Judul Cerpen Roti Bundar
“Tambah roti bundarnya,” pinta Dani kepada ibunya. Ibunya menambah beberapa jumlah roti bundar di atas piring Dani.
Dani meraih sepeda birunya lalu mengayuhnya dengan bernyanyi-nyanyi riang. Bekal siangnya hari ini adalah menu kesukaannya. Roti bundar. Yap! Dani penggemar roti bundar.
Kata Dani, roti bundar itu lucu dan lezat. Belum lagi yang bergambar. Huhu, sayang untuk dimakan, pikir Dani.
Setibanya di gerbang sekolah, Dani melihat seorang Nenek dan Kakek yang buta. Mereka bergantung pada sebuah tongkat kayu bambu. Dani merasa iba.
Ia meraih ransel kuningnya. Lalu mengeluarkan kotak bekalnya.
Sang Kakek dan Nenek senang. Ia sangat berterima kasih pada Dani.
Jam istirahat berdering, bekal Dani sudah habis. Karena memberi Kakek dan Nenek itu. Rupanya, Roni membawa beberapa roti bundar untuk Dani. Wuaaaah! Rupanya, kebaikanmu akan dibalas orang lain!
Cerpen Karangan: Delia Seftiani Zubir
Facebook: Delia Septiani Zubir
“Tambah roti bundarnya,” pinta Dani kepada ibunya. Ibunya menambah beberapa jumlah roti bundar di atas piring Dani.
Dani meraih sepeda birunya lalu mengayuhnya dengan bernyanyi-nyanyi riang. Bekal siangnya hari ini adalah menu kesukaannya. Roti bundar. Yap! Dani penggemar roti bundar.
Kata Dani, roti bundar itu lucu dan lezat. Belum lagi yang bergambar. Huhu, sayang untuk dimakan, pikir Dani.
Setibanya di gerbang sekolah, Dani melihat seorang Nenek dan Kakek yang buta. Mereka bergantung pada sebuah tongkat kayu bambu. Dani merasa iba.
Ia meraih ransel kuningnya. Lalu mengeluarkan kotak bekalnya.
Sang Kakek dan Nenek senang. Ia sangat berterima kasih pada Dani.
Jam istirahat berdering, bekal Dani sudah habis. Karena memberi Kakek dan Nenek itu. Rupanya, Roni membawa beberapa roti bundar untuk Dani. Wuaaaah! Rupanya, kebaikanmu akan dibalas orang lain!
Cerpen Karangan: Delia Seftiani Zubir
Facebook: Delia Septiani Zubir
Roti Bundar
4/
5
Oleh
Unknown
