Putri Fadhila Azzahra
Hayy.. namaku ara, aku sekolah di smpn terkenal. Saat itu langit sudah mulai terlihat mendung saat istirahat jam kedua, ternyata saat aku ingin pulang tiba-tiba turun hujan, yang semula rintik-rintik menjadi hujan lebat dengan angin kencang, kemudian aku dan sahabatku memutuskan untuk berteduh di gubuk tua yang lumayan dekat dari rumahku. Oh ya, nama sahabatku adalah karin.. dia adalah gadis yang pintar dan imut.
Aku memulai obrolan dengannya “rin, aku mau bikin cerpen judulnya menunggumu” ucapku “kok menunggumu? emang kenapa?” tanya karin “cerpen ini sama kaya kamu. yang lagi menunggu rafka dan cintanya.. hahaha..” ejekku “apaan si kamu..?” ujar karin yang pipinya berubah menjadi merah karena merasa malu.
Tak berselang lama tiba-tiba kilat menggelegar kencang, “jedarrr..!!” begitu kemungkinan suaranya.. tanpa disadari ternyata karin membawa payung.. karena dia letih, akhirnya karin pamit pulang duluan.. “ra, gue duluan ya” ucap karin “ya.. besok gue samper.. hati-hati” tanggapku, memang rumah karinlah yang dekat dengan gubuk tua itu, tinggal aku sendiri di sana.
Suasana semakin menegangkan.. ditambah suara petir yang menggelegar… saat aku bingung ingin ngapain saat hujan lebat begini.. “oh ya aku buat cerpen saja..” ucapku dalam batin.. saat aku sedang membuat cerpen dan melihat alam sekitar untuk mencari inspirasi tiba-tiba ada seorang kakek tua berdiri di depanku dengan basah kuyup, kakek itu menatapku dengan tatapan tajam. ia berkata kepadaku “jangan pernah sesekali engkau menyianyiakan waktumu” ucap kakek itu.. lalu aku pun menunduk dan merasa malu karena aku telah menyia-nyiakan waktu dan lalai menjalankan kewajibanku.
Waktu aku ingin memandang ke arah depan tiba-tiba kakek itu tidak ada, karena aku yakin hanya beberapa detik saja aku menunduk, kemudian aku menengok ke kanan dan ke kiri untuk memastikannya, tetapi tetap tidak ada.. “huft.. di mana kakek-kakek itu berada? ujar batinku.
Tak terasa ternyata hujan telah berhenti.. aku segera mengambil tasku dan meninggalkan gubuk tua itu, aku pun menoleh ke belakang, aku tersentak kaget dan aku langsung lari terbirit-birit sampai-sampai aku hampir terjatuh.. dalam batinku berkata “bagaimana kakek-kakek itu bisa ada di gubuk tua itu tepat di belakangku, lalu bagaimana ia bisa lewat? padahal di gubuk tua itu tak ada jalan lain?” aku berlari sambil berfikir, dan aku tau jawabannya “konon.. di gubuk tua itu ada penunggunya..” “aku baru ingat perkataan temanku yang rumahnya dekat dengan gubuk tua itu selain karin. Kejadian yang tak akan pernah kulupakkan, di mana aku mengalami itu sendiri, semoga tak terulangi lagi..
Cerpen Karangan: Putri Fadhila Azzahra
Facebook: Putri Fadhila Azzahra
Gubuk Tua
4/
5
Oleh
Unknown
