Rindu

Baca Juga :
    Judul Cerpen Rindu

    Pagi itu semua siswa smpn 22 dikumpulkan di lapangan basket untuk informasi kelas, Dinda pun ikut berkumpul di lapangan basket, agar dia mengetahui dimana kelasnya, Dinda adalah anak yang sangat baik, ramah, mudah bergaul, ia juga berasal dari keluarga sederhana, ayah dan ibunya bercerai saat ia kelas 5 sd, Dinda tak pernah terlihat sedih, Dinda tau bahwa mereka masih ada di dekatnya setiap saat.

    Dinda melihat daftar nama orang yang akan ada di kelas barunya, Dinda berjalan di koridor untuk memasuki kelasnya yang baru, sudah 1 tahun dia mengagumi rian, dan Rian berada di kelas itu, Rian adalah murid yang nakal, Rian sepertinya pemalu, awal Dinda menyukainya karena Rian tersenyum padanya, pada saat itulah Dinda menyukainya karena senyumnya, hingga saat ini ia masih mengagumi rian, dan finish Rian dan Dinda sekelas.

    Pagi itu Dinda seperti biasa dan tidak melihat Rian sama sekali, karena Dinda masih malu malu, beberapa bulan Dinda mendekati Rian dengan ngebbm rian, bahkan Dinda tau saat itu Rian menyukai tiwi, pada saat libur kami sering mengerjkan tugas bersama mungkin saat itu Rian menyukai tiwi, saat itu Dinda berusaha untuk move on tapi tak bisa, Dinda terus mendekati rian, walaupun perlakuan Rian begitu kepada Dinda, Rian selalu bertanya “kita kok bisa kenal?” itulah pertanyaan yang tak ada jawabannya.

    Hingga 1 semester Dinda dan Rian dekat sebagai teman, siang itu Dinda tidak seperti biasanya entah apa yang terjadi kepada Dinda, hingga Rian lewat di depan Dinda dan berkata “ngapa mata kau merah?” Dinda pun terkejut dia langsung menjawab “enggak tau” dengan muka yang panik Dinda pun Langsung menanyakan kepada teman sebangkunya dan meminjam kaca untuk melihatnya, dan ternyata benar mata Dinda merah.

    Pulang sekolah pertama kalinya Rian ngebm Dinda duluan Rian menanyakan gimana matanya, dor Dinda baper siang itu Dinda seperti orang kesetanan karen dibm duluan sama rian, sorenya Dinda pergi ke sekolah karena besok adalah hari guru hingga ia harus membuat surprise untuk wali kelasnya sore itu Dinda memakai baju kaos pake celana jeans dan dibonceng sama Pratama karena Dinda dan Pratama adalah sohib, Rian pun datang menghampiri Dinda dan menanyakan “udah makan?” Dinda tiba tiba nyuruk di belakang tubuh temannya dan menjawab “udah”, Dinda baper enggak ketulungan, saat itu juga ada teman Dinda menanyakan “kalian pacaran?” Dinda disitu langsung muncul kepalanya dan menjawab “enggak” memang terlalu banyak yang mengatakan Dinda dan Rian pacaran tapi faktanya mereka hanya teman Dinda tau dia bukan apa apa hanya teman.

    Pagi itu Dinda memakai baju yang rapi dan wangi karena ini adalah hari perpisahan di sekolahnya ia akan berpisah bersama teman-temannya dan menemukan teman yang baru, pada pagi itu Dinda melihat rian, Dinda tau Rian menyukai orang lain jadi Dinda mencoba untuk menjadi teman saja hingga akhirnya Dinda meminta foto sama Rian dan tanpa disadari itu adalah foto terakhir. Entah apa yang terjadi pada rian, Rian menjadi dingin seperti dulu.

    Pada saat yang ditunggu oleh Dinda yaitu hari ulang tahun Dinda dan Rian tidak mengucapkannya sama sekali padahal malam itu Rian membikin pm di bbm, pada saat itulah Dinda ingin melupakan rian, pada masuk sma Rian dan Dinda seperti tak kenal, mungkin saat ini tahu itu akan diubah menjadi bakwan.

    Cerpen Karangan: Andinict
    Facebook: Andini carla tantia

    Artikel Terkait

    Rindu
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email