Kau Terindah

Baca Juga :
    Judul Cerpen Kau Terindah

    Seiring berjalannya waktu aku yang pernah terluka oleh masa lalu yang begitu pahit untuk dikenang, mungkin setelah kejadian itu aku tidak akan pernah bisa menerima seseorang lelaki di hatiku lagi, dan aku hanya bisa menahan keluh pedih di dalam hati, sampai seorang temanku memperkenalkanku dengan seorang lelaki, bagiku itu hanya biasa yang kupikir semua laki-laki sama, dan laki-laki itu meminta pin bb ku kepada temanku, disitulah kami mulai membuka obrolan

    “dita ya” sapa laki-laki itu dalam obrolan.
    “iya, siapa ya?” jawabku jutek, padahal ku tau dia adalah laki-laki yang dikenalkan oleh temanku.
    Kami terus berbincang-bincang dalam obrolan, entah apa yang memasuki diriku, aku begitu nyaman dengan dia, tawa candanya yang menarik hatiku untuk ingin selalu membalas semua pesannya.

    Pagi yang indah kujalani dengan kosongnya hati, tetapi entah kenapa aku begitu bersemangat menjalani hari ini, kujalani pelajaran di sekolah hingga bel istirahat berbunyi, semua murid sibuk mondar-mandir membeli jajanan tidak halnya denganku yang menunggu sebuah pesan dari laki-laki itu “PING!!!…” aku memulai chatku via bbm, tetapi hanya ceklis yang kudapat. Aku begitu sedih, aku terus menerus menunggunya, rasa kesal mulai menghampiri hati kembali, dan ku berfikir kembali “sudah kutebak, semua laki-laki itu sama hanya bisa memberikan harapan palsu” aku berkata dalam hati dengan begitu sedih.

    Malam yang sangat dingin membuatku ingin cepat tidur tapi hp ku berbunyi, ternyata ada bbm masuk dan kupikir hanya spam dari teman-teman yang mempromosikan pin bb temannya, ternyata dugaanku salah adi adalah laki-laki yang dikenalkan temanku untukku yang memberikanku pesan di bbm.

    “PING!!!… dita? Sudah tidur ya?” pesan masuk via bbmku.
    “belum” jawabku dengan sangat malas.
    “maaf hari ini aku tidak kasih kabar ke kamu, aku sibuk sampai lupa akifin hp ku” dia menjelaskan semuanya kepada dita.
    “ya…” jawabku jutek, kebiasaan dita jika sudah bete hanya bisa menjawab seadanya.
    “emm… besok kamu pulang sekolah sama siapa” adi seolah-olah tak ingin chat ini berakhir.
    “sendiri” jawabku singkat.
    “kalau boleh aku ingin menjemputmu besok, apa kamu mau?” Pintanya
    “sudahlah urusi saja kesibukanmu saat ini, jangan memikirkanku, nanti ada yang marah” jawabku dengan rasa aneh
    “siapa?…” obrolan pun terputus di malam hari karena dita ingin cepat tidur dan tak ingin hatinya terluka untuk yang kedua kalinya.

    “pacar mu…” jawab dita untuk obrolan yang terputus tadi malam
    “pacar? Pacarmu mungkin?… dita boleh minta nomor kamu?” jawab adi yang meminta kembali.
    Akhirnya dita memberikan nomornya kepada adi, dengan perasaan bete dita tidak membalas chatnya lagi, hingga hp dita berdering bertanda ada panggilan masuk, bergegas dita mengangkat telepon tersebut. “hallo, siapa ini” dita yang memulai pembicaraan ingin tau siapa yang meneleponnya. “hallo dita ini adi hehehe” adi dengan gembiranya menjawab. “oh” jawab dita kembali bete. “dita kamu sudah pulang? Aku jemput ya” jawab adi.

    “ttteettt… tteeett… ttteeettt…” bel berbunyi tandanya pelajaran hari ini telah selesai, dita merapihkan buku-bukunya ke dalam tas, dan bergegas pulang, telepon pun berbunyi kembali “hallo dita, aku sudah di sekolahmu, aku di bawah pohon samping sekolahmu” jawab adi yang sudah berada di sekolah.

    Dita berjalan dengan santai dan melihat sekelilingnya, dita terus mencari adi yang katanya sudah berada di bawah pohon dekat dengan sekolah “dimana sih” dalam hati dita terus mencarinya. Hingga akhirnya dita menemukannya, dita yang masih bertanya-tanya dalam hati apakah ini adi atau bukan.
    “dita?” adi bertanya.
    “ya” jawab dita.
    Akhinya adi dan dita pergi dengan mengendarai motor, hingga akhirnya adi mengajak dita untuk bermain di bawah pohon, adi dan dita duduk di antara rumput yang tidak panjang dan pohon yang bisa untuk kita berteduh. “dita?” adi membuka obrolan dengan menggil nama dita. “iya” jawab dita dengan singkat.

    Adi dan dita terus bermain di bawah pohon, entah mengapa hati dita kembali merasakan getaran yang amat kencang, dan entah apa yang dita fikirkan ranting yang digenggamnya menusuk jari telunjuknya “au” dita kaget dan merasa perih. “aduh, tangan kamu berdarah sini” adi memegang tangan dita dengan sangat hati-hati, dita menatap adi yang sedang membersihkan lukanya “au perih” dita merasa tangannya sangat perih. “sudah tak apa” adi kembali membersihkan luka yang ada di tangan dita, hingga tak disadari dita menatap adi dengan sangat serius, dengan sangat serius menatapnya hingga adi melihat ke arah dita “dita?” adi menggetkan dita. “eh iya say.. eh maaf maksudku iya kenapa?” dita gugup dan grogi. Adi hanya bisa senyum mendengar dita yang grogi “hehehe sudah, ini lukanya gak apa-apa kok hehehe tadi kamu manggil apa?” adi meledek. “apa? Hehehe jangan ngeselin deh, sudahlah jangan mentapku seperti itu, aku malu” dita tersipu malu. “hehehe kamu kenapa pipimu merah hehehe, kamu kalau ketawa sangat cantik iya kamu cantik, cantik sekali… eh maksudku senyumanmu emmppp itu apa yaaa…” adi gugup. “ehehehe” Adi dan dita tertawa bersama-sama hingga sore. Akhirnya adi mengantar dita pulang ke rumah.

    Hari terus berjalan sangat cepat, hingga tepat hari minggu adi ingin mengajak dita main, dengan senang hati dita menerimanya, akhirnya adi menjemput dita dan mengajaknya jalan-jalan, entah apa yang dita rasakan hari ini ternyata “dita? Udah lumayan aku kenal kamu, kamu bahagia sama kamu, aku nyaman sama kamu, jujur kamu yang terindah bagiku, emmppp dita mau kah kamu menjadi pacarku? Jika kamu mau ambil bunga mawar ini tetapi jika kamu tidak mau jadi pacarku ambil dan buanglah bunga ini” adi berterus terang menyatakan cintanya kepada dita, hingga membuat dita kaget dan bingung gak karuan. Perlahan-lahan dita mengambil bunga mawarnya daaannn “aku mau jadi pacar kamu” dita menjawab dengan sangat bahagia. Akhirnya adi dan dita menjadi sepasang kekasih yang bahagia, sampai saat ini pun adi dan dita tetap menjadi pasangan yang apa adanya menerima semua yang ada dalam diri mereka masing-masing.

    Cerpen Karangan: Clarita Rizki Ananda
    Facebook: Ai keinarra Clarita

    Artikel Terkait

    Kau Terindah
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email