Judul Cerpen Bodoh
Hidup ini memang dipenuhi kebodohan. Orang yang merasa dirinya pandai, dialah yang sebetulnya orang bodoh.
Pagi ini misa berangkat ke kampus dengan wajah lesu. Tadi sebelum berangkat ke kampus orangtuanya sempat ribut mengenai perceraian. Menurutnya orangtuanya masuk dalam kategori orang bodoh. Hanya karena sebuah masalah sepele kedua orangtuanya langsung ribut dan saling caci maki. Misa sudah bosan mendengar ancaman dari seperti itu dari ibunya. Sedangkan ayahnya seolah tidak peduli, terlalu Nampak santai dan kalem. Sedangkan misa hanya menghela nafas dan langsung berangkat ke kampus
Kembali ke kampus..
Misa berjalan sambil menunduk melihat lantai sampai… brruuk.. misa menabrak seorang laki laki. Dia mendongak untuk melihat laki laki itu. Dan.. wow… ternyata dia adalah laki laki paling populer di sekolahnya. Yah, dia Adrian atau biasa dipanggil drian. namun sebenarnya misa tidak terlalu peduli akan hal itu. Drian merupakan cowok yang sombong menurut misa. Saat drian disapa oleh orang lain dia hanya melihat dengan tatapan dingin kemudian memalingkan wajahnya tanpa tersenyum sedikitpun. kemudian misa sadar dari lamunannya saat drian berkata “hehh.. kau letakkan dimana matamu? hah? Jalan pake mata donk?” caci Adrian. Misa merasa kesal karena perkataan drian. Membuat dia emosi. “apa kau bilang? Jalan itu yah pake kaki! Memangnya kau tidk berpikir apa? dasar bodoh” kemudian misa berjalan ke ruang kelasnya. Kemudian dia merasa bahwa drian adalah orang bodoh. Karena berbicara tanpa berpikir panjang terlebih dulu.
Sesampainya di kelas dia lansung disambut oleh sahabat satu satunya yaitu Megi. Megi merupakan perempuan yang memang benar benar perempuan. Kenapa? kareana megi selalu berdandan. Memang dia memiliki wajah yang tak kalah cantik dari misa. Namun yang membedakan mereka ialah misa tomboy sedangkan megi terlalu girly
“pagi misa.. ada apa dengan wajahmu? Kenapa kusut begitu?” Tanya megi begitu ia melihat misa. “kau pasti sudah tau. Kedua orangtuaku yang termasuk dalam kategori bodoh itu selalu bertengkar setiap waktu. Jadi kalau..” jtakk!! belum selesai misa dengan kalimatnya megi sudah mendaratkan sebuah jitakan yang cukup keras di kepala misa. “kau yang bodoh. Bagaimana mungkin kedua orangtuamu kau sebut bodoh. Dasar anak durhaka” kata megi berapi api. “aissh.. itu sakit Tau. Ahk. Ternyata kau juga tidak bisa membantu. Sebaiknya aku bercerita pada yogi saja” gerutu misa lalu beranjak menuju tempat duduk yogi. Megi langsung membelalakan matanya mendengar perkataan misa.
Yogi merupakan seorang cowok yang sama populernya dengan drian. Namun mereka berdua berbeda. Kalu Adrian sombong maka sebaliknya, yogi sangatlah ramah kepada semua orang. Dan yogi merupakan cowok yang disukai oleh megi. Saat misa sudah akan sampai, megi langsung menarik misa ke luar kelas dan menyeretnya ke taman. Misa sudah paham akan gelagat sahabatnya itu. Megi cemburu. Misa mengulas senyum kemenangan atas sikap megi. “hah.. baiklah baiklah, ceritakan apa masalahmu.” Kemudian misa menceritakan semua masalahnya pagi ini tentang kedua orangtuanya. Misa merasa lega setiap kali dia sudah menceritakan masalahnya kepada orang lain.
“kau harus sabar mengadapi keributan orangtuamu. kalau bukan kau yang memperbaiki keluargamu. Siapa lagi?” “tapi kaukan tau sendiri, aku tidak pernah diperhatikan oleh kedua orangtuaku. Mereka berdua selalu bekerja dan bekerja tanpa sempat memberiku kasih sayang mereka, sedikit saja. Hah.. sudahlah aku menyerah. Biarkan saja.” Akhirnya megipun menyerah menasehati misa. memang perkataannya itu benar. Kedua orangtuanya hanya tau bekerja tanpa memikirkan misa.
Setiap hari misa selalu mendengar keributan orangtuanya. Hingga pada hari ini dia mendengar hal yang sangat membuatnya terguncang “untuk apa kau selalu meributkan tentang misa hah?” teriak ibunya dari lantai 1.” Dia hanya anak pungut. Kau terlalu memanjakannya. Kau lihat sekarang? dia begitu berharap bahwa sebetulnya kita adalah orangtua kandungnya.” “hentikan amira. Nanti misa mendengarnya.” Bentak ayah misa kepada ibunya. Misa sangat terguncang mendengar hal itu. Dia pun keluar dari kamarnya dan kemudian berjalan dengan air mata bercucuran di kedua pipi mulusnya. “a…ayah… bunda… sebenarnya mi..misa ini anak pungut?” kedua orangtuanya -ralat- orangtua angkatnya sangat terkejut melihat misa sudah bercucuran air mata. “JAWAB AKU!!” bentak misa. “Misa.. maafkan ayah dan bunda. Itu semua benar. Maafkan kami.” Kata bundanya misa dengan bercucuran air mata. Kemudian misa mendekati amira bundanya dan satrio ayahnya. “nyonya amira dan tuan satrio. terimakasih telah merawatku selama ini. aku menyayangi kalian berdua. Aku harus segera pergi. Aku tidak berhak lagi menikmati apa yang kalian berikan untukku.” Setelah mengatakannya misa berlari ke luar rumah. Dia berlari ke arah taman. Saat akan sampai di taman dia menabrak seseorang. Tepatnya laki laki. Dia adalah Adrian. Adrian akan segera meledak karena ditabrak oleh misa, namun dia segera mengurungkan niatnya saat melihat misa bercucuran air mata.
Misa mendongak melihat Adrian, kemudian tanpa pikir panjang dia langsung memeluk Adrian dengan erat. Adrian terkesiap, ingin dia berontak namun melihat misa yang menumpahkan seluruh air matanaya di dada Adrian membuat dia terdiam. Baru kali ini drian melihat misa menangis. Sebenarnya Adrian selalu memperhatikan misa. Dia tertarik melihat misa yang selalu cuek dengannya.
Kemudian Adrian segera membwa misa ke kursi panjang di taman dengan masih memeluk misa. Misa kemudian menumpahkan seluruh keluh kesahnya sambil meracau “aku memang bodoh.. sangat sangat bodoh.. hiks.. ternyata Selama ini mereka bukan orangtua kandungku. aku anak pungut. Hikss hiks.. aku anak pungut. Ak..aku. tidak tahu ke..ke..kenapa mereka membohongiku.. rasanya sakit sekali.. aku bodoh.. aku.. aku..” misa tidak bias berkata kata lagi. Bahunya berguncang sangat keras akibat tangisannya. Adrian semakin mempererat pelukannya pada misa. Misa juga memeluk Adrian dengan sangat kencang hingga membuatnya sesak, namun dia tidak mempermasalahkan itu sekarang.
“aku memang tidak tahu perasaanmu misa.. namun menangislah sepuasnya. Keluarkan semua yang mengganjal di hatimu. Aku akan menjagamu misa.” Kata drian sambil memeluk misa.. setelah 10 menit akhirnya misa mengangkat kepalanya dari dada drian dan menghapus kedua pipinya dan membersit hidungnya dengan saputangan dari Adrian dengan cara yang jauh dari kata anggun. Kemudian dia melirik ke arah Adrian. “hah?! jadi dari tadi aku … kau.. Adrian?” misa sangat terkejut karena dia baru sadar bahwa laki laki itu adalah Adrian. “Sudahlah.. tidak perlu seperti itu. Bagaimana? sudah lebih baik?”
“su..sudah.. terima kasih.. kaosmu jadi basah.. maafkan aku. Menangis di sembarang tempat, aku tidak tahu harus kemana lagi..” kembali missa menjatuhkan air matanya saat mengingat kenyataan pahit yang baru saja diterimanya. Adrian yang melihatnya langsung menghapus air mata misa dengan ibu jarinya. “Sudahlah. Tak masalah. tak usah menangis begitu. Jadi bagaimana sekarang? kau lari dari rumah” misa mengangguk. “Dimana kau akan tinggal sekarang” misa menggeleng. “Entahlah. Mungkin akan terlantar di jalanan. Kalau aku tinggal di rumah megi pasti orangtuanya tidak akan menerimaku.”
“kenapa” tanya Adrian “mereka menilaiku sebagai anak berandalan. Yah kau tahulah.. aku seperti anak laki laki. orangtuaku tidak.. maaf maksudku orangtua angkatku tidak pernah memperhatikanku.” Misa menengadah melihat birunya langit saat ini.. “kau tinggal saja di apartemenku bersamaku. Tenang saja aku tidak akan macam macam.” misa bepikir sejenak lalu berkata “bagaimana dengan biaya hidupku? bagaimana juga aku akan membayar sewanya” “aissh.. kau ini.. memangnya aku terlihat seperti seorang penagih.. tenang saja kau boleh tinggal denganku gratis.. tinggalah selama mungkin yang kau mau.” “terimakasih.. ternyata kau orang yang baik. Walaupun sombong..” misa berkata sambil memperlihatkan cengiran kudanya. Adrian hanya menggeleng.
Akhirnya mereka pulang ke apartemen Adrian. Tapi sebelumnya mereka mampir ke mall untuk membeli perlengkapan wanita untuk misa.. sesampainya di apartemen milik Adrian misa langsung duduk di sofa. Dia merasa ada yang kurang.. “emm.. Adrian sepertinya ada yang kurang.” Adrian juga tampak berfikir sejenak.. lalu “baju dan celana!!” teriak mereka berdua bersamaan.. “heuuh.. bagaimana mungkin hal sepenting itu bisa kulupakan.. kenapa hanya pakain dalam yang kuingat” “aishh.. bodoh..” batin misa… “kalau begitu pakai milikku saja.” Kata Adrian lalu memberikan sepasang baju kaos dan celana training miliknya serta handuk kepada misa.
“sudah sana mandi.. aku mencium bau tidak sedap dari tubuhmu.” Sambil mendorong misa “apa kau bilang hah?!” misa berbalik ingin melayangkan tinjunya ke lengan drian, namun kakinya tersandung keset kaki dan terjatuh. Adrian membalik posisinya sehingga terjatuh dengan keadaan tubuhnya menindih misa. Mereka berdua saling menatap lalu misa memejamkan matanya saat melihat wajah Adrian semakin dekat dengan wajahnya. Selanjutnya yang dia rasakan adalah bibir Adrian menempel di bibirnya. Hingga mereka berdua berciuman dengan hangat. Kemudian Adrian mengangkat wajahnya dan kemudian duduk diikuti misa. wajah misa memerah. Itu adalah ciuman pertamanya. “itu.. itu pasti ciuman pertamamukan?” tanya Adrian. Misa hanya diam.. melihat misa diam Adrian menganggap iu sebagai jawaban iya. “Terimakasih.. suatu kehormatan bagiku dapat merebut ciuman pertama seorang gadis tomboy dan cukup terkenal di kampus..” misa mendelik lalu berkata “itu pujian atau ledekan? hah?” “bodoh.. tentu saja itu pujian. Dasar aneh.. sudah sana mandi.. aku akan memasak makan malam untuk kita.”
Malamnya mereka duduk berdua di balkon apar Adrian. Misa memeluk kedua lututnya saat angin datang berhembus. Adrian yang melihat hal itu lalu menarik misa ke dalam pelukannya. Misa terkejut, namun dia segera menghilangkan rasa terkejutnya. “Misa… bagaimana hubunganmu dengan yogi?” Tanya Adrian.. “hubungan apa maksudmu?” “bukannya kau pacaran dengan yogi?” “tidak. Dia itu hanya orang baik yang selalu datang tepat waktu saat aku membutuhkannya. Dia hanya seorang sahabat. Tidak lebih dari itu” Adrian sangat senang mendengarnya.
Setelah 2 minggu tinggal di apartemen Adrian, misa semakin dekat dengannya. Sehingga dia merasa bahwa dia mulai menyukai drian. orangtua angkat misa selalu meneleponnya. Namun misa enggan menjawabnya dan akhirnya menonaktifkan nomornya, dia juga selalu menghindar saat ditanyai oleh megi.. suatu malam di balkon.. “misa.. aku ingin mengatakan hal yang penting kepadamu..” suara drian gugup.. misa heran melihatnya. “Katakanlah..” “aku mungkin tidak tahu merangkai kata kata romantis. Tapi sebenarnya sudah lama aku menyukaimu dan memperhatikanmu. Sekarang aku tidak hanya menyukaimu tapi juga mencintai dan menyayangimu. Would you be my girl and always stay with me in my hearth?” Tanya drian sambil menggenggam tangan misa dengan erat.. misa terkejut sekaligus bahagia.. “yah.. aku juga menyayangimu drian.. yes drian.. yes, I would be your girl and always stay with you in your heart.” Tanpa pikir panjang drian langsung memeluk tubuh misa dan mengangkatnya. Kemudian dia mencium bibir misa dengan penuh perasaan. Misa pun membalas ciuman Adrian. Drian kemudian memeluk misa.
Saat sedang bahagia misa kemudian mendapat panggilan masuk dari yogi.kemudian mengangkatnya “halo..” sapa misa.. “misa.. ini darurat cepatlah ke rumah sakit. Ayahmu terkena serangan jantung. Dia kritis sekarang..” “apa? a.ayah..” kemudian dia menangis dan memeluk tubuh Adrian “drian.. ayah drian.. dia kritis. Antarkan aku menemuinya drian.. kumohon..” “tenanglah sayang.. ayo kita segera pergi”
Sesampainya di rumah sakit misa langsung berlari ke arah ruangan ayahnya yang diberitahu oleh yogi. Begitu sampai yogi langsung memeluk misa yang bercucuran air mata. Drian sempat cemburu. Namun dia berpikir positif. Dia tidak ingin menimbulkan keributan dan membuat misa membencinya.. “yogi bagaimana ayahku?” “tenanglah.. doker sedang memeriksa ayah.” Kemudian dokter keluar dan “siapa yang bernama misa disini? harap segera masuk. Tuan satrio sedari tadi mencarimu.” Misa segera masuk diikuti yogi dan drian.
“ayah.. hikss.. maafkan misa.. misa.. hiks.. misa salah..” “tidak misa.. kau tidak salah. Selama ini kami yang salah karena sudah membohongimu. Bundamu jugak merasa bersalah. Maafkan kami yah.. ayah dan bunda sayang padamu” “iya ayah, aku juga sayang kalian.” Kemudian yogi juga ikut ikutan memeluk misa.. “eh.. apa apaan ini.. kenapa kau memelukku juga” Tanya misa “heh.. sopan sedikit padaku.. aku ini kakakmu. Dasar bocah” “hah? apa? aku tidak salah dengar.. maksudnya ini apa yah..?” “ya misa.. yogi adalah kakakmu.. saat dia masuk smp kami mengirimnya ke luar negeri. Disaat itulah kami mengadopsimu karena rumah kami terasa sepi.” “lalu kenapa selama kami satu kampus dia tidak pernah pulang ke rumah..?” “dia langsung membeli apartemen di dekat kampus dan memilih disana karena merasa dia sudah dapat mandiri.” Yogi melipat tangannya di dada dan menaik turunkan alisnya. “Ishh.. apa apan kau ini?” jtakk.. “sakit tau.. kau sudah gila yah” bentak misa kepada yogi karena dia sudah menjitak kepala misa. “kau harus sopan. Aku ini kakakmu.. ingat..ka-kak-mu!” dia mengeja sebutan kakak.
Adrian dan yang lainnya hanya geleng kepala sambil tersenyum. Adrian kemudin mendekat dan merangkul pundak misa, namun diganggu oleh yogi “hey.. apa apan ini? jangan menyentuh adikku.” “kau kan hanya kakaknya. Sedangkan aku kekasihnya. Benarkan misa sayang?” “yups.. itu benar. Kakak cemburu? sudah sana nyatakan cintamu pada megi. Dia selalu menunggu kau menyatakan cinta padamu.” Sembur misa “benarkah?” yogi bertanya dengan mata berbinar. Kemudian saat dia akan beregegas pergi misa menarik lengannya dengan kuat “hey.. apa kau gila? kau akan meninggalkan ayah? dia akan segera datang. Aku sudah menyuruhnya tadi..” wajah yogi memerah. Misa langsung tertawa terbahak bahak sampai Adrian mencubit pipinya lembut karena mengganggu kenyamanan pasien lain. Misa pun diam dan menggaruk tenguknya yang tidak gatal.. “he he… Maaf..” misa nyegir kuda. Adrian tersenyum dan merangkulnya dengan mesra.
1 bulan kemudian…
“misa.. aku sangat mencintaimu..” “aku tau” “aku menyayangimu” “aku tahu” “aku tidak ingin melepaskanmu” “aku tahu” Adrian sedikit kesal atas jawaban misa. “apa yang tidak kau ketahui hah?” “aku tahu semua drian sayang. Kau mencintaiku, menyayangiku dan tidak ingin lepas dariku. Karena aku juga sama sepertimu.” “Ok.. aku lupa..”
Akhirnya misa dan Adrian menjadi sepasang kekasih yang sulit untuk dipisahkan.
Yogi dan megi pun jadian dan saling menyanyangi satu sama lain. Setelah menegetahui kalau yogi pun menyukai megi, megi sampai melompat kegirangan. Hingga tanpa pikir panjang dia menerima yogi sebagai kekasihnya.
Semua hal sulit akan cepat diselesaikan jika dihadapi dengan cinta.
SEKIAN
Cerpen Karangan: Derisma Paulina
Facebook: Derisma Paulina Haloho
Hidup ini memang dipenuhi kebodohan. Orang yang merasa dirinya pandai, dialah yang sebetulnya orang bodoh.
Pagi ini misa berangkat ke kampus dengan wajah lesu. Tadi sebelum berangkat ke kampus orangtuanya sempat ribut mengenai perceraian. Menurutnya orangtuanya masuk dalam kategori orang bodoh. Hanya karena sebuah masalah sepele kedua orangtuanya langsung ribut dan saling caci maki. Misa sudah bosan mendengar ancaman dari seperti itu dari ibunya. Sedangkan ayahnya seolah tidak peduli, terlalu Nampak santai dan kalem. Sedangkan misa hanya menghela nafas dan langsung berangkat ke kampus
Kembali ke kampus..
Misa berjalan sambil menunduk melihat lantai sampai… brruuk.. misa menabrak seorang laki laki. Dia mendongak untuk melihat laki laki itu. Dan.. wow… ternyata dia adalah laki laki paling populer di sekolahnya. Yah, dia Adrian atau biasa dipanggil drian. namun sebenarnya misa tidak terlalu peduli akan hal itu. Drian merupakan cowok yang sombong menurut misa. Saat drian disapa oleh orang lain dia hanya melihat dengan tatapan dingin kemudian memalingkan wajahnya tanpa tersenyum sedikitpun. kemudian misa sadar dari lamunannya saat drian berkata “hehh.. kau letakkan dimana matamu? hah? Jalan pake mata donk?” caci Adrian. Misa merasa kesal karena perkataan drian. Membuat dia emosi. “apa kau bilang? Jalan itu yah pake kaki! Memangnya kau tidk berpikir apa? dasar bodoh” kemudian misa berjalan ke ruang kelasnya. Kemudian dia merasa bahwa drian adalah orang bodoh. Karena berbicara tanpa berpikir panjang terlebih dulu.
Sesampainya di kelas dia lansung disambut oleh sahabat satu satunya yaitu Megi. Megi merupakan perempuan yang memang benar benar perempuan. Kenapa? kareana megi selalu berdandan. Memang dia memiliki wajah yang tak kalah cantik dari misa. Namun yang membedakan mereka ialah misa tomboy sedangkan megi terlalu girly
“pagi misa.. ada apa dengan wajahmu? Kenapa kusut begitu?” Tanya megi begitu ia melihat misa. “kau pasti sudah tau. Kedua orangtuaku yang termasuk dalam kategori bodoh itu selalu bertengkar setiap waktu. Jadi kalau..” jtakk!! belum selesai misa dengan kalimatnya megi sudah mendaratkan sebuah jitakan yang cukup keras di kepala misa. “kau yang bodoh. Bagaimana mungkin kedua orangtuamu kau sebut bodoh. Dasar anak durhaka” kata megi berapi api. “aissh.. itu sakit Tau. Ahk. Ternyata kau juga tidak bisa membantu. Sebaiknya aku bercerita pada yogi saja” gerutu misa lalu beranjak menuju tempat duduk yogi. Megi langsung membelalakan matanya mendengar perkataan misa.
Yogi merupakan seorang cowok yang sama populernya dengan drian. Namun mereka berdua berbeda. Kalu Adrian sombong maka sebaliknya, yogi sangatlah ramah kepada semua orang. Dan yogi merupakan cowok yang disukai oleh megi. Saat misa sudah akan sampai, megi langsung menarik misa ke luar kelas dan menyeretnya ke taman. Misa sudah paham akan gelagat sahabatnya itu. Megi cemburu. Misa mengulas senyum kemenangan atas sikap megi. “hah.. baiklah baiklah, ceritakan apa masalahmu.” Kemudian misa menceritakan semua masalahnya pagi ini tentang kedua orangtuanya. Misa merasa lega setiap kali dia sudah menceritakan masalahnya kepada orang lain.
“kau harus sabar mengadapi keributan orangtuamu. kalau bukan kau yang memperbaiki keluargamu. Siapa lagi?” “tapi kaukan tau sendiri, aku tidak pernah diperhatikan oleh kedua orangtuaku. Mereka berdua selalu bekerja dan bekerja tanpa sempat memberiku kasih sayang mereka, sedikit saja. Hah.. sudahlah aku menyerah. Biarkan saja.” Akhirnya megipun menyerah menasehati misa. memang perkataannya itu benar. Kedua orangtuanya hanya tau bekerja tanpa memikirkan misa.
Setiap hari misa selalu mendengar keributan orangtuanya. Hingga pada hari ini dia mendengar hal yang sangat membuatnya terguncang “untuk apa kau selalu meributkan tentang misa hah?” teriak ibunya dari lantai 1.” Dia hanya anak pungut. Kau terlalu memanjakannya. Kau lihat sekarang? dia begitu berharap bahwa sebetulnya kita adalah orangtua kandungnya.” “hentikan amira. Nanti misa mendengarnya.” Bentak ayah misa kepada ibunya. Misa sangat terguncang mendengar hal itu. Dia pun keluar dari kamarnya dan kemudian berjalan dengan air mata bercucuran di kedua pipi mulusnya. “a…ayah… bunda… sebenarnya mi..misa ini anak pungut?” kedua orangtuanya -ralat- orangtua angkatnya sangat terkejut melihat misa sudah bercucuran air mata. “JAWAB AKU!!” bentak misa. “Misa.. maafkan ayah dan bunda. Itu semua benar. Maafkan kami.” Kata bundanya misa dengan bercucuran air mata. Kemudian misa mendekati amira bundanya dan satrio ayahnya. “nyonya amira dan tuan satrio. terimakasih telah merawatku selama ini. aku menyayangi kalian berdua. Aku harus segera pergi. Aku tidak berhak lagi menikmati apa yang kalian berikan untukku.” Setelah mengatakannya misa berlari ke luar rumah. Dia berlari ke arah taman. Saat akan sampai di taman dia menabrak seseorang. Tepatnya laki laki. Dia adalah Adrian. Adrian akan segera meledak karena ditabrak oleh misa, namun dia segera mengurungkan niatnya saat melihat misa bercucuran air mata.
Misa mendongak melihat Adrian, kemudian tanpa pikir panjang dia langsung memeluk Adrian dengan erat. Adrian terkesiap, ingin dia berontak namun melihat misa yang menumpahkan seluruh air matanaya di dada Adrian membuat dia terdiam. Baru kali ini drian melihat misa menangis. Sebenarnya Adrian selalu memperhatikan misa. Dia tertarik melihat misa yang selalu cuek dengannya.
Kemudian Adrian segera membwa misa ke kursi panjang di taman dengan masih memeluk misa. Misa kemudian menumpahkan seluruh keluh kesahnya sambil meracau “aku memang bodoh.. sangat sangat bodoh.. hiks.. ternyata Selama ini mereka bukan orangtua kandungku. aku anak pungut. Hikss hiks.. aku anak pungut. Ak..aku. tidak tahu ke..ke..kenapa mereka membohongiku.. rasanya sakit sekali.. aku bodoh.. aku.. aku..” misa tidak bias berkata kata lagi. Bahunya berguncang sangat keras akibat tangisannya. Adrian semakin mempererat pelukannya pada misa. Misa juga memeluk Adrian dengan sangat kencang hingga membuatnya sesak, namun dia tidak mempermasalahkan itu sekarang.
“aku memang tidak tahu perasaanmu misa.. namun menangislah sepuasnya. Keluarkan semua yang mengganjal di hatimu. Aku akan menjagamu misa.” Kata drian sambil memeluk misa.. setelah 10 menit akhirnya misa mengangkat kepalanya dari dada drian dan menghapus kedua pipinya dan membersit hidungnya dengan saputangan dari Adrian dengan cara yang jauh dari kata anggun. Kemudian dia melirik ke arah Adrian. “hah?! jadi dari tadi aku … kau.. Adrian?” misa sangat terkejut karena dia baru sadar bahwa laki laki itu adalah Adrian. “Sudahlah.. tidak perlu seperti itu. Bagaimana? sudah lebih baik?”
“su..sudah.. terima kasih.. kaosmu jadi basah.. maafkan aku. Menangis di sembarang tempat, aku tidak tahu harus kemana lagi..” kembali missa menjatuhkan air matanya saat mengingat kenyataan pahit yang baru saja diterimanya. Adrian yang melihatnya langsung menghapus air mata misa dengan ibu jarinya. “Sudahlah. Tak masalah. tak usah menangis begitu. Jadi bagaimana sekarang? kau lari dari rumah” misa mengangguk. “Dimana kau akan tinggal sekarang” misa menggeleng. “Entahlah. Mungkin akan terlantar di jalanan. Kalau aku tinggal di rumah megi pasti orangtuanya tidak akan menerimaku.”
“kenapa” tanya Adrian “mereka menilaiku sebagai anak berandalan. Yah kau tahulah.. aku seperti anak laki laki. orangtuaku tidak.. maaf maksudku orangtua angkatku tidak pernah memperhatikanku.” Misa menengadah melihat birunya langit saat ini.. “kau tinggal saja di apartemenku bersamaku. Tenang saja aku tidak akan macam macam.” misa bepikir sejenak lalu berkata “bagaimana dengan biaya hidupku? bagaimana juga aku akan membayar sewanya” “aissh.. kau ini.. memangnya aku terlihat seperti seorang penagih.. tenang saja kau boleh tinggal denganku gratis.. tinggalah selama mungkin yang kau mau.” “terimakasih.. ternyata kau orang yang baik. Walaupun sombong..” misa berkata sambil memperlihatkan cengiran kudanya. Adrian hanya menggeleng.
Akhirnya mereka pulang ke apartemen Adrian. Tapi sebelumnya mereka mampir ke mall untuk membeli perlengkapan wanita untuk misa.. sesampainya di apartemen milik Adrian misa langsung duduk di sofa. Dia merasa ada yang kurang.. “emm.. Adrian sepertinya ada yang kurang.” Adrian juga tampak berfikir sejenak.. lalu “baju dan celana!!” teriak mereka berdua bersamaan.. “heuuh.. bagaimana mungkin hal sepenting itu bisa kulupakan.. kenapa hanya pakain dalam yang kuingat” “aishh.. bodoh..” batin misa… “kalau begitu pakai milikku saja.” Kata Adrian lalu memberikan sepasang baju kaos dan celana training miliknya serta handuk kepada misa.
“sudah sana mandi.. aku mencium bau tidak sedap dari tubuhmu.” Sambil mendorong misa “apa kau bilang hah?!” misa berbalik ingin melayangkan tinjunya ke lengan drian, namun kakinya tersandung keset kaki dan terjatuh. Adrian membalik posisinya sehingga terjatuh dengan keadaan tubuhnya menindih misa. Mereka berdua saling menatap lalu misa memejamkan matanya saat melihat wajah Adrian semakin dekat dengan wajahnya. Selanjutnya yang dia rasakan adalah bibir Adrian menempel di bibirnya. Hingga mereka berdua berciuman dengan hangat. Kemudian Adrian mengangkat wajahnya dan kemudian duduk diikuti misa. wajah misa memerah. Itu adalah ciuman pertamanya. “itu.. itu pasti ciuman pertamamukan?” tanya Adrian. Misa hanya diam.. melihat misa diam Adrian menganggap iu sebagai jawaban iya. “Terimakasih.. suatu kehormatan bagiku dapat merebut ciuman pertama seorang gadis tomboy dan cukup terkenal di kampus..” misa mendelik lalu berkata “itu pujian atau ledekan? hah?” “bodoh.. tentu saja itu pujian. Dasar aneh.. sudah sana mandi.. aku akan memasak makan malam untuk kita.”
Malamnya mereka duduk berdua di balkon apar Adrian. Misa memeluk kedua lututnya saat angin datang berhembus. Adrian yang melihat hal itu lalu menarik misa ke dalam pelukannya. Misa terkejut, namun dia segera menghilangkan rasa terkejutnya. “Misa… bagaimana hubunganmu dengan yogi?” Tanya Adrian.. “hubungan apa maksudmu?” “bukannya kau pacaran dengan yogi?” “tidak. Dia itu hanya orang baik yang selalu datang tepat waktu saat aku membutuhkannya. Dia hanya seorang sahabat. Tidak lebih dari itu” Adrian sangat senang mendengarnya.
Setelah 2 minggu tinggal di apartemen Adrian, misa semakin dekat dengannya. Sehingga dia merasa bahwa dia mulai menyukai drian. orangtua angkat misa selalu meneleponnya. Namun misa enggan menjawabnya dan akhirnya menonaktifkan nomornya, dia juga selalu menghindar saat ditanyai oleh megi.. suatu malam di balkon.. “misa.. aku ingin mengatakan hal yang penting kepadamu..” suara drian gugup.. misa heran melihatnya. “Katakanlah..” “aku mungkin tidak tahu merangkai kata kata romantis. Tapi sebenarnya sudah lama aku menyukaimu dan memperhatikanmu. Sekarang aku tidak hanya menyukaimu tapi juga mencintai dan menyayangimu. Would you be my girl and always stay with me in my hearth?” Tanya drian sambil menggenggam tangan misa dengan erat.. misa terkejut sekaligus bahagia.. “yah.. aku juga menyayangimu drian.. yes drian.. yes, I would be your girl and always stay with you in your heart.” Tanpa pikir panjang drian langsung memeluk tubuh misa dan mengangkatnya. Kemudian dia mencium bibir misa dengan penuh perasaan. Misa pun membalas ciuman Adrian. Drian kemudian memeluk misa.
Saat sedang bahagia misa kemudian mendapat panggilan masuk dari yogi.kemudian mengangkatnya “halo..” sapa misa.. “misa.. ini darurat cepatlah ke rumah sakit. Ayahmu terkena serangan jantung. Dia kritis sekarang..” “apa? a.ayah..” kemudian dia menangis dan memeluk tubuh Adrian “drian.. ayah drian.. dia kritis. Antarkan aku menemuinya drian.. kumohon..” “tenanglah sayang.. ayo kita segera pergi”
Sesampainya di rumah sakit misa langsung berlari ke arah ruangan ayahnya yang diberitahu oleh yogi. Begitu sampai yogi langsung memeluk misa yang bercucuran air mata. Drian sempat cemburu. Namun dia berpikir positif. Dia tidak ingin menimbulkan keributan dan membuat misa membencinya.. “yogi bagaimana ayahku?” “tenanglah.. doker sedang memeriksa ayah.” Kemudian dokter keluar dan “siapa yang bernama misa disini? harap segera masuk. Tuan satrio sedari tadi mencarimu.” Misa segera masuk diikuti yogi dan drian.
“ayah.. hikss.. maafkan misa.. misa.. hiks.. misa salah..” “tidak misa.. kau tidak salah. Selama ini kami yang salah karena sudah membohongimu. Bundamu jugak merasa bersalah. Maafkan kami yah.. ayah dan bunda sayang padamu” “iya ayah, aku juga sayang kalian.” Kemudian yogi juga ikut ikutan memeluk misa.. “eh.. apa apaan ini.. kenapa kau memelukku juga” Tanya misa “heh.. sopan sedikit padaku.. aku ini kakakmu. Dasar bocah” “hah? apa? aku tidak salah dengar.. maksudnya ini apa yah..?” “ya misa.. yogi adalah kakakmu.. saat dia masuk smp kami mengirimnya ke luar negeri. Disaat itulah kami mengadopsimu karena rumah kami terasa sepi.” “lalu kenapa selama kami satu kampus dia tidak pernah pulang ke rumah..?” “dia langsung membeli apartemen di dekat kampus dan memilih disana karena merasa dia sudah dapat mandiri.” Yogi melipat tangannya di dada dan menaik turunkan alisnya. “Ishh.. apa apan kau ini?” jtakk.. “sakit tau.. kau sudah gila yah” bentak misa kepada yogi karena dia sudah menjitak kepala misa. “kau harus sopan. Aku ini kakakmu.. ingat..ka-kak-mu!” dia mengeja sebutan kakak.
Adrian dan yang lainnya hanya geleng kepala sambil tersenyum. Adrian kemudin mendekat dan merangkul pundak misa, namun diganggu oleh yogi “hey.. apa apan ini? jangan menyentuh adikku.” “kau kan hanya kakaknya. Sedangkan aku kekasihnya. Benarkan misa sayang?” “yups.. itu benar. Kakak cemburu? sudah sana nyatakan cintamu pada megi. Dia selalu menunggu kau menyatakan cinta padamu.” Sembur misa “benarkah?” yogi bertanya dengan mata berbinar. Kemudian saat dia akan beregegas pergi misa menarik lengannya dengan kuat “hey.. apa kau gila? kau akan meninggalkan ayah? dia akan segera datang. Aku sudah menyuruhnya tadi..” wajah yogi memerah. Misa langsung tertawa terbahak bahak sampai Adrian mencubit pipinya lembut karena mengganggu kenyamanan pasien lain. Misa pun diam dan menggaruk tenguknya yang tidak gatal.. “he he… Maaf..” misa nyegir kuda. Adrian tersenyum dan merangkulnya dengan mesra.
1 bulan kemudian…
“misa.. aku sangat mencintaimu..” “aku tau” “aku menyayangimu” “aku tahu” “aku tidak ingin melepaskanmu” “aku tahu” Adrian sedikit kesal atas jawaban misa. “apa yang tidak kau ketahui hah?” “aku tahu semua drian sayang. Kau mencintaiku, menyayangiku dan tidak ingin lepas dariku. Karena aku juga sama sepertimu.” “Ok.. aku lupa..”
Akhirnya misa dan Adrian menjadi sepasang kekasih yang sulit untuk dipisahkan.
Yogi dan megi pun jadian dan saling menyanyangi satu sama lain. Setelah menegetahui kalau yogi pun menyukai megi, megi sampai melompat kegirangan. Hingga tanpa pikir panjang dia menerima yogi sebagai kekasihnya.
Semua hal sulit akan cepat diselesaikan jika dihadapi dengan cinta.
SEKIAN
Cerpen Karangan: Derisma Paulina
Facebook: Derisma Paulina Haloho
Bodoh
4/
5
Oleh
Unknown
