Judul Cerpen Tak Sempat Memiliki
Aku laras asyifaturamah duduk di kelas 11, umurku di bawah 17 tahun tapi ke sekolah sudah berani bawa sepeda motor, sesekali pernah ditilang polisi pas waktu di perjalanan menuju sekolah alasannya gak pakai helm!, krik krik krik.
Aku jomblo tapi saat ini aku sedang PDKTan, bisa juga dikatakan kalau aku sedang HTS (hubungan tanpa status) dengan siapa yah? Panggil saja dia ali nama laki-laki itu Galih huda, laki-laki itu pernah bersekolah di sekolahanku jadi kami bertemu saat malam keakraban dan sekarang kita dekat seperti sepasang kekasih namun bukan.
Pagi pagi, via line
pagi de
pagi juga kak ali
udah siapa berangkat de?
mmm.. udah kak
yaudah aku skrng otw
takecare kak
Pagi-pagi udah dibikin baper kan gimana gak jatuh cinta aku sama ali. Semenjak kenal dan deket dialah transportasi menuju sekolah padahal aku juga bisa aja bawa motor ke sekolah, tapi tawaran maut dia susah aku tolak hihi. Pulangnya dia jemput lagi aku hal ini sudah gak aneh sih ngajakin jalan-jalan dulu, jajan, nongkrong di cafe, mampir ke toko buku, tempat sewa kaset DVD, sampai ke hunting foto sudah gak aneh. Emang sih ya kami sudah seperti pasangan kekasih tapi bukan.
Hari demi hari bulan demi bulan sudah kita lewati masa-masa pdktan tapi aku heran ali belum saja menyatakan cintanya yang selalu dia ucapkan “tunggu saja waktu yang tepat pasti kok aku bakal ngasih kepastian aku sayang kamu tunggu saja”. Entah terhipnotis atau apa aku menunggunya bersemangat. Biasanya aku tidak suka bahkan aku benci menunggu tapi untuk ali aku tak bosan menunggu.
Akhir-akhir ini dia sibuk sana sini cari kerjaan, tak apa, aku mengerti ali aku membiarkannya saja lagi pula aku dan dia hanya sebatas pdktan. Alhasil dia diterima di salah satu kantor yang berhubungan dengan komunikasi, gak lupa aku beri selamat, “selamat yah semoga betah di tempat kerja baru”.
Dia juga membalas ucapanku dengan riang tapi dia sedih karena harus mencukur rambut sebahunya, “aku numbuhin rambut bertahun-tahun, demi pekerjaan aku potong de”. Memang sih aku juga sedikit kecewa padahal aku sudah terlanjur jatuh hati pada rambutnya yang membuat menarik siapapun wanita.
Aku heran semakin sini dia berubah 380 derajat, semenjak ali kerja dan semenjak rambut dia dipotong. Memang benar anggapanku bukan 1 atau 2 orang yang aku selidiki bahwa rambut dipotong bisa merubah sikap mereka, dan kali ini alilah yang berubah sikap, benar bukan hanya penampilan, sikap bahkan perasaannya pun telah dia ubah. Sejak saat ali sudah kerja dia sibuk sekali kami pun jarang kontekan lewat gadget bahkan ketemu pun sudah tidak pernah.
Sesekali aku menangis karena aku dihantui perkataan dia yang memberikan harapan demi harapan kosong, palsu! Sakit sekali selangkah lagi ke status resmi dia miliku – aku milikmu gagal segagal gagalnya oleh pekerjaan. Aku mencoba melupakannya, ya aku coba sekeras mungkin hari demi hari aku begitu secepat ini melupakan ali.
Aku menegaskan diriku sendiri untuk tidak lihat ke belakang dan lihat ke depan, bendera move on berkibar. Memantapkan langkahku mulai membuka hati untuk pria lain yang jauh lebih baik.
Namun masih ada terselip dalam laci hati ingatan saat bersama ali karena aku telah terlanjur jatuh hati meski sedang move on aku selalu saja menstalk akun medsos atau sosmed ali “aliii…”. air mata jatuh ke pipi.
Di suatu hari aku ingin sekali ke toko es krim diantar oleh kakaku aku sangat bersemangat karena ditraktir “asyiiikkk”. Aku suka sekali es krim, di perjalanan langit tiba tiba mendung dan mulai gerimis tapi tetap saja aku terus menggas motorku karena sekarang juga sampai. Tumben sekali hari ini hujan bahkan hujannya pun membawa perasaan yang sendu.
Tiba-tiba tak lama setelah memesan es krim rasa coklat yang sangat lezat aku duduk di meja paling depan dekat dengan pemandangan jalan raya, mataku langsung tertuju ke wanita yang aku tak ketahui dandanan yang norak menor seperti penyanyi pemandu lagu di karaoke karaoke yang berkelas murahan dan yang lebih membuat aku kaget wanita itu dibonceng ali “aliii…”.
Tuhan hatiku sakit sekali, kaget, tidak percaya, kaget sekali, aku tidak percaya. Aku berdiri dari tempat dudukku menuju ke jalan raya ternyata dia masuk ke tempat makan di samping kedai es krim. Aku cemburu ingin sekali aku masuk ke tempat makan itu, langsung memergoki mereka namun apa daya aku bukan siapa siapanya.
Selepas itu aku jadi sering nangis di rumah di sekolah bahkan di tempat ramai pun, bayangkan saja orang yang kita cinta berubah 380 derajat, semuanya telah berubah kecuali rasa ini untuk ali…
Percuma saja move on percuma saja tidak lihat ke belakang kalau orang itu ada di depan mata kita dengan wanita lain. Hujan di hari itu sepertinya pertanda yang sangat tragis melukai hati kecilku. Hari-hari semakin tak bersemangat matahariku sudah tak bersinar terang… tunggu aku untuk move on kali kedua.
Cerpen Karangan: Mika Aprilia Kirana
Facebook: Mikka.april
Instagram: mikaaprilia06_
Line: mikaaprilia06
Aku laras asyifaturamah duduk di kelas 11, umurku di bawah 17 tahun tapi ke sekolah sudah berani bawa sepeda motor, sesekali pernah ditilang polisi pas waktu di perjalanan menuju sekolah alasannya gak pakai helm!, krik krik krik.
Aku jomblo tapi saat ini aku sedang PDKTan, bisa juga dikatakan kalau aku sedang HTS (hubungan tanpa status) dengan siapa yah? Panggil saja dia ali nama laki-laki itu Galih huda, laki-laki itu pernah bersekolah di sekolahanku jadi kami bertemu saat malam keakraban dan sekarang kita dekat seperti sepasang kekasih namun bukan.
Pagi pagi, via line
pagi de
pagi juga kak ali
udah siapa berangkat de?
mmm.. udah kak
yaudah aku skrng otw
takecare kak
Pagi-pagi udah dibikin baper kan gimana gak jatuh cinta aku sama ali. Semenjak kenal dan deket dialah transportasi menuju sekolah padahal aku juga bisa aja bawa motor ke sekolah, tapi tawaran maut dia susah aku tolak hihi. Pulangnya dia jemput lagi aku hal ini sudah gak aneh sih ngajakin jalan-jalan dulu, jajan, nongkrong di cafe, mampir ke toko buku, tempat sewa kaset DVD, sampai ke hunting foto sudah gak aneh. Emang sih ya kami sudah seperti pasangan kekasih tapi bukan.
Hari demi hari bulan demi bulan sudah kita lewati masa-masa pdktan tapi aku heran ali belum saja menyatakan cintanya yang selalu dia ucapkan “tunggu saja waktu yang tepat pasti kok aku bakal ngasih kepastian aku sayang kamu tunggu saja”. Entah terhipnotis atau apa aku menunggunya bersemangat. Biasanya aku tidak suka bahkan aku benci menunggu tapi untuk ali aku tak bosan menunggu.
Akhir-akhir ini dia sibuk sana sini cari kerjaan, tak apa, aku mengerti ali aku membiarkannya saja lagi pula aku dan dia hanya sebatas pdktan. Alhasil dia diterima di salah satu kantor yang berhubungan dengan komunikasi, gak lupa aku beri selamat, “selamat yah semoga betah di tempat kerja baru”.
Dia juga membalas ucapanku dengan riang tapi dia sedih karena harus mencukur rambut sebahunya, “aku numbuhin rambut bertahun-tahun, demi pekerjaan aku potong de”. Memang sih aku juga sedikit kecewa padahal aku sudah terlanjur jatuh hati pada rambutnya yang membuat menarik siapapun wanita.
Aku heran semakin sini dia berubah 380 derajat, semenjak ali kerja dan semenjak rambut dia dipotong. Memang benar anggapanku bukan 1 atau 2 orang yang aku selidiki bahwa rambut dipotong bisa merubah sikap mereka, dan kali ini alilah yang berubah sikap, benar bukan hanya penampilan, sikap bahkan perasaannya pun telah dia ubah. Sejak saat ali sudah kerja dia sibuk sekali kami pun jarang kontekan lewat gadget bahkan ketemu pun sudah tidak pernah.
Sesekali aku menangis karena aku dihantui perkataan dia yang memberikan harapan demi harapan kosong, palsu! Sakit sekali selangkah lagi ke status resmi dia miliku – aku milikmu gagal segagal gagalnya oleh pekerjaan. Aku mencoba melupakannya, ya aku coba sekeras mungkin hari demi hari aku begitu secepat ini melupakan ali.
Aku menegaskan diriku sendiri untuk tidak lihat ke belakang dan lihat ke depan, bendera move on berkibar. Memantapkan langkahku mulai membuka hati untuk pria lain yang jauh lebih baik.
Namun masih ada terselip dalam laci hati ingatan saat bersama ali karena aku telah terlanjur jatuh hati meski sedang move on aku selalu saja menstalk akun medsos atau sosmed ali “aliii…”. air mata jatuh ke pipi.
Di suatu hari aku ingin sekali ke toko es krim diantar oleh kakaku aku sangat bersemangat karena ditraktir “asyiiikkk”. Aku suka sekali es krim, di perjalanan langit tiba tiba mendung dan mulai gerimis tapi tetap saja aku terus menggas motorku karena sekarang juga sampai. Tumben sekali hari ini hujan bahkan hujannya pun membawa perasaan yang sendu.
Tiba-tiba tak lama setelah memesan es krim rasa coklat yang sangat lezat aku duduk di meja paling depan dekat dengan pemandangan jalan raya, mataku langsung tertuju ke wanita yang aku tak ketahui dandanan yang norak menor seperti penyanyi pemandu lagu di karaoke karaoke yang berkelas murahan dan yang lebih membuat aku kaget wanita itu dibonceng ali “aliii…”.
Tuhan hatiku sakit sekali, kaget, tidak percaya, kaget sekali, aku tidak percaya. Aku berdiri dari tempat dudukku menuju ke jalan raya ternyata dia masuk ke tempat makan di samping kedai es krim. Aku cemburu ingin sekali aku masuk ke tempat makan itu, langsung memergoki mereka namun apa daya aku bukan siapa siapanya.
Selepas itu aku jadi sering nangis di rumah di sekolah bahkan di tempat ramai pun, bayangkan saja orang yang kita cinta berubah 380 derajat, semuanya telah berubah kecuali rasa ini untuk ali…
Percuma saja move on percuma saja tidak lihat ke belakang kalau orang itu ada di depan mata kita dengan wanita lain. Hujan di hari itu sepertinya pertanda yang sangat tragis melukai hati kecilku. Hari-hari semakin tak bersemangat matahariku sudah tak bersinar terang… tunggu aku untuk move on kali kedua.
Cerpen Karangan: Mika Aprilia Kirana
Facebook: Mikka.april
Instagram: mikaaprilia06_
Line: mikaaprilia06
Tak Sempat Memiliki
4/
5
Oleh
Unknown
