Deadly Murders (Murder In The Lab)

Baca Juga :
    Judul Cerpen Deadly Murders (Murder In The Lab)

    Detektif James sibuk! Lari-lari seperti dikejar setan, Detektif James lari menuju sekolah 26 lagi, memecahkan pembunuhan lagi. Ia langsung menuju lab lantai 2 tempat pembunuhan terjadi. Korban bernama Alicia Dearlove, seorang murid.

    “Minggir! Minggir!” perintah Detektif James pada orang-orang yang menonton. Alicia tewas dengan laptop di sampingnya. Ada luka di kepala. Tidak ada petunjuk lain. Untungnya, ada kamera CCTV di lab. Detektif James mengirim mayat Alicia untuk diautopsi. Ia membuka laptop tersebut. Setelah kurang lebih 1 menit melihat-lihat laptop, ketemu juga pemilik laptop itu. Cecil dan Cecilia kembar, pemilik laptop itu langsung didatangi Detektif James. “Laptop kalian kutemukan berdarah dekat mayat. Coba jelaskan!” Detektif James menginterogasi. “Kami meminjamkannya pada Tom dan Sarah untuk menyelesaikan tugas.” jawab Cecil.

    Detektif James menginterogasi Tom dan Sarah. “Benar kalian meminjam laptop Cecil dan Cecilia?” tanya Detektif James. “Tidak.” jawab mereka serempak. Detektif James menonton tayangan CCTV. Dua orang, laki-laki dan perempuan, memukul korban dengan laptop. “Tidak banyak membantu.” pikirnya. Ia kembali ke TKP. Ia menemukan kertas berisi ancaman: “Jangan kira kau bisa lari”. Ada DNA pelaku di sana. DNA tersebut dikirim ke lab.

    Sementara itu, Detektif James mendapat sidik jari dari laptop. Sidik jari itu dikirim ke lab juga. Hasilnya, sidik jari itu milik pamannya sendiri, Paman Jake, pedagang laptop. Saat ditanya, Ia cuma berkata “Laptop itu dibeli di sini”.
    Hasil autopsi tidak membuahkan hasil. DNA sama saja.

    Detektif James mengeluarkan jurus terakhirnya, hacking habis-habisan. Akun Paman Jake isinya promosi laptop. Tapi… Sarah dan Tom diketahui mengirim pesan ancaman kepada Alicia. Detektif James hendak pergi ke Sarah dan Tom, ketika tiba-tiba ada suara tembakan! Polisi dan para penyerang baku tembak. 5 menit kemudian penyerang mundur, tapi 2 polisi luka-luka. Ada diary yang dijatuhkan seorang penyerang. Detektif James memungutnya dan membacanya.

    Diari Cecil.
    Dear diary, hari ini aku dan Cecilia membunuh anak sok itu. Bos menjanjikan honor 15 juta rupiah.

    Sisa diari itu tidak terbaca. Tapi cukup untuk menangkap kedua pembunuh Alicia. Detektif James menyerbu rumah Cecil dan Cecilia. Detektif James mencari ke kamar mereka. Ternyata ada lorong rahasia di balik lemari! Detektif James menyusurinya sampai ada sebuah pintu. Ketika dibuka, ada Cecil dan Cecilia, sedang berpesta narko*a, sambil mer*kok dan minum b*r.

    Mereka langsung dibawa ke pengadilan. Hakim menjatuhkan pidana 6 tahun penjara. “Apa alasan kalian melakukan ini?” tanya Ayah mereka dengan suara lirih. “Diam orang tua bang*at!” bentak mereka. Tapi, toh mereka menjelaskan semuanya. Motifnya adalah balas dendam dan mendapat uang dari bos.

    “Semoga aku tidak mendapat kasus seperti ini lagi” ucap Detektif James dengan suara sedih. Tapi, selama penulis belum kehabisan ide, Detektif James akan selalu mendapat kasus.

    Cerpen Karangan: Daniel Lie
    Facebook: Daniel Lie

    Artikel Terkait

    Deadly Murders (Murder In The Lab)
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email