Sahabat 16

Baca Juga :
    Judul Cerpen Sahabat 16

    Aku tak pernah tahu mengapa dia masih sama seperti dulu. Terkadang aku hanya berfikir dia hanya mengagumi diriku ataupun senang bercanda denganku.

    Adel, sapaan itu yang dimiliki aku. aku mengenalnya sudah cukup lama, namanya memang sangat popular di lingkungan. sebelumnya aku pernah mengaguminya entah karena apa mungkin karena kelasku berhadapan dengan kelasnya, dan mungkin karena dia memiliki selera humor yang tinggi. Aku seseorang yang cukup pecicilan tapi aku tak pernah merasakan rasa yang begitu bahagia bagai burung yang terbang di langit “ah tidak khayalanku kembali muncul” aku sering duduk santai di depan kelas aku sering melihat sikapnya ketika bercanda dengan temannya aku merasa terhibur walaupun saat itu aku tak akrab dengannya hanya cukup mengenalnya tapi dia belum mengenalku, pada saatnya ternyata dia adalah teman lebih dari teman lebih dari sahabat temanku tapi bukan teman sekelas dan aku tak akrab. dan akhirnya aku tak mengagguminya secara diam aku “berhenti” mengaguminya.

    Dia, kakak kelasku. 16 Januari 2016, aku mulai mengenalnya lebih dalam walaupun rasa kagumku pada saat itu telah hilang dan telah mengagumi orang lain. kali ini aku mulai kontakan dengannya dia mengirim pesan kepadaku dan mungkin saat itu aku cuek bahkan tak peduli, lambat laun orang yang aku kagumi ternyata egois dia tak pernah menghubungiku tak pernah menganggapku teman. “dia” mungkin setelah lama kontakan dengannya aku mulai memiliki rasa nyaman berteman dengannya, aku sering menceritakan kesedihanku dengannya walaupun aku telah bercerita kepada sahabatku tata.

    hingga pada akhirnya aku tak mengerti apa yang aku rasakan memiliki teman laki-laki yang sangat baik, mengerti dengan sikapku. aku berharap bersahabat dengannya. teringat tanggal 16 Januari, aku berfikir menjadikan tanggal persahabatan dengannya dia pun sepakat. aku memiliki dua sahabat yang satu perempuan dan yang satu laki-laki yang cukup mengerti aku dan sangat amat baik. berbulan bulan dekat dengannya bahkan hampir tiap hari pun bertemu kelasku berada persis di depan kelasnya.

    masih saja aku tak mengerti, perasaanku begitu tak terkendali. dan kata teman-temanku aku menyukainya, awalnya aku tak mempedulikannya. statusku di sosial media memang tentangnya walupun aku pake kode kode bintang gitu seperti anak-anak lain yang nyindirin temennya, tapi ternyata temanku mengetahuinya karena ulahku sendiri ya gitu kunci mulutku lepas. dan mulai saat itu banyak yang mengejek aku dengannya teman sekelasku, bahkan kakak kelas dan teman-temannya. perasaanku semakin menjadi-jadi, dan semenjak ada kata baper aku menggunakan kata itu sebagai pelampiasan perasaanku. aku tak dapat mengendalikan perasaanku ini dan hingga saat itu kita satu sama lain membuka perasaan itu masing-masing dan ternyata dia memiliki rasa yang sama denganku. (duh, gue jadi tambah baper, sampe mau terbang tapi lupa gak punya sayap)

    4 Januari 2016, 1 bulan setelah Ujian Nasional selesai. ya dia “Kakak Kelasku” 4 januari saat itu acara “pelepasan siswa kelas 9. ya dia akan pergi dan mencari sekolah baru. dan saat itu aku mengikuti acara itu walaupun aku bukan siswa kelas 9, aku mengisi acara disaat pelepasan siswa kelas 9. aku sudah mengetahui dia akan berbicara sesuatu tapi aku tak peduli karena mungkin cuma bercanda. Dia sahabatku mana mungkin harus mengikuti perasaanku, lagi pula aku nggak ingin kehilangan sahabat walaupun esok akan jarang bertemu

    Perasaanku mulai tidak jelas ditambah saat ternyata dia beneran bicara seperti itu, wah makin nggak jelas seperti becak memiliki roda enam nggak kebayang banget lah. tapi aku harus berfikir memilih satu sisi perasaanku yang akhirnya akan seperti itu atau memilih sisi lain yang masih tetap membutuhkannya.

    Gegana, itu yang aku rasakan. dan saran sahabatku tata adalah tetap bersahabat, saran itu benar dan aku pikirkan. dan aku tetap memilih menjadi sahabatnya walaupun aku mengecewakannya. tapi ya sudahlah itu yang terbaik.

    Dan seorang sahabat jika dia sahabat yang baik tidak akan pernah menyakiti perasaan sahabatnya.

    Cerpen Karangan: Della Sandra
    Facebook: Dellaa Sandraa
    Ig: @sndraa

    Artikel Terkait

    Sahabat 16
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email