Melupakanmu

Baca Juga :
    Judul Cerpen Melupakanmu

    Masa lalu itu apa? Menurut gadis yang berambut hitan, yang bernama Dinda Anatan. “Masa lalu itu sebuah hal yang mempunyai masa tenggang, Berlaku hanya disaat itu saja, setelah memasuki kadaluarsa Masa lalu tak lebih hanya sebuah hal asing, sebuah hal yang pernah dirasa namun entah kapan” Begitulah menurut gadis yang bernama Dinda Anatan. Dia bilang “Aku tak pernah berteman dengan masa lalu, Aku hanya jadikan masa lalu sebagai pelajaran hidup bukan teman Hidup”

    Sebuah masa lalu yang ia sesali, tapi apa boleh buat semua telah terjadi. Perkenalan terkadang membuat bahagia, itu pun dirasakan oleh Dinda. Tetapi hingga akhirnya, Dinda menyesali sebuah perkenalan. “Aku ingin seperti dulu, bukan saat bersamamu. Tetapi saat ketika aku belum mengenal dirimu” itu kata yang ia ucapkan kepada seorang pria yang bernama Arya 4 tahun yang lalu. Arya adalah mantan Dinda, dia manjalin kisah dengan Arya selama 3 tahun, Dan akhirnya hubungan itu hancur, hanya karena orang ke-3. Namun Dinda tak pernah menyesal pernah memperjuangkan Arya, Dinda tak pernah menyesal pernah mencintai Arya, tapi ia hanya menyesali pertemuan dengan pria itu. Hingga akhirnya luka membuat Dinda menjauhi Arya, dan tak ingin berhubungan apapun lagi dengannya, karena ia tau Arya telah bahagia dengan gadis itu.

    Mungkin banyak orang bilang “Kalau udah jadi Mantan jangan musuhan atau jadi bersikap seolah tak mengenalinya, Seburuk apapun dia pernah menjadi bagian hidup kamu”. Kalimat itu yang sering orang lontarkan, Tetapi bagaimana dengan seorang Dinda Anatan? Dia sering menjawab kalimat itu dengan berkata “Aku pernah terluka, aku tak membalas luka itu. Aku hanya berjalan mundur, lalu aku pergi tanpa meninggalkan apapun. Aku hanya tau DIA itu masa laluku, Cukup dia hadir di dalam Masa laluku, tak usah dia hadir dalam langkahku sekarang, tak usah dia beri warna di hidupku, meski itu warna putih sekalipun jika Arya yang mewarnainya, lebih baik enyah saja dari hidupku”

    Dinda hanya takut menjadi seorang pendendam, Mungkin karena luka terlalu dalam ia bersikap seperti itu. Dinda tak pernah membalas luka yang diberi Arya. Hingga akhirnya Dinda pergi tanpa memberi jejak di hidup Arya. Gadis itu hanya merindukan saat ketika ia belum mengenal Arya, Belum jatuh hati terhadapnya. Hingga keadaan memaksa Dinda untuk berjalan mundur lalu melupakan pria itu.

    Kota Bogor diguyur hujan sore itu, Dinda berlari untuk berteduh.
    “Duh… basah” keluh Dinda melihat pakaiannya yang basah.
    Lalu ia menghiraukan pakaiannya yang basah, ia meluruskan wajahnya ke depan dengan menatap air hujan yang jatuh ke bumi. Lekukan senyuman mulai terlihat di bibirnya, tangannyapun merasakan air hujan itu. Seorang pria yang sedang memperhatikan Dinda dari arah belakang mencoba untuk mendekatinya.

    “Dinda….” ucap pria itu yang memegang pundak Dinda. Dinda pun langsung menoleh ke arah belakang dan menatap pria itu. Terlihat raut wajah yang kebingungan, Dinda mengerutkan keningnya dan berusaha mengenali wajah pria itu.
    “Ini bener Dinda anatan?” Tanya pria itu menatap tajam.
    “Iya.. tunggu, kamu ini kan..” balas Dinda berusaha mengingat.
    “Aku Arya” jawab pria itu tersenyum. Terlihat terkejutnya wajah Dinda, Arya pria yang melukai hatinya sejak kelas 1 SMA, dan kini bertemu saat Dinda sudah Kuliah semester akhir.
    “Arya…” ucap Dinda menatapnya.
    “Iya.. kamu kemana? Kamu menjauh dariku, SMA kamu pindah sekolah untuk menjauhiku. Aku berusaha mencari tau tentangmu itu pun sulit, Kamu benar benar seolah menghilang dari bumi” jelas arya menatap seolah menyimpan penyesalan.
    “Lebih baik kamu tak usah tau tentangku atau hidupku sekarang, Coba belajar seperti itu. karena aku selalu merindukan saat saat belum mengenalmu, Hingga akhirnya aku pun melupakanmu dan sialnya waktu mempertemukan kita di sini” jelas Dinda dengan senyum dibalut luka.

    Hujan itu pun menjadi saksi pertemuan Dinda dengan Arya, Perdebatan terjadi soere itu. Hingga akhirnya Dinda tetap memilih menjadikan Arya sebagai masa lalu yang menjadi pelajaran hidupnya, Dinda tak menjadikan Arya sebagai teman langkah kakinya kini, Namun ia menjadikan pria itu hanya seorang yang berharga di masa lalu, Untuk menjadikan teman pun dinda menolaknya.
    “Sudah cukup.. yang aku tau, aku mengenalmu hanya di masa laluku. Nyaris saja aku tak mengenalimu tadi, karena bagiku kamu tak lebih hanya masa lalu, dan kini kamu tak lebih hanya sekedar orang asing yang aku kenal dulu. Terimakasih pernah membuatku bahagia dulu. Belajar melupakanku, belajar tuk tidak mengenaliku.” Jelas Dinda dengan air mata yang jatuh di pipinya.

    Mungkin hanya penyesalan yang ada di dalam diri Arya, Meninggalkan berlian hanya untuk sebuah permata. Meninggalkan Dinda yang tulus mencintainya, memperjuangkannya, rela menunggunya. Dia tinggalkan Dinda, hanya untuk seorang gadis yang menurutnya cantik. Hanya karena fisik ia tinggalkan Dinda.

    Dinda membawa motornya dan meninggalkan Arya. Raut wajah penyesalan masih terlihat di wajah Arya. Hingga kini Dinda hanya fokus untuk menyelesaikan kuliah, Meski ia tak pernah benar benar melupakan Arya, Tetapi Dinda selalu melakukan apapun untuk membuat dirinya bahagia, Hingga lupa rasa luka di hatinya.

    Cerpen Karangan: Novia Fernanda
    Facebook: Novia Sepersial Fernanda

    Artikel Terkait

    Melupakanmu
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email