Judul Cerpen Malam pun Menangis
Aku menyayanginya, entah? apa yang ada di pikiranku sehingga aku terlalu tergila-gila dengannya, atau aku yang terlalu bodoh untuk mencintainya? Kurasa tidak. Karena aku, sangat menyayanginya. Tak pernah kulepas untuk menulis namanya di buku harianku, tak pernah kubosankan untuk menggambarkan senyum indahnya, walaupun itu hanya sesaat dan akan pergi meninggalkanku, meninggalkan luka yang terlalu dalam, biarkan malam ini menangis jika ia tau esok kau tak lagi bersamaku.
Pagi ini aku penuh semangat untuk berangkat ke sekolah, mengapa? Entahlah, hari ini aku sangat bahagia,
“Franz” berkali kali kusebut namanya pelan-pelan.
“Franz? siapa itu cie?” Goda sahabatku yang juga sebangku denganku.
“Hmm.. Kepo ya nanti aja deh aku ceritain franz itu siapa.” Jawabku sambil beranjak dari bangku tempat dimana aku duduk.
“Yaelah, Nara gitu amat”.
Kemana dia? Menghilang? Aku merindukannya.
“Franz aku kangen kamu?” Kuketik huruf itu, namun rasanya berat untuk ketik send
“Franz kamu kemana sihh? aku kangen ini” sekali lagi kuketik, namun sangat berat untuk ketik send, mengapa? Entahlah aku sangat khawatir dengannya yang tanpa kabar. Atau aku yang over protective thinking?.
Malam ini, ya, sabtu malam minggu. Dimana aku akan bertemu dengannya, tapi entahlah sejujurnya aku tak pernah percaya diri untuk bertemu karena aku memang tak terlalu menarik dibanding dengan cewek-cewek lain.
“Eh Nara yaa?” Sapanya franz, bahagia? Tentu, bertemu dengannya memang keinginanku,
“Eh iya franz kan?” Sapaku sambil senyum
“Kita mau kemana?” Tanyanya kepadaku, aku tak pernah mendengar suaranya meskipun kita sering chatting karena yang aku tau hanya perhatiaanya lewat sosial media, merdu, menyejukkan, kurasa aku sangat nyaman.
“Ke rumah temanku aja yuk”, ya malam ini aku bermain bersamanya, tapi entahlah aku rasa tak enak, atau perasaanku saja, lumayan lama tapi tiba-tiba dia pulang tanpa pamit. Dan disaat itulah dia mulai berubah, mulai pudar perhatiannya, mulai hilang tanpa kabar dan aku merasakan semuanya, ia mulai tak hadir dalam kehidupanku lagi, aku yang terlalu menyayanginya sehingga aku yang menerima sakit selama ini yang tak pernah kurasakan. Bahkan Malam pun Menangis, Jika ia tau jika esok kau tak lagi bersamaku.
Cerpen Karangan: Nurul Hidayati
Facebook: facebook.com/Nurulsquarpants19
Aku menyayanginya, entah? apa yang ada di pikiranku sehingga aku terlalu tergila-gila dengannya, atau aku yang terlalu bodoh untuk mencintainya? Kurasa tidak. Karena aku, sangat menyayanginya. Tak pernah kulepas untuk menulis namanya di buku harianku, tak pernah kubosankan untuk menggambarkan senyum indahnya, walaupun itu hanya sesaat dan akan pergi meninggalkanku, meninggalkan luka yang terlalu dalam, biarkan malam ini menangis jika ia tau esok kau tak lagi bersamaku.
Pagi ini aku penuh semangat untuk berangkat ke sekolah, mengapa? Entahlah, hari ini aku sangat bahagia,
“Franz” berkali kali kusebut namanya pelan-pelan.
“Franz? siapa itu cie?” Goda sahabatku yang juga sebangku denganku.
“Hmm.. Kepo ya nanti aja deh aku ceritain franz itu siapa.” Jawabku sambil beranjak dari bangku tempat dimana aku duduk.
“Yaelah, Nara gitu amat”.
Kemana dia? Menghilang? Aku merindukannya.
“Franz aku kangen kamu?” Kuketik huruf itu, namun rasanya berat untuk ketik send
“Franz kamu kemana sihh? aku kangen ini” sekali lagi kuketik, namun sangat berat untuk ketik send, mengapa? Entahlah aku sangat khawatir dengannya yang tanpa kabar. Atau aku yang over protective thinking?.
Malam ini, ya, sabtu malam minggu. Dimana aku akan bertemu dengannya, tapi entahlah sejujurnya aku tak pernah percaya diri untuk bertemu karena aku memang tak terlalu menarik dibanding dengan cewek-cewek lain.
“Eh Nara yaa?” Sapanya franz, bahagia? Tentu, bertemu dengannya memang keinginanku,
“Eh iya franz kan?” Sapaku sambil senyum
“Kita mau kemana?” Tanyanya kepadaku, aku tak pernah mendengar suaranya meskipun kita sering chatting karena yang aku tau hanya perhatiaanya lewat sosial media, merdu, menyejukkan, kurasa aku sangat nyaman.
“Ke rumah temanku aja yuk”, ya malam ini aku bermain bersamanya, tapi entahlah aku rasa tak enak, atau perasaanku saja, lumayan lama tapi tiba-tiba dia pulang tanpa pamit. Dan disaat itulah dia mulai berubah, mulai pudar perhatiannya, mulai hilang tanpa kabar dan aku merasakan semuanya, ia mulai tak hadir dalam kehidupanku lagi, aku yang terlalu menyayanginya sehingga aku yang menerima sakit selama ini yang tak pernah kurasakan. Bahkan Malam pun Menangis, Jika ia tau jika esok kau tak lagi bersamaku.
Cerpen Karangan: Nurul Hidayati
Facebook: facebook.com/Nurulsquarpants19
Malam pun Menangis
4/
5
Oleh
Unknown
