Judul Cerpen Guci Ajaib
Halo, namaku Rio. Sekarang aku kelas V B, dan hobiku adalah makan. Teman-temanku kadang memanggilku si gendut, tukang makan, dan lain lain. Tetapi aku tidak marah, aku malah mengatakan “gua emang gendut, terima kasih.” Jadi saat aku pulang ke rumah, di jalan aku ketemu orangtua, aku merasa kasihan, lalu kata dia “Dik, kalau kamu bisa mengambilkan apel itu kakek akan memberikan kamu hadiah.”
Karena aku sangat senang langsung aku mencari apel dan memberikannya kepada kakek itu, dan kakek itu berkata “Terimakasih ya dik, sekarang kamu bisa mengambil hadiahnya di belakang kakek.” Lalu kakek itu menghilang. “Kemana ya kakek itu, kok tiba-tiba kakek itu menghilang, apa kakek itu sakti?” Lalu aku pun mengambil hadiahnya, dan hadiahnya adalah… Sebuah guci.
Lalu, saat aku sampai di rumah aku memberitahu ibu “Ibu, lihat aku dapat sebuah guci.” “Wah… Kalau begitu ibu bisa menyimpan makanan disini.” Lalu, ibu mengambil guci itu “Ibu, tunggu gucinya mau dibawa kemana?” tanyaku.
Lalu aku mandi, dan langsung belajar. Lalu saat subuh-subuh aku bangun dan langsung ke kamar ibu, lalu aku menemukan gucinya. Lalu, seingatku ibu memasukkan telur, beras, tepung dan chocochips.
Saat aku mengeluarkannya tiba-tiba yang keluar adalah telur rebus, nasi, dan biskuit chocochips. Aku sangat bingung, lalu aku langsung melahap semua makanan itu.
Lalu, pagi-paginya ibu bangun, terkejut dan langsung berteriak “Rio… Kemana semua makanan yang ibu simpan…??!!” Aku pun langsung menjawab “Aku makan bu, dan ternyata guci itu ajaib” “Ajaib?!! Kamu jangan mencoba berlari dari kesalahan!” Teriak ibu. “Aku serius bu, coba saja masukkan telur mentahnya ke dalam gucinya.”
Ibu pun langsung memasukkan telur ke dalam guci itu, dan tiba-tiba saat ibu mengeluarkan telurnya… ZING ITS MAGIC, telur itu berubah menjadi telur rebus, “Oke, bukan berarti jika kamu lapar kamu mengambil makanan, dan langsung memasukkan makanan itu ke dalam guci bukan?” Tanya ibu. Aku pun diam, aku tidak bisa menjawab. Tiba-tiba jam sudah menunjukkan pukul 06:15, “Ya ampun aku sudah terlambat.” Gumamku.
Pesan: Jangan mempunyai hobi makan 😀
Cerpen Karangan: Yeremia Hans
Halo, namaku Rio. Sekarang aku kelas V B, dan hobiku adalah makan. Teman-temanku kadang memanggilku si gendut, tukang makan, dan lain lain. Tetapi aku tidak marah, aku malah mengatakan “gua emang gendut, terima kasih.” Jadi saat aku pulang ke rumah, di jalan aku ketemu orangtua, aku merasa kasihan, lalu kata dia “Dik, kalau kamu bisa mengambilkan apel itu kakek akan memberikan kamu hadiah.”
Karena aku sangat senang langsung aku mencari apel dan memberikannya kepada kakek itu, dan kakek itu berkata “Terimakasih ya dik, sekarang kamu bisa mengambil hadiahnya di belakang kakek.” Lalu kakek itu menghilang. “Kemana ya kakek itu, kok tiba-tiba kakek itu menghilang, apa kakek itu sakti?” Lalu aku pun mengambil hadiahnya, dan hadiahnya adalah… Sebuah guci.
Lalu, saat aku sampai di rumah aku memberitahu ibu “Ibu, lihat aku dapat sebuah guci.” “Wah… Kalau begitu ibu bisa menyimpan makanan disini.” Lalu, ibu mengambil guci itu “Ibu, tunggu gucinya mau dibawa kemana?” tanyaku.
Lalu aku mandi, dan langsung belajar. Lalu saat subuh-subuh aku bangun dan langsung ke kamar ibu, lalu aku menemukan gucinya. Lalu, seingatku ibu memasukkan telur, beras, tepung dan chocochips.
Saat aku mengeluarkannya tiba-tiba yang keluar adalah telur rebus, nasi, dan biskuit chocochips. Aku sangat bingung, lalu aku langsung melahap semua makanan itu.
Lalu, pagi-paginya ibu bangun, terkejut dan langsung berteriak “Rio… Kemana semua makanan yang ibu simpan…??!!” Aku pun langsung menjawab “Aku makan bu, dan ternyata guci itu ajaib” “Ajaib?!! Kamu jangan mencoba berlari dari kesalahan!” Teriak ibu. “Aku serius bu, coba saja masukkan telur mentahnya ke dalam gucinya.”
Ibu pun langsung memasukkan telur ke dalam guci itu, dan tiba-tiba saat ibu mengeluarkan telurnya… ZING ITS MAGIC, telur itu berubah menjadi telur rebus, “Oke, bukan berarti jika kamu lapar kamu mengambil makanan, dan langsung memasukkan makanan itu ke dalam guci bukan?” Tanya ibu. Aku pun diam, aku tidak bisa menjawab. Tiba-tiba jam sudah menunjukkan pukul 06:15, “Ya ampun aku sudah terlambat.” Gumamku.
Pesan: Jangan mempunyai hobi makan 😀
Cerpen Karangan: Yeremia Hans
Guci Ajaib
4/
5
Oleh
Unknown
