Maafkan Aku Ummi

Baca Juga :
    Judul Cerpen Maafkan Aku Ummi

    Hari ini aku resmi menjadi suami wanita yang aku sayangi. Aku dan Aisyah pernah pacaran selama 2 tahun. Kini ia telah resmi menjadi istriku. Aku bahagia sekali.

    Perkenalkan, namaku alamsyah. Istriku adalah seorang wanita yang sholehah. Berjilbab panjang setiap hari. Setelah menikah, aku memanggilnya dengan sebutan ummi. Dan dia memanggilku Abi. Setiap pulang kerja, istriku selalu menyambuntuku penuh bahagia, lalu ia mencuci kakiku dengan air hangat, lalu mempersilakanku untuk makan malam.

    Diusia 1 tahun pernikahan kami, istriku hamil. Aku semakin sering menjaganya. aku pun menyarankan agar dia tidak terlalu banyak bekerja. Apalagi disaat perutnya sudah mulai besar.

    “Abi, semoga anak kita nantinya jadi anak yang sholeh dan berbakti pada orangtuanya.” Kata istriku
    “Amin. Abi juga berharap demikian. Abi juga berharap dia nanti bisa jadi anak yang sukses..”
    “Amin”

    Saat usia kandungan istriku berusia 8 bulan. Aku tidak menyangka. Sepulang kerja, aku melihatnya sedang duduk bercanda bersama seorang pria yang baru aku lihat..

    “Apa-apaan ini?” Tanyaku penuh amarah
    “Ehh.. abi.. Kapan pulang?”
    “Siapa dia ummi?”
    “Dia..”
    “Selingkuhanmu.”
    “Astaga abi. Mana mungkin aku selingkuh. Sedangkan ummi juga hampir melahirkan anak kita” jawab istriku membela diri
    Aku tidak membalas perkataan istriku. aku langsung memukuli laki-;laki yang bersama dengan istriku.
    “Abi apa apaan sih?? Kenapa abi memukul Ahmad?”
    “Diam kamu!” Bentakku
    “Ahmad, sebaiknya kamu pulang. Biar aku yang selesain ini semua” kata istriku pada Ahmad
    “Abi kecewa sama ummi” Kataku lalu pergi meninggalkan dia.

    Aku sudah 2 hari di Bandung. aku tinggal di Bandung bersama orangtuaku.. aku sengaja mematikan hp ku agar aku tidak bisa dihubungi.

    Pada hari ketiga aku di Bandung
    “Ibu, perasaan aku kok gak enak yah?”
    “Coba kamu hubungi istri kamu. Ibu khawatir terjadi sesuatu pada dia.”
    Aku pun mengaktifkan hpku. Ada banyak bbm yang masuk. Tapi tak kupedulikan, karena aku mengira itu hanya bbm dari teman-temanku.

    “Halo. Assalamu Alaikum.”
    “Walaikum salam” tapi yang mengangkat teleponnya seorang pria
    “Maaf.. Istri saya dimana?”
    “Apa anda suami ibu Aisyah?”
    “Iya. Anda siapa yah? Dimana istri saya?”
    “Istri bapak tadi kecelakaan. Sebaiknya bapak datang ke rumah sakit…”
    Aku langsung mematikan teleponnya. Tanpa pamit dari ibu. Aku langsung pergi ke Bandung dengan perasaan yang sedih, menyesal semua campur aduk.

    Di rumah sakit
    “Mama, bagaimana keadaan Aisyah?”
    “Aisyah masih ditangani oleh dokter. Dokter masih berusaha menyelamatkan istri dan anakmu.”
    Aku menangis penuh rasa khawatir dan menyesal telah meninggalkan istriku yang sedang dalam keadaan hamil besar.

    Dokter pun keluar..
    “Dokter, bagaimana keadaan istri saya?”
    “Maaf, saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi nyawa istri dan anak bapak tidak dapat diselamatkan. Karena terlalu banyak darah yang keluar di kepala istri anda. Dan anak anda mengalami benturan yang sangat kuat di kepalanya saat berada di perut ibunya.”
    Aku menangis sejadi jadinya saat mendengar penjelasan dokter.

    Aku masuk untuk melihat istriku untuk yang terakhir kalinya. Aku menyesali semua perbuatanku.
    Aku menyesal kenapa aku tidak mendengarkan penjelasannya saja waktu itu.
    Aku salah paham. Lelaki itu ternyata adiknya yang tidak sempat datang di pesta perkawinan kami dulu karena tidak mendapat izin dari dosennya di Cairo.

    Setelah pemakaman istri dan anakku.
    Aku membukan bbm di hp ku..
    Isinya..

    Ping
    Ping
    Ping
    Abi.. Maafin ummi.. Abi salah paham.. Ahmad bukan selingkuhan ummi. Dia adik ummi yang sering ummi ceritain ke Abi. Dia memang manja banget ke ummi

    Ping
    Ping
    Ping
    Abi kok gak bisa dihubungi? Ummi khawatir.
    Abi, perasaan ummi gak enak banget.

    Ping
    Ping
    Ping
    Ya udah.. Kalo abi masih marah

    Ping
    Ping
    Ping
    Abi di bandung kan??
    Ya udah. Ummi nyusul Abi yah..

    Ping
    Ping
    Ping
    Ummi sekarang otw ke bandung..
    Tunggu ummi yah abi..

    Itulah bbm terakhir dari istriku.
    Aku menyesal
    Aku telah kehilangan orang yang benar-benar mencintaiku hanya karena keegoisanku

    Tamat

    Cerpen Karangan: Aisyah Maya Putry
    Facebook: Aisyah Maya Putry Aisyah

    Artikel Terkait

    Maafkan Aku Ummi
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email