Kejamnya Cinta

Baca Juga :
    Judul Cerpen Kejamnya Cinta

    Disaat saya merasa hampa, sepi, tak ada harapan, tak ada semangat motivasi hidup. Saya berdoa kepada Tuhan untuk menghadirkan seseorang wanita yang dapat menghilangkan rasa hampa, rasa sepi, dapat menjadi harapan, semangat dan motivasi hidupku. Tuhan maha mendengar, maha bijaksana Tuhan kabulkan doaku dan dikirimkanlah seorang wanita cantik parasnya, perilakunya baik di sekitarku.

    Namaku Farhan Syahputra. Namun teman-temanku lebih sering memanggilku Han. Aku seorang mahasiswa semester 2 jurusan ilmu komputer di UNJ Jakarta. Ya selama satu tahun kuliah aku mengalami gejolak cinta yang kurang baik. Sebelumnya aku LDR (Long Distance Relationship) atau bisa dibilang pacaran jarak jauh dengan pacarku atau sekarang bisa disebut mantanku di semester 1 dan sempat menyambung lagi namun kandas. Aku merasa sepi merasa hampa di dalam keramaian. Butuh sosok pengganti untuk membangkitkan harapan dan semangatku kuliah dan hidup pastinya.

    Tuhan maha mendengar dan mengabulkan doaku. Tuhan kirimkan seseorang yang baik dan cantik parasnya. Di awal semester 3 tepatnya di hari Propti atau Ospek Universitas. Aku memang sengaja mendaftar untuk menjadi salah satu KOMDIS (Komisi Dsisiplin). Iya ini awal aku bertemu dengannya. Vanny Rider mahasiswa baru dengan jurusan yang sama. Awalnya tidak ada perasaan lebih. Namun setelah kami bersama di suatu organisasi yang sama selama 3 bulan kami mulai akrab satu sama lain. Aku yang sangat membutuhkan sosok pengganti untuk membangkitkan semangatku. Aku merasa nyaman denganya. Apakah ini balasan dari salah satu doaku yang meminta dikirimkan seseorang itu.

    Akirnya suatu saat aku memberanikan diri. “ayah saya sudah di depan kak, kita besok lagi ya ngobrolnya hehehe” kata Vanny. “oh iya gak papa saya juga mau pulang, mau saya antar ke depannya” jawabku. “iya udah ayo hehehe” jawabnya.

    Setelah kami berjalan menuruni tangga satu demi satu dan sampai sebuah lorong terlihat ayahnya yang sedang ada di mobil sudah menjemputnya yang jaraknya 50 meter lagi. “saya antar sampe sini aja ya” jawabku. “Iya kak gak papa, makasih yaa” jawab Vanny. Setelah dia sudah berjalan 5 langkah meninggalkanku aku tak tahu ada kata yang terucap yaitu “kamu mau jadi pacar saya gak Van?” sahutku. Dia langsung berbalik badan dan berhenti sejenak. Namun aku pun langsung berbalik badan untuk meninggalkan dia dan berkata “udah jalan lagi sana sudah ditunggu sama ayah kamu” kataku. Kami pun sama-sama langsung pergi meninggalkan tempat itu.

    Keesokan harinya seperti biasa setelah kuliah jadwal kuliah selesai aku langsung ke sekret organisasai atau Himpunan Mahasiswa yaitu HIMIKOM (Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer). Ya aku bertemu dengan Vanny dan ia menghampiriku. Kuajak dia mengobrol di tempat yang nyaman, sepi dan tentram (jangan mes*m ya hehehe). Tiba-tiba dia bilang “kak kalau sendainya saya gak nerima kakak, apa semuanya berubah” tanya Vanny. “semua gak akan berubah saya akan tetap ramah, baik sama kamu dan teman-temanmu, karena saya baik, ramah seperti ini bukan karena saya hanya mengejar cintamu” jawabku.
    “jika tuhan kasih permintaan dalam waktu 3 menit dari sekarang, apa yang kakak minta” Tanya Vanny. “Semoga Tuhan memberikan kesempatan untuk saya dapat memiliki, menjaga mencintai dan menyanyangi seorang wanita yang bernama Vanny Rider” Jawabku.
    Setelah aku menjawab itu dia mengalihkan topik obrolan kami, saat itu aku merasa berdebar jantungku, muncul rasa kekhawatiran dan pertanyaan diri. Apakah dia menolakku?. Namun tak mau aku lihatkan raut wajah itu kuusahakan kututupi dengan rasa senang dan senyum palsu.

    Dan waktu telah menunjukan pukul 4 sore. Aku harus bergegas untuk les. “saya pergi dulu ya mau les” kataku. “iya udah saya di sekret dulu sampe ayah jemput” jawab Vanny. Disaat aku mengobrol dengannya tak sengaja aku membuat mobil-mobilan dari kertas dan harapan yang ditanyakan Vanny tadi kutuliskan disitu. Aku masukan saja ke dalam kantongku untuk mainan.

    Sesampainya di tempat les aku langsung menuju mushola untuk beribadah. Setelah beribadah aku melihat mobil-mobilan kertas yang aku buat dan tanpa disadari terdapat bacaan selain harapanku tersebut. Tulisan itu bertuliskan “Dan Tuhan memberikan kesempatan itu sekarang kepadamu” dan ada tanda tangannya yang bernama Vanny. Aku pun tak menyangka dan masih belum percaya.

    Saat itu hp ku berbunyi dan ku lihat ada pesan dari Vanny. “semangat lesnya sayang” rasanya aku terbang dan bersemangat sekali. Aku membalas untuk memastikan “iya makasih ya, sekarang kita pacaran?” balasku. “kan aku udah tulis jawabannya di mobilan kertas yang kamu buat” balas Vanny. “setelah aku membaca pesan itu aku pun merasa senang dan berbunga-bunga dan merasa hati ini cerah dan rasa senang yang tak ada habisnya. Sungguh luar biasa rasanya, hidupku berubah seperti taman bunga yang mengalami kekeringan panjang dan akhirnya diguyur hujan yang sangat deras sehingga bunga-bunga pun bermekaran kembali. Semua aktivitas yang kulakukan rasanya dilakukan dengan senang, ceria dan rasanya bersemangat sekali. Mendapat perhatian, kasih sayang, cinta dari sosok wanita selain ibu yang sudah lama kurindukan akhirnya datang. Syukur yang tak ada habisnya kepada Tuhan.

    Satu bulan pertama kami berpacaran semuaya baik-baik saja. Semua merasa lebih baik, kami lebih akrab dan merasa nyaman satu sama lain. Di bulan kedua kami berpacaran masih terasa baik-baik saja dan tak ada masalah di antara kami. Komunikasi kami baik secara langsung dan tidak langsung tidaklah ada masalah. Tiba tiba di pertengahan bulan ketiga kami berpacaran. Sifatnya berubah, aku merasa ada kebosanan dalam dirinya, perhatian yang diberikan kepadaku pun seakan berbeda dari biasanya. Namun tak kuhiraukan perasaanku itu semua. Aku hanya berpikir positif saja, “mungkin dia sedang bosan” dalam hatiku berkata. Namun lama-kelamaan aku merasa semua sikapnya benar-benar berubah. Biasanya dia membalas pesan dariku cepat ini bahkan aku harus menunggu berjam-jam. Ya aku masih berpikir positif “mungkin dia memang sedang sibuk” dalam hatiku berkata.

    Dan akhirnya di tanggal 26 maret pukul 13.43 dia bilang kepadaku ingin berbicara lewat telepon. Namun aku sudah menduga apakah ini akhir dari hubungan kita, namun aku hanya berpikir bahwa ini bukan akhir segalanya. Drrrrtrrtrtrtr hp ku berbunyi. “haloo” jawabku. “hallo” jawab Vanny. “kamu mau ngomong apa Van?” tanyaku. “aku gak mau bertele-tele, aku langsung intinya aja, aku lebih nyaman kita gak ada ikatan, aku ingin kita putus hubungan dan balik seperti sebelum kita ada ikatan” jawab Vanny. Aku hanya bisa terdiam dan tak sanggup aku menahan air mataku. “ya sudah kalo emang itu keputusan kamu, saya gak bisa menahann, ya daripada memaksakan cinta gak baik, seperti janji saya semua sikap saya tidak pernah berubah dengan kamu dan teman-temanmu” jawabku dengan menahan isak tangis.
    “aku juga gak akan merubah sikap aku ke kamu” katanya. Tak sanggup lagi aku menahan tangis, kuakhiri panggilan antara ku dengannya. Aku merasa taman bunga yang telah diguyur hujan telaha mengalami kekeringan kembali dan akhirnya bunga-bunga di taman tersebut mati karena kekeringan. Ku merasakan lambatnya detik berdetak menjadi menit dan menit berjalan menjadi jam. Semua itu terasa lama. Sedih itu pasti, sesekali air mataku jatuh metes tak sanggup aku menahannya. Semua yang kurasa telah sirna. Semua yang aku rencanakan bersamanya telah sirna. Akhirnya libur semester ganjil telah berakhir. Sudah saatnya kuliah semeter genap di tahun ajaran baru dimulai. Aku yang tak bisa melupakannya karena selalu bertemu dengannya.

    2 bulan dari aku putus dengannya aku masih merasa sepi dan galau. Namun aku sadar semua yang kualami itu merupakan sebuah takdir dan cobaan dari tuhan. Cinta itu bukan memutuskan harapan, tetapi malah memberikan harapan. Cinta itu bukanlah membuat putus asa, tetapi malah memberikan asa. Cinta itu bukanlah membuat aku lemah, tetapi membuat kita kuat akan cobaan ini. Iya aku harus bangkit, mengejar cita-cita masa depan dan membahagiakan orangtuaku. Namun setelah aku bangkit dari keterpurukan aku merasa semua janji yang dibuat olehnya semua hanya dusta, hubungan kami setelah putus pun seperti bermusuh. Apakah ini yang dinamakan cinta, memutuskan tali persahabatan dan membuat permusuhan disaaat terjadi kegagalan dalam hubungan. Sungguh kejamnya cinta, kalau saja aku tahu apa yang akan terjadi akibat dalam kegagalan cinta, aku tidak akan pernah mau merasakan cinta. Ya awalnya aku marah namun ya sudahlah biarlah waktu yang menjawab.

    Sempat aku merasa sedih lagi ketika aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bahwa dia telah bersama dengan yang lain. Sungguh kejam rasanya, sakit di dada ketika mendengar alasannya saat putus hubungan denganku, namun teganya dia mengkhianati itu semua. Rasanya benar-benar ingin memusihnya, marah padanya, benci padanya. Hilang semua rasa cintaku padanya atas kelakuannya. Namun ketika aku merasakan itu semua, aku sadar semua tidak akan berubah jika api dibalas api. Teringat janjiku padanya aku tidak akan merubah sikap, prilaku kepadanya. Aku sadar yang lalu biarlah berlalu, luka pasti ada sembuhnya.

    Setelah lama aku pendam amarah kepadanya namun semua amarah itu hilang dan aku mulai sadar ini bukan akhir dari segalanya, janganlah sampai masalah ini menjadi permusuhan. Dan aku merasa bahagia setelah lama aku tidak melihat senyuman di wajahnya, akhirnya aku bisa melihat senyumnya kembali. Ya walaupun itu bersama dengan yang lain. Betapa senangnya melihat orang yang dicintai bahagia dicintai dan dikasih sayangi oleh orang yang tepat. Saya telah merasakan kebahagaian singkat bersamanya dan kini saya pun merasakan kekecewaan dan kebenciannya. Tetapi satu hal saya tidak pernah benci dengan dia tapi saya benci perpisahaannya. Saya merasa kecewa namun saya sadar saya tidak boleh kecewa walaupin kenyataannya tak sesuai rencana, saya sadar rencana tuhan lebih sempurna. Cinta yang sempurna akan datang tanpa harus direncanakan. Saya pernah berdoa untuk tuhan mengirimkan seorang wanita untuk menemani dan memberi harapan dan motivasi dan tuhan kabulkan. Tetapi saya lupa untuk berdoa untuk dapat memilikinya selamanya sehingga sekarang ia pergi dengan yang lain..

    Cerpen Karangan: Agro Niago Utomo
    Agro Niago Utomo.
    Email: Agroniago[-at-]gmail.com
    Blog: cerpenagro.blogspot.co.id
    Facebook: Agro Niago
    IG: @Agroniago8

    Artikel Terkait

    Kejamnya Cinta
    4/ 5
    Oleh

    Berlangganan

    Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email